
Maaf ya aku update satu bab kemarin. Aku lagi kedatangan tamu bulanan, perut melilit juga. Alhasil ya ambyar moodnya dan aku gak mau nulis takut isinya malah ikut gak karuan.
Bab ini aku isi khusus kisah Rafiena yah. Alasan kenapa dia bisa jadi kek lacur. Padahal dulu dia baik dan lugu. Thnkyuu.
****
Sikap seseorang bisa berubah ketika dia merasakan sakit hati atau kehilangan. ~Rafiena Yuwana~
****
Menurut orang, pertemuan pertama selalu meninggalkan bekas yang begitu mendalam bagi mereka yang merasakan. Pertemuan pertama adalah pertemuan awal yang akan berlanjut ke pertemuan selanjutnya. Hal itulah yang tengah dirasakan oleh Rafiena Yuwana.
Pertemuan beberapa tahun yang lalu, membuat gadis yang masih lugu dan baik itu, begitu terpana akan ketampanan seorang Khali Mateen. Sikap dari dirinya tentu membuat siapapun pasti memujanya. Tak ada celah buruk sekalipun dalam diri seorang Khali, sampai hal itu tentu membuat seorang Rafiena termasuk salah satu perempuan yang jatuh cinta dengan ketampanannya.
Saat itu, ada pertemuan besar untuk membahas kerja sama antara Brunei dengan Malaysia. Pada waktu itu, kepemimpinan Brunei masih dipegang oleh Abi Malik sebagai Raja. Maka, saat itu posisi Khali masih calon pangeran.
Mendapati sang ayah akan berangkat ke Malaysia. Khali, yang notabenenya putra pertama dan calon raja, tentu diwajibkan untuk mengikuti jejak sang ayah, Raja Malik. Hal ini menjadi salah satu cara agar Khali bisa mempelajari tentang kerja sama secara langsung.
Pelajaran yang paling penting dan cepat ketika dia terjun langsung dalam melakukannya. Melihat dan memahami bagaimana proses itu terjadi adalah proses terbaik untuk mereka calon pengganti raja.
Kedatangan Raja dan Pangeran Brunei tentu disambut baik oleh Kerajaan Malaysia. Disitulah awal mulai dia bertemu dengan Khali. Pemandangan yang membuat Rafiena terpana dan mematung, melihat bagaimana gagahnya pria itu ketika turun dari mobil dan menunduk hormat pada ayahnya yang menjabat seorang Raja Malaysia.
"Selamat datang di Kerajaan kami, Pangeran Khali," sambut Umi Raida yang berdiri di sebelah putrinya.
"Terima kasih, Ratu."
__ADS_1
"Kenalkan anak perempuan kami, adik dari Pangeran Ammar, Putri Rafiena Yuwana."
Khali hanya menunduk dan melipat kedua tangannya di depan dada. "Assalamualaikum, Putri."
Suara tegas itu tentu menghipnotis Rafiena langsung. Dia begitu kagum dengan tingkah laku Khali hingga dari sana, awal mulai gadis itu merasakan jatuh cinta.
Setelah pertemuannya itu, semakin hari rasa cinta itu bertumbuh subur. Bahkan foto-foto Khali sering diambil dan ditatap ketika rasa rindu menyergap. Namun, semua itu harus dipatahkan dengan undangan pernikahan yang datang secara tiba-tiba.
Nama pengantin yang tertera di sana membuat hati Rafiena sakit. Wanita yang masih sangat muda itu tentu masih memiliki emosi yang tidak stabil. Tapi hal itu tak diketahui oleh siapapun.
Hingga akhirnya suatu kejadian terjadi pada hari dimana Rafiena mengalami hal besar. Saat itu, putri dari Malaysia itu menemui seorang pria yang dia suruh sebagai mata-mata untuk lelaki yang dia cintai.
Pertemuan itu terjadi, karena Rafiena akan mengambil jepretan foto yang selalu dia minta pada orang suruhannya ini. Ketika urusan mereka selesai, tiba-tiba terdapat seorang pria yang duduk di depannya tanpa diminta.
"Siapa kamu?" tanya Rafiena dengan ketus.
Deg.
Jantung Rafiena berdetak cepat. Apa maksud pria dengan paras tampan khas bule di depannya. Dia tak tergoda ataupun terpesona dengan ketampanan pria di depannya ini, karena menurut Rafiena, tampan yang ada di matanya hanyalah untuk prianya seorang, Khali Mateen.
Menutupi rasa gugupnya. Rafiena menelan ludahnya paksa. Dia menegakkan tubuhnya dan memindai pria asing di depannya ini.
"Apa maksudmu?"
"Jangan berpura-pura didepanku, Cantik. Aku tau jika selama ini kamu menguntit Raja Khali."
Mata Rafiena terbelalak. Dia tak menyangka jika pria di depannya mengetahui semua kejahatannya. Bahkan dengan entengnya pria itu mengatakan semua tingkah busuk yang sudah dilakukan Rafiena sampai tuntas.
__ADS_1
Hal itu tentu membuat gadis ini bertanya-tanya. Siapa gerangan pria di depannya ini?
Jika dari wajah dan penampilannya. Pria itu bukanlah pria biasa. Bahkan dari apa yang dia katakan, sudah bisa Rafiena tebak bagaimana kekuasaan pria itu.
"Apa maumu?" tanya Rafiena to the point.
"Aku akan membantumu untuk mendapatkan Khali dan menghancurkan rumah tangganya."
Mata Rafiena berbinar. Gadis yang masih muda itu, tentu tergiur dengan perkataan pria tak dikenalnya itu. Dengan spontan Rafiena mengangguk setuju.
"Tapi…"
Rafiena menunggu. Dia menatap pria itu tanpa kedip. Hingga matanya terus mengamati pergerakan pria asing itu yang berjalan ke arahnya dan duduk tepat di sampingnya.
"Kau harus menyerahkan tubuhmu untukku."
Rafiena menegang. Bulu kuduknya seakan berdiri. Apalagi merasakan elusan tangan kekar di pahanya semakin membuat dirinya tak karuan. Ini adalah hal pertama kali dalam dirinya. Namun, cinta membutakan semuanya.
Tanpa berpikir atau apapun. Gadis itu mengangguk dan menyetujui tawaran pria itu, dan dari detik itulah. Rafiena, gadis cantik itu tanpa sadar sudah menjadi pemuas gairah dari pria asing yang tak dikenalnya.
~Bersambung~
Hmm jadi tahu 'kan gimana awalnya si Raflesia jadi gini, hihi.
Aku tulis ini biar gak mikir. Kok katanya Rafiena orang baik, lugu, jadi lacur. Jadi awal mulanya dari sini yah.
Jangan lupa like dan komen~~
__ADS_1