Friends With Benefits (Teman Tapi Mesra)

Friends With Benefits (Teman Tapi Mesra)
Klepek Klepek


__ADS_3

"Bungkusan apa itu?" tanya Sean kala sudah masuk kedalam mobil unik sang nenek yang kini dimonopoli Shelly.


"Ooh, itu kado buat nenek. Biar sehat terus. Umur boleh tua, tapi jiwa harus tetep muda. Bener gak?" jawab Shelly bijak.


TumbenπŸ™„


Shelly berganti posisi dengan Sean yang mengemudikan mobil hasil modifikasi Shelly.


"Tadi ada ribut ribut apa di kantor? kamu gak bikin ulah kan?" tanya Sean yang penasaran. Dia sangat yakin jika kegaduhan tadi siang sang istri lah salah satu penyebabnya.


Pasalnya selama ini kantor itu terasa tenang dan mencekam. Namun belakangan ini setiap karyawan yang ia temui pastilah tengah tersenyum ataupun menampilkan sisa tawa sembari menggelengkan kepala.


Apa lagi yang membuat mereka seperti itu jika bukan karena ulah nyeleneh sang istri.


"Su'uzon sama istri sendiri hukumnya dosa tau" jawab santai Shelly.


"Mmm.. mengenai orang tuaku.. apa gak sebaiknya kita terus terang aja? aku gak mau membuka celah buat orang lain untuk merusak hubungan kita karena belum tahu tentang status kita yang udah resmi" usul Sean yang ingin segera menghirup nafas lega dan menggandeng Shelly dengan bangga dan penuh cinta sebagai istri.


Kenapa harus bangga? karena dia bisa menampik anggapan jika dia lelaki tak normal.


"Tapi aku belum siap dipublikasikan" tukas Shelly mereda.


"Katakan padaku, apa yang membuatmu belum siap dipublikasikan? apa orang tuamu melarangmu nikah muda?atau.. jangan jangan kamu sudah dijodohkan?" tebak Sean sembari meremas sebelah tangan Shelly dengan tangan yang terbebas dari kemudi.


Ada rasa tidak rela jika dia harus dihadapkan pada kenyataan bahwa Shelly sudah dijodohkan oleh kedua orang tua sang istri.


"Sebenernya... aku.. aku udah nikah..."


jedderr


Pernyataan Shelly bagaikan petir menyambar di siang bolong. Sean sontak melