Friends With Benefits (Teman Tapi Mesra)

Friends With Benefits (Teman Tapi Mesra)
Menggadaikan Nyawa Suami


__ADS_3

Hampir seminggu berlalu namun tak ada tanda tanda Shelly dan Axel akan pindah dari mansion milik Rosie.


Sean pun tak seperti biasanya yang tak betah berada disana dan selalu ingin kembali ke apartemen miliknya. Apartemen yang dia beli dari hasil kerjanya beberapa tahun ini.


Sean bahkan pergi dan pulang kerja dari mansion milik sang nenek dengan mood yang selalu bagus membuat hati sang nenek menghangat karena merasa tak sendiri di masa tuanya.


Meski dia selalu menjadi sasaran kejahilan Shelly, si cucu menantunya yang selalu membuat jantungnya aerobik, tapi dia sangat menikmatinya.


Hari tuanya kini lebih berwarna dibanding saat dia muda dahulu.


Jika saja saat Rosie berada di kantor polisi tempo hari tak bertemu dengan orang tua kandung gadis itu dan meminta pertanggung jawaban mereka dengan menikahkan anak gadis mereka dengan cucunya tanpa sepengetahuan kedua anak muda itu, mungkin sampai saat ini hari hari yang ia jalani akan terasa monoton.


Ya, Chelsea dan Brian yang mana adalah orang tua kandung Shelly sudah mengetahui perihal kecelakaan beruntun yang anaknya sebabkan.


Mereka langsung ditelpon pihak berwajib sesaat setelah mengambil data diri Shelly.


Tanpa sepengetahuan dua bersaudara itu mereka datang secepat kilat dan mendengarkan kronologi kejadian.


Mereka tak bisa berkata kata karena anak gadisnya itu memang berbakat membuat ulah.


Chelsea yang dengan sabar dan mudah meluluhkan hati anak sulung dan anak sambungnya, namun tidak dengan Shelly.


Anak bungsunya itu sangat dimanja oleh suaminya, sehingga membuatnya kesulitan dalam mengendalikan perilaku nyelenehnya karena selalu berlindung dibalik kharisma sang suami yang selalu membuat Chelsea tergila gila.


Saat Rosie meminta Shelly untuk dijadikan cucu menantu untuk menebus kesalahan Shelly, Chelsea tak bisa menolak. Pun dengan Brian karena pilihan mereka hanya 2. Menikahkan anak mereka dengan cucunya, atau masuk bui.


Mereka bisa saja mengganti uang kerugian yang sudah Rosie bayarkan terlebih dahulu, namun bukan kerugian perihal materi yang Rosie permasalahkan, namun tanggung jawab moril yang seharusnya kedua bersaudara itu lakukan karena kesalahan yang mereka perbuat.


Akhirnya Chelsea dan Brian menyerahkan semuanya pada Rosie mengenai anak dan cucu mereka karena mereka sangat hafal jika Shelly dan Axel tidak bisa dipisahkan.

__ADS_1


Pun dengan keputusan menikah menggunakan wali hakim, mereka menyetujuinya dengan harapan bisa membuat anak dan cucu mereka berfikir lebih dewasa di usia mereka yang sudah bukan kanak kanak lagi.


Kakak beradik itu melupakan tentang kerja paruh waktu yang selalu mereka kejar kala libur semesteran tiba. Mereka asyik dengan dunia mereka sendiri.


Axel yang merasa kembali ke rumah mama atau rumah grand momy nya dengan peralatan memasak yang lengkap pun menyibukkan diri mengajari sang art membuat berbagai masakan dan camilan.


Bukannya bi Yani tak bisa membuatnya, hanya saja Axel mempunyai bumbu khusus yang dia racik sendiri sehingga menghasilkan rasa masakan yang.. uhh.. jadi laper kan othor🤭


Sedangkan Shelly, dia sibuk kembali memodifikasi mobil otewe klasik milik Rosie.


Bukan bodi yang dia modifikasi, tapi mesin nya yang tadinya sudah dipasangkan mesin 'Kijang kapsul' hasil modifikasian sang montir keluarga, dia kembali menggantinya dengan mesin DOHC 4 silinder segaris berkapasitas 1.600 cc. Mesin itu ringan dan bertenaga, 4A-GE parts performance-nya berlimpah dan kuat diajak rpm tinggi, apalagi power-nya bisa mencapai 150 horse power.


