Dua Garis Merah

Dua Garis Merah
BAB 40


__ADS_3


Air mata yang turun dari pipi istriku. Harus dibalas dengan setimpal. Dan aku lah yang akan membalasnya menggunakan caraku sendiri hingga terasa begitu menyakitkan untuk mereka. ~Khali Mateen~


****


Berbeda tempat berbeda suasana. 


Dibagian Istana Brunei yang lain. Lebih tepatnya di ruang kerja Khali Mateen.


Beberapa pria sudah duduk tenang dengan suasana tegang. Semua orang menunggu jawaban dari bibir pria yang menjaga kesayangan mereka.


Kevin, Raja Salim, Axel duduk di depan dan disamping Khali. Mereka adalah garda terdepan bila ada hal yang mengusik kehidupan Aqila. Sudah aku katakan 'kan!


Jika Aqila itu dijaga betul oleh keluarganya. Baik Kakak kandungnya, kakak iparnya, paman dan kakeknya, semua begitu menjaga Aqila. Hingga kabar besar ini terdengar di telinga mereka, menjadi sebuah bumerang yang menandakan perang dengan kedua keluarga besar itu.


"Cepat katakan pada kami. Siapa yang menjadi dalang dari masalah ini, Khal?" tanya Raja Salim dengan nafas menderu.


Sejak dia mengetahui kematiannya abangnya. Dia berjanji akan menjadi pengganti ayah bagi ketiga anak abangnya itu, dan itu memang dibuktikan. 

__ADS_1


Ketika dia mengenal Adel, Axel dan Aqila. Raja Salim begitu melindungi dan menyayangi mereka meski ketiganya sudah dewasa dan memiliki keluarga. Menganggap ketiganya seperti anaknya sendiri, dan dia benar-benar tulus menyayangi mereka.


"Khali!" seru Raja Salim sudah tak kuasa menahan amarahnya.


Khali mengangguk. Dia meminta Ibra memberikan semua bukti dalang dari kabar buruk ini. Tayangan video itu diputar, hingga membuat ketiga di pria itu terbelalak kaget.


Mereka tak menyangka jika semua itu adalah ulah dari gadis yang dikenal memiliki sikap lembut, sifatnya yang baik dan tutur katanya yang sopan. Namun, kenapa semua itu seakan hanyalah cover untuk menutupi segala keburukan sifat aslinya. Hingga ketiganya geleng-geleng kepala tak habis pikir.


"Bukankah ini Tuan Putri Malaysia?" tanya Kevin dengan tatapan tajam.


"Ya. Aku ingat, dia Rafiena Yuwana. Adik dari Tengku Ammar Yuwana, Raja Malaysia. Benar?" ujar Raja Salim menatap Khali tajam.


"Tapi bagaimana bisa? Bukankah Aqila tak mengenalnya? Lalu ada masalah apa hingga Tuan Putri Malaysia mengusik kalian berdua," ucap Axel menimpali.


Akhirnya Khali menceritakan semua yang sudah di usut oleh orang kepercayaannya.  Dia juga memberikan bukti yang disimpan di laptop itu hingga membuat ketiga pria itu menghela nafas berat.


"Lagi-lagi karena cinta," ujar Kevin menghempaskan tubuhnya bersandar di sofa.


"Tapi apapun alasannya. Semua harus ada tanggung jawabnya."

__ADS_1


"Aku setuju sama, Paman," ucap Axel menimpali.


"Biarkan Paman yang membereskan semuanya," ujar Salim yang langsung ditolak oleh Khali.


"Jangan, Paman. Tolong jangan ikut campur dalam masalah ini. Biarkan Khali yang akan membereskan semuanya. Khali adalah nahkoda dan kepala keluarga. Jadi Khali sendiri yang harus menyelesaikan permasalahan di keluarga kecil Khali."


Jawaban pria itu membuat Axel, Kevin dan Raja Salim memandang kagum. Mereka bangga dengan keberanian Khali saat ini. Hingga ketiga pria itu mengangguk dan memberikan semuanya pada suami dari Aqila.


"Paman akan dukung apapun yang kamu lakukan. Kalau butuh bantuan, kamu tinggal kabarin kami."


Khali mengangguk. Pria itu merasa lega karena sudah mendapatkan support dari keluarga istrinya. Tinggal dirinya saja sekarang yang bergerak dan menumpas semua kabar yang semakin rumit dan runyam ini.


~Bersambung~


Gimana gimana?


Ada yang gak sabar mau diapain tu bunga raflesia hahha?


Jangan lupa like, komen dan vote~~

__ADS_1


__ADS_2