Friends With Benefits (Teman Tapi Mesra)

Friends With Benefits (Teman Tapi Mesra)
Anggur


__ADS_3

"Jadi.. nyonya Shelly, ada keluhan apa?" tanya dokter tampan itu.


Shelly melirik keatas, berfikir akan tujuannya datang ke spesialis kandungan.


"mmm.. ah iya, mau minta salep lecet" akhirnya Shelly menjawab.


"Hah? salep lecet?" tanya Sean terheran.


"Ya iyalah lecet. Gimana enggak kalo digasak terus" ketus Shelly.


Sang dokter terkekeh sambil membaca berkas keluhan saat pendaftaran.


"Tapi disini anda melaporkan jika anda mengalami pendarahan" celetuk dokter.


"Kebayang gak dok, lecetnya segimana sampe berdarah" tanya Shelly.


"Kalo gak percaya liat aja-"


"Ngaco kamu. Mana boleh orang lain liat barang kamu" sergah Sean yang protes dengan celetukan Shelly.


"Becanda napa. Iya sih dok, tadi pagi emang ada sedikit pendarahan" tukas Shelly dengan mata mendelik pada Sean dengan sebal.


"Baiklah, kita periksa dulu ya" timpal dokter mempertahankan kekehannya.


"Dok.." seru Shelly saat sudah berbaring di brankar didampingi Sean.

__ADS_1


"Bagaimana bu?" tukas dokter sambil mempersiapkan peralatan USG dibantu perawat.


"Jangan senyum aja, nanti anak saya lebih mirip dokter kan berabe. Disangka saya selingkuh sama dokter" celetuk Shelly membuat Sean semakin geram. Bisa bisanya istrinya ini menggoda lelaki lain didepannya.


......................


Shelly selesai dengan periksa kehamilannya. Peringatan yang dokter berikan pada Sean untuk tak terlalu brutal dalam penyatuan membuatnya mengerucutkan bibir.


Sedangkan Shelly hanya asik memakan berbagai macam buah buahan yang tersedia diatas meja. Kini mereka kembali ke Mansion milik Rosie dengan paksaan.


Rosie mengancam Sean akan mendobrak pintu kamar jika mendengar teriakan Shelly karena ulah Sean.


Bibir Sean semakin mengerucut kala mendengar ancaman Rosie sang nenek.


Pasalnya, beberapa bulan malam yang tak ia habiskan bersama Shelly baru terbayarkan 1 malam saja, dan itu belum termasuk hari ini. Coba bayangkan, berapa sisa malam yang harus dibayar belum termasuk bunga.


Dahlah😪


"Yang..." seru Sean menarik ujung baju Shelly dengan muka cemberut.


"hm.." jawab Shelly santai sambil memasukan buah anggur merah dan memuntahkan bijinya pada serbet. Pinginnya sih langsung telen aja sama bijinya, tapi kata sesepuh jaman dulu, kalo nelen biji jeruk atau anggur bisa tumbuh di perut tu pohon.


"Ayo ke kamar" tukas Sean menghiba sambil menggoyang goyangkan ujung pakaian Shelly.


"Ngapain ke kamar?" ketus Rosie curiga.

__ADS_1


"Istirahat lah nek. Kata dokter kan harus banyak istirahat, gak boleh kecapean. Iya kan yang?" jelas Sean diakhiri pertanyaan pada Shelly sambil memijat bahu sang istri.


Benar saja, Shelly terlihat relax dan menikmati pijatan Sean di bahunya. Shelly bahkan mendongakkan kepalanya karena terasa nyaman.


Rosie yang hendak protes pun mengurungkan niatnya karena melihat reaksi Shelly.


Ibu hamil memang perlu dibuat relax, pikir nya.


"Ya udah, sana. Awas kalo dibikin kerja keras lagi. Nenek gips itu burung" ancam Rosie setelah mempersilahkan.


"Aseeek.. ayok yang, aku gendong aja. Biar kamu gak capek" sumringah Sean yang langsung membopong Shelly.


"Ngngng.. anggur gue.." rengek Shelly merentangkan tangannya agar Sean mengambilkan buah yang dia sukai itu.


Sean kembali ke meja makan agar Shelly bisa meraih seuntai buah kesukaannya.


Shelly menggoyangkan kedua kakinya dengan girang sambil menyuap satu demi satu buah itu, dan menyuapkan satu buah pada sang suami. Namun Sean hanya membiarkannya bertengger di mulutnya dan menaik turunkan alisnya.


Shelly mengulum senyum, mengerti akan kode yang diberikan sang suami, lantas menoleh ke penjuru ruangan.


"Aman" batin Shelly. Lantas dia menggigit separuh buah dari mulut Sean disertai kecupan.


"Jangan macem macem!" sentak Rosie yang memergoki keduanya tengah berciuman saat Sean tengah membopongnya sembari melangkah kearah tangga.


uhuk

__ADS_1


uhuk


ADA NYARIIN OTHOR KAH?🙄😗


__ADS_2