Sedangkan untuk knalpot nya, Shelly memasangkan  header knalpot 4-1 yang akan maksimal terasa pada trek panjang yang membutuhkan putaran mesin tinggi.


Bila dipasangkan header knalpot berkonfigurasi 4-1 untuk harian, power mesin akan terasa lebih lambat.


Shelly memang tak berniat untuk ugal ugalan di jalanan kota yang hiruk pikuk 24/7. Dalam artian tak sehari pun jalanan di kota akan sepi. Selalu macet dimana mana.


Shelly puas dengan maha karyanya yang ke sekian.


Jika sebelumnya dia selalu membuat hancur mobil yang dia sentuh, namun tidak dengan yang satu ini.


Dia memiliki kebanggan tersendiri dalam membangunnya. Pasalnya semua mobil bekas yang ditangani bengkel yang berada dalam naungan sang momy hanyalah mobil berjenis jeep.


Sedangkan mobil tua seperti ini, Shelly baru mendapat kesempatan emas dan merasa sangat bangga akan kemampuan dirinya sendiri.


"You're unbelieveable beautiful" (luar biasa cantik) celetuk Shelly pada mobil semi klasik itu saat Shelly mencoba membleyernya.


Suara merdu yang dihasilkan knalpot racing itu membuatnya menitikan air mata haru. Dia bahkan merebahkan kepalanya pada stir kemudi.

__ADS_1


"You are beautiful" (kamu memang cantik) gumam Sean yang terpana akan kemampuan gadis yang kini berhasil memenuhi kepalanya saat melihat tampilan kotor Shelly karena berkutat dengan mesin di kejauhan.


Namun kilauan keringat yang membasahi tubuhnya membuatnya tampak sangat seksi.


Air dingin dalam kaleng yang berisikan cairan berwarna coklat yang bercampur soda itu dia bawa mendekat untuk menghilangkan dahaganya.


"Selesai?" tanya Sean sambil menyodorkan minuman dalam kemasan kaleng itu yang ia buka ditempat agar Shelly percaya jika dia tak menaruh apapun kedalamnya.


"Selesai... akhirnya aku bisa membangunnya. Seandainya nenek mau memberikannya padaku, akan dengan sangat senang aku jaga dan rawat mobil ini" ungkap Shelly membelai stir dan dash board mobil semi klasik itu. Lalu sebelah tangannya ia gunakan untuk meraih minuman dingin yang Sean sodorkan padanya dan sedikit demi sedikit meneguknya.


"Makasih" lanjut Shelly berterima kasih pada suami rasa temannya.


Sean tersenyum sebelum menjawab harapan Shelly.


"Beberapa tahun lagi mobil ini menjadi mobil klasik, kamu tahu? Dan harganya tidak bisa dibandingkan dengan mobil pemberianku karena ada memori didalamnya bersama kakek" ucap Sean mematahkan harapan Shelly.


"Aku bisa menggadaikan nyawa suamiku bila perlu" jawab enteng Shelly sambil meneguk minuman dingin itu lagi.


Rahang Sean mengetat karena menahan kesal atas ungkapan nyeleneh sang istri.


Dia lantas mengambil kembali minuman kaleng itu lalu menaruhnya diatas mobil dan mendorong dan menindih tubuh Shelly hingga terlentang di jok depan dengan kepala dibagian kursi penumpang depan menyebrangi rem tangan.


Sebelah tangan Sean menahan kedua tangan Shelly diatas kepala dan sebelah tangan lagi ia gunakan sebagai penahan bobot tubuhnya sendiri agar tak menyakiti Shelly.


"Kamu berani menggadaikan nyawaku demi sebuah mobil tua?" lirih Sean berkata menghembus nafas mintnya dekat dengan bibir Shelly.


Shelly menahan tawanya. Seharusnya dia berontak, namun dia enggan melakukannya. Seminggu tinggal bersama laki laki ini membuatnya nyaman dan percaya kalau suami rasa temannya ini adalah lelaki yang baik.


"Bolehkah aku mencobanya?" tanya Shelly yang bukannya terpancing akan keluhan Sean yang tak terima jika harga diri dia dibandingkan dengan mobil klasik, namun mata coklat dengan bulu lentik itu menatap bibir setengah tebal milik Sean dan tiba tiba..

__ADS_1


cupp


__ADS_2