
Tak ada yang tak mungkin, jika Allah sudah berkehendak. ~Khali Mateen~
****
Suasana yang biasanya bahagia di dalam ruang kandungan. Entah kenapa, kali ini terasa begitu tegang. Sejak Khali dan Aqila masuk, kedua tangan wanita itu mengeluarkan keringat dingin.
Sungguh perasaan takutnya melebihi apapun. Namun, Aqila masih percaya, jika ujian yang Allah berikan tak akan melebihi batas kemampuan dirinya.
Dia percaya, bahwa keajaiban itu ada dan akan datang pada hamba yang tak pernah berhenti menyerah. Berhusnudzon pada Allah karena takdir yang dia beri merupakan sesuatu yang baik.
Jangan pernah suudzon atas apa yang menimpa kamu. Karena apapun yang terjadi, Allah hanya sedang menguji keimananmu sejenak. Dia ingin tahu, dimana hambanya yang benar-benar selalu datang kepadanya disaat suka maupun duka. Hingga akhirnya, hikmah indah akan diterima untuk para hamba yang kuat menghadapi ujian dari Allah.
"Setelah melihat tes dari hasil anda ini. Saya akan memberikan anda obat agar siklus menstruasi anda kembali normal, Nyonya."
"Lalu, Dok?"
"Setelah siklus Anda menstruasi mulai lancar, nanti kita mulai program hamil untuk melihat apakah berhasil atau tidak," sahut Dokter bername tag Syifa itu.
"Tapi apakah saya benar-benar bisa hamil, Dok?" tanya Aqila dengan pandangan mata penuh harap.
"Saya sebagai manusia tak bisa memastikan. Namun, menurut ilmu kedokteran, bila siklus anda sudah teratur, besar kemungkinan anda bisa hamil, Nyonya," ujar Dokter Syifa begitu pelan. "Nyonya jangan khawatir, saya akan membantu Nyonya sampai pengobatan ini berhasil."
__ADS_1
Perkataan Dokter Syifa membuat Aqila yang tadinya menunduk akhirnya mendongakkan kepalanya. Dia mencari kebohongan dalam mata Dokter Syifa. Namun, tak ia temui. Dokter Syifa benar-benar tulus membantunya.
Aqila bukanlah pasien pertamanya dalam hal PCOS. Diluar sana, banyak wanita yang menderita penyakit ini, dan Dokter Syifa juga berhasil membuat beberapa pasiennya bisa hamil atas takdir Allah.
"Terima kasih banyak, Dok. Saya sangat berharap pada, Anda," ujar Aqila dengan mata berkaca-kaca.
"Jangan berharap pada saya, Nyonya. Berdoalah pada Allah, semoga Allah menurunkan mukjizatnya pada anda dan melalui saya, saya bisa mengobati sakit Anda ini."
"Aamiin." Semua yang ada di sana tentu mengaminkan keinginan pasutri di depannya ini. Semoga yang dicita-citakan pemimpin Brunei ini segera dikabulkan oleh Allah.
"Baiklah, saya akan meresepkan obat untuk dikonsumsi oleh Anda, Nyonya. Jangan lupa, jaga pola makan dan jangan kecapean." Nasehat Dokter Syifa yang membuat Khali dan Aqila mengangguk.
"Sekali lagi terima kasih, Dokter," ucap Khali sambil beranjak.
"Sama-sama, Tuan. Kami juga merasa senang bisa melayani Anda berdua di rumah sakit kami."
Khali benar-benar mengontrol semuanya sendiri. Terlihat dari Ibra yang meminta catatan resep itu dan ditolak oleh suami Aqila.
Saat keduanya hampir sampai di apotik. Khali memakai masker dan topi untuk menutupi jati dirinya. Menyerahkan catatan itu, dia menunggu dengan bersabar. Sungguh Aqila begitu bangga memiliki suami seperti Khali.
Pria yang sangat setia dan selalu ada untuknya. Bahkan disaat seperti ini, Khali tak merasa lelah sedikitpun. Menemani istrinya kemanapun dan tentu mencurahkan segala kasih sayangnya tanpa batas.
"Atas nama, Nyonya Aqila Kanaira?" panggil apoteker dari mic yang ada disana.
__ADS_1
"Ya?" Khali mendekat.
"Keluarga pasien?"
"Iya."
Khali benar-benar mendengarkan semua penjelasan apoteker di depannya ini. Dia begitu ingat nama obat-obat itu yang terdiri dari Clomifene, Letrozole, Metformin.
Semua penjelasannya tentu direkam begitu baik hingga Khali kembali ke posisi sang istri. Pria itu sedikit bersyukur karena istrinya hanya meminum 3 obat. Khali tak bisa membayangkan bila Aqila akan meminum banyak obat seperti dulu lagi.
"Semoga ikhtiyar kita kali ini membuahkan hasil, By." Doa Aqila saat keduanya berjalan menuju parkiran rumah sakit.
"Aamiin. Kamu juga harus yakin, Sayang."
"Aku sangat yakin, By. Aku yakin bisa melewati ini semua karena ada kamu di sampingku," ucap Aqila sambil mencium tangan sang suami.
"Pinter merayu sekarang yah."
"Haha pinter banget malah aku, By." Candanya membuat keduanya terkekeh.
Bagaimanapun ujiannya, teruslah tersenyum dan bahagia. Jangan jadikan apa yang menimpamu menjadi sebuah beban. Buatlah semuanya seperti biasa dan tutupi kesedihanmu dengan sebuah senyuman.
~Bersambung~
__ADS_1
Doakan pengobatan Aqila lancar yah, takutnya para wanita di luar sana dah meronta-ronta liat si tampan Khali seperti ini.
Jangan lupa like dan vote yah~~~