Friends With Benefits (Teman Tapi Mesra)

Friends With Benefits (Teman Tapi Mesra)
Berbagi Suami


__ADS_3

Sean terus menarik tangan Shelly dengan senyum mengembang. Keputusannya sudah mantap untuk mengenalkannya pada sang mama. Masalah Shelly setuju atau tidak, bagaimana nanti saja.


Shelly tak tahu menahu perihal rencana mama Sean untuk mendatangi apartemennya.


Dia hanya menoleh ke kiri dan ke kanan menghafal lantai dan nomer unit.


Sean melakukan sesuatu pada kotak panel seperti memasukan kode sandi untuk membuka pintu unitnya. Dan Shelly hafal kode itu yang merupakan tanggal lahir sang suami.


"Cih, kodenya gampang ditebak. Siapapun pasti dengan gampangnya masuk" cebik Shelly.


"Iya, nanti aku genti" jawab Sean yang mengecup kilat bibir Shelly membuat kepala Shelly terdorong kebelakang.


"Bilang dong kalo mo cium. Main sosor aja. Udah bengkak ni bibir" gerutu Shelly mengusap bibirnya yang terasa bengkak karena ulah Sean.


tit


Suara kunci pintu berbunyi dan Sean langsung menarik Shelly masuk. Memepetnya di pintu lalu melanjutkan penyiksaannya.


"Ekhem.." deheman keras seorang wanita mengejutkan mereka.


"Mama?" seru Sean yang sontak berbalik kala suara itu menginterupsi kesenangannya.


Shelly langsung bersembunyi dibelakang tubuh Sean.


"Jadi begini kelakuanmu selama ini?" tanya mama dengan mata menyorot tajam.


"Bu.. bukan gitu ma.. kita.."


"Pantesan kamu gak mau nikah, ternyata memilih hubungan sekali pake, gitu?" sarkas sang mama yang mulai memancing emosi Shelly.


Sean mengerti akan emosi sang istri. Dia lantas mengeratkan pegangan tangannya untuk mengingatkan Shelly agar tenang.


"Dengerin Sean dulu ma.. kita gak kayak gitu.. ki-"


"Dia pemagang itu, kan? bukannya kamu gak tertarik ya, sama dia? terus dia ngebujuk pake apa sampe akhirnya kamu mau sama dia?" ketus mama yang tak suka dengan hubungan one night stand. Dia juga wanita, seorang istri yang mati matian menjaga suaminya agar tak melirik wanita lain agar suatu saat sang anak tak mengikuti jejak bejat sang ayah.


"Mama salah paham. Tolong denger Sean dulu ma"


"Gak perlu. Mama tetep pada rencana semula. Kalo gak gitu, kamu bakal terus terusan bikin ulah menjijikan kek gini" tolak mama dengan tegas lalu menghampiri Shelly yang berada di belakang Sean.


"Saya ingatkan kamu. Anak saya sudah saya jodohkan dengan wanita terhormat yang berasal dari kalangan kami. Dan kamu, lalat pengganggu, menjauhlah dari anakku" tekan mama sambil melepaskan tautan tangan mereka.


Shelly hanya bisa terdiam. Inilah sebabnya dia belum bisa mengumumkan pernikahan mereka. Dia ingin orang orang menerimanya apa adanya dia, bukan karena anak seseorang yang kaya raya.


Selain itu dia ingin membuktikan pada sang momy jika keputusannya hidup mandiri bisa membuatnya sukses tanpa campur tangan keluarga.


"Ma, tolong dengarkan Sean dulu.. kita-" ucapan Sean terpotong kala Shelly membuka suaranya.

__ADS_1


"Apa tante yakin, wanita manis berpenampilan elegan ini adalah wanita terhormat? apa dia masih perawan? apa tante sudah memeriksa keperawanannya?" Shelly memberondong mama Sean dengan pertanyaan yang membuat si wanita pilihan mama mengangakan mulutnya.


"Kamu- kamu pintar, mama suka gayamu. Apa kamu biasa berdebat seperti ini? apa kamu bisa berkelahi?" ekspresi jutek mama berubah antusias membuat Shelly dan Sean juga seketika merubah ekspresi tegangnya.


"M.. maksud mama apa?" tanya Sean tak mengerti dengan pertanyaan mamanya.


Sedangkan Shelly dan Cindy tengah melipat dahinya.


"Cindy, apa kamu bisa berdebat dan berkelahi? mama bakalan suka kalau liat kalian berebut anak mama nantinya" lanjut mama.


"Ma.. apa apaan sih?-" lagi lagi sangkalan Sean terpotong.


