Friends With Benefits (Teman Tapi Mesra)

Friends With Benefits (Teman Tapi Mesra)
Menjauhi


__ADS_3

Erlan yang kebetulan lewat dan melihat kegaduhan itu langsung mendekat dan meraih Shelly yang hendak merangsek untuk memukul Rendi.


"Lepas.. biar gue hajar.." Shelly meronta dalam pelukan mengunci dari arah belakang.


Rendi terdiam melihat emosi Shelly.


"Tenanglah, kamu bisa kena masalah kalau hilang kendali" ucap Erlan menenangkan Shelly yang tak bisa tenang.


Shelly terus meronta sambil berteriak lalu menangis, mengiris perasaan para mahasiswa yang kini mengetahui kebejatan seorang Rendi yang digadang gadang sebagai sahabat sejati si kembar.


"Pergi lo.. pergi dari hadapan gue.. pergiii..." lanjut Shelly berteriak.


Lalu pingsan.


Emosi yang menguras perasaan itu membuatnya lemah.


Erlan meminta bantuan mahasiswa lain untuk membawa Shelly ke klinik kampus.


Erlan tak mau di cap sebagai dosen yang mengambil kesempatan dalam kesempitan dengan membopongnya sendiri walau dia mampu.


Saat Shelly diperiksa olehnya pun, Erlan meminta salah satu dari mereka menunggui dan memerintahkan yang lain untuk mencari Axel.

__ADS_1


"Dia hanya shock" diagnosa Erlan dijelaskan pada Axel yang sudah datang.


Saat seseorang menemukan kelasnya dan menginterupsi jalannya perkuliahan, tanpa berfikir panjang Axel langsung melesat ke klinik dengan paniknya.


Kini dia tengah memegangi tangan Shelly yang lemah.


"Shell.. bangun.. lo gak boleh lemah.." Axel terisak sambil menggenggam tangan Shelly.


"Wonder woman gak pantes pingsan, nyet" lanjutnya yang lantas dilirik Erlan yang terheran dengan interaksi kedua saudara ini.


"Sarap lo. Wonder woman juga manusia" jawab Shelly yang sudah sadar namun masih memejamkan mata.


"Jijik lo, bau. Lo bisa bikin laki gue ngehajar lo tau" sarkas Shelly membuat Axel terkekeh dan melanjutkan aksi mengecupi wajah Shelly yang lebih tepatnya melumuri wajah Shelly dengan air liurnya.


Shelly terkekeh, juga Erlan yang memperhatikan mereka dibelakang.


Ada rasa penyesalan dalam dirinya bisa termakan rayuan Rendi demi mengetahui informasi lengkap tentang gadis yang menarik perhatiannya dengan segala penolakannya.


Dia pikir Rendi yang 2 tahun belakang ini sangat dekat dengan Shelly akan mengetahui segala sesuatunya tentang gadis itu. Namun nihil, selain kenyataan tentang Shelly seorang penggila mesin mobil. Selebihnya, Rendi tak mengetahui apapun tentangnya.


"Sebaiknya kamu menghindari mantan sahabatmu itu" tukas Erlan menginterupsi interaksi Shelly dan Axel.

__ADS_1


"Ngapain dia disini?" tanya Shelly bergumam pada Axel.


"Dia dosen kedokteran di fakultas kedokteran sini. Dia juga yang nolongin elo" jawab Axel.


"Bullshit (omong kosong). Lo gak inget kalo dia juga salah satu yang pernah mau lecehin gue?" timpal Shelly menatap tajam pada Erlan yang tengah menunduk.


"Aku minta maaf, oke. Aku tadinya cuma bercanda. Tapi tampaknya bercandaku kelewat batas" ucap Erlan tulus.


Dia memang menyesal pernah berambisi dekat dan mendapatkannya.


Kebangkitan sang mahluk buas lah pemicunya.


Namun semenjak Rendi berbuat lebih pada Shelly malam itu membuatnya tersadar jika cara yang pernah dia lakukan adalah cara menjijikan.


"Jadi benar kalau dia sudah menikah" batinnya kecewa.


Erlan lantas membereskan peralatannya lalu memberikan resep vitamin untuk Shelly pada Axel. Dia yakin Shelly tidak akan mau menerimanya langsung darinya. Pun jika dia memberikan vitamin bukan resep, pasti curiga kalau itu adalah obat bius dan semacamnya.


"Kamu bisa menebusnya di apotik. Pastikan kamu menjauhkan mantan sahabatmu itu dari saudaramu" pesannya pada Axel yang kemudian dianggukinya.


MAAF KALO BAB SEBELUMNYA MENGANDUNG BAHASA YANG KURANG SOPAN. AUTHOR HANYA MENYAMPAIKAN PEMIKIRAN AUTHOR TENTANG SOSOK SHELLY YANG MUDA DAN LIAR 🙏🏻🙏🏻

__ADS_1


__ADS_2