Friends With Benefits (Teman Tapi Mesra)

Friends With Benefits (Teman Tapi Mesra)
Kekuasaan Shelly


__ADS_3

"Tentu saja, hanya wanita sepertiku yang pantas bersanding dengan Sean" jawab Cindy lantang. Dia tak mau mengalah pada wanita yang ia sangka adalah seorang rakyat jelata.


"Lalu.. kenapa mama tidak mengusirku dan memaksa kak Sean untuk menerimamu? bahkan tadi pagi saja, nenek memintaku untuk mengusirmu. Beliau merasa muak dengan tingkahmu. Apa kamu yakin bisa masuk keluarga ini dengan latar belakang orang tuamu? Asal kamu tahu, *****. Mereka bahkan merasa rugi bekerja sama dengan perusahaan keluargamu" sinis Shelly berkata dengan nada tenang, tidak menggebu.


Berbeda dengan Cindy yang dadanya sudah naik turun dan hidung yang kembang kempis menahan amarah.


"Kamu.." ucapnya tertahan. Wajahnya memerah, asap tak kasat mata sudah mengepul diatas kepalanya.


"Hn?" Shelly mengangkat sebelah alisnya menunggu kalimat lanjutang yang akan dilayangkan si tidak tahu diri ini.


"Aku akan melaporkanmu pada dady" ucapnya lantas yang dibalas kekehan Shelly.

__ADS_1


"Dady? lalu apa yang bisa kamu lakukan tanpa dady mu hah?" cebik Shelly.


"......" Cindy bergeming mengetatkan rahang.


"Pokoknya aku gak mau tahu. Kalo dia memperistrimu, dia juga harus memperistriku. Dan aku tak akan pergi dari sini. Terserah kamu mau manggil aku apa" pekik Cindy menjatuhkan dirinya di sofa kecil sambil melipat kedua tangannya.


"Oh.. God.. tolong izinkan aku memutilasinya" keluh Shelly menghela nafas kasar dan meninggalkannya sendiri.


Shelly menepuk tangannya memberi tanda jika para art yang tengah berbisik bisik untuk berkumpul.


Semuanya ada sekitar 6 orang untuk urusan rumah, dan 4 orang untuk kebun dan halaman, juga 4 orang untuk sekuriti yang berjaga bergantian siang dan malam.

__ADS_1


"Kalian dengar baik baik karena saya tidak akan mengulang perkataan saya dikemudian hari. Bagi siapapun yang melayani dan menuruti perintah wanita tak tahu malu itu, saya anggap sudah tidak bekerja dirumah ini lagi. Saya gak peduli jika dia menawarkan bayaran yang lebih tinggi dari yang sudah kalian terima selama ini. Dan jika itu terjadi, silahkan angkat kaki kalian dari rumah ini dan seret majikan baru kalian keluar dari rumah ini, karena rumah ini masih milik nyonya Rosita. Jika saya masih membiarkannya berkeliaran di rumah ini, itu karena saya tidak mau mengotori tangan saya dengan darah kotornya. Satu saja diantara kalian mengambil penawarannya, jangan harap saya akan bermurah hati" ucap Shelly lantang di dapur penuh dengan kewibawaan.


Semua pegawai menunduk lalu mengangguk tanda mengerti.


Mana mau mereka mengikuti wanita tak tahu malu itu. 'Belum jadi apa apa saja sok berkuasanya nauzubillah, apa lagi sudah jadi apa apanya keluarga ini. Benar benar tak tahu malu'. Benak para pekerja.


Shelly langsung naik ke kamar untuk membersihkan diri dan beristirahat sebentar sebelum turun untuk membantu menyiapkan makan malam setelah membubarkan para pekerja.


Dia memang masih belum bisa masak, tapi dia berusaha untuk terbiasa berada di dapur meski hanya membantu menyiangi sayuran atau hanya sekedar membuat kopi untuk suaminya.


Wejangan sang momy sebelum kembali ke kota asalnya, yaitu belajarlah jadi istri yang baik agar tidak mempermalukan diri sendiri dan momy nya kelak. Tak menutup kemungkinan para pengganggu di masa depan mencibirnya sebagai istri yang tak bisa mengurus suami. Meski Sean dan Rosie tak mempermasalahkannya, namun semua itu harus dia ubah demi harga dirinya sebagai seorang istri, bukan?.

__ADS_1


__ADS_2