"Udah, kamu diem aja. Salah sendiri milih main main" ketus mama pada anaknya.


"Sayang, sini duduk" ajak mama menarik tangan Shelly agar duduk di sebelahnya.


"Kamu masih kuliah?" tanyanya lembut pada Shelly yang menjawab dengan anggukan.


"Bagus.. berarti kamu jadi daun mudanya" tukas mama.


"What?" Shelly dan Sean terkejut bersamaan.


"Ma.." rengek Sean.


"Berisik" mama menempelkan telunjuk di bibirnya.


"Orang tuamu kerja dimana?" lanjut mama menginterogasi Shelly yang seketika berwajah pucat.


"Ayah saya sudah pensiun, sedangkan mama masih kerja" jawabnya sedikit takut takut.


Sean yang memang belum mengetahui apapun mengenai keluarga Shelly meliriknya dan menunggu penjelasan Shelly akan profil dirinya.


Yampon kek mo wawancara kerja aja🙈


"Mmm.. begitu ya.." mama manggut manggut dengan ekspresi berfikir"


"Mama kamu kerja dimana emang?" lanjut mama.


Shelly menampilkan gigi kudanya seraya menjawab lirih "bengkel mobil".


"What?" Sean, mama, dan Cindy yang terkejut. Sesederhana itukah keluarga gadis ini? pikir mereka dengan kompak.


"Hehe.." Shelly nyengenges dengan keterkejutan ketiganya.


"Maksud kamu, mama kamu bagian admin bengkel ya" mama mencoba mengendalikan detak jantungnya. Jangan sampai dia ikutan bau oli kala bercengkerama dengan besannya.


Apa kata dunia per arisanan jika dia bau oli.

__ADS_1


"Montir senior.. tante" jawab Shelly lirih.


"Mamaa..." pekik Sean kala sang mama jatuh pingsan dengan cantiknya di sofa.


Sudah Shelly duga. Kini tinggal menunggu reaksi selanjutnya dari mertua.


"Ma.. mama.. bangun ma.." Sean menepuk perlahan pipi sang mama dengan sedikit mendekatkan botol minyak kayu putih di depan hidungnya.


Namun sang mama tak kunjung sadar juga.


"Kak, aku mau ke basement dulu ya" ucap Shelly kala melihat sang mertua tak kunjung sadarkan diri.


"Ngapain ke basement? nanti kamu diculik gigolo gimana?" sergah Sean yang tak mau ditinggal sang istri.


"Ck, apaan sih. Aku mau ngambil minyak rem" tukas Shelly enteng.


"Minyak- buat apa?" tanya Sean bingung.


"Ya buat bikin mama kamu sadar lah. Dikasih minyak kayu putih gak bisa sadar, kali aja dikasih minyak rem langsung-" cerocos Shelly terpotong kala mendengar lenguhan mama mertua.


"Ennggh.. "


"Mama.. mama udah sadar?" tanya Sean lega.


"See? I told you it'll works" ( lihat? berhasil kan) Shelly menyunggingkan senyum.


"Calon mantu kurang ajar. Kamu harus jadi milik anakku" batin mama geram dengan niat jahil Shelly.


"Cindy, ayo kita pulang" ucap mama kala baru bangun dari kepura puraannya.


"Hah, kok pulang, ma. Terus perjodohan kita gimana, ma?" tanya Cindy kecewa. Pasalnya dia tak rela meninggalkan Sean sang pujaan hati, lelaki yang dia idamkan sedari orok berduaan dengan gadis kampungan macam Shelly. Terlebih tadi dia menyaksikan keberingasan keduanya saat baru masuk pintu apartemen.


Pastilah mereka melanjutkan apa yang sempat terpotong kala berduaan.


"Gak usah jadi aja ya" tukas mama mematahkan harapan Cindy.


"Kok ga jadi sih, ma. Mama kan udah janji. Cindy gak masalah kok kalo harus berbagi suami" rengeknya membuat Shelly sewot.


"Yee, masalah buat gue. Enak aja suami dibagi bagi. Pengen gue mutilasi, lo?" hardik Shelly dengan wajah siap perangnya.


Dan mama menyukai wanita tangguh sepertinya.


Semakin gemas mama dibuatnya.


"Kamu gak liat ototnya yang kek gitu? emang kamu sanggup ngelawan dia?" mama menunjuk lengan atas Shelly yang bergelombang menandakan kepadatan otot karena sering diolah karena olah raga juga tanda seorang wanita tangguh.


Bukan sepertinya yang lengan mulusnya menggelambir karena pasti jarang berolah raga.

__ADS_1



OGAH ENENG BAGIIN AKANG😍


__ADS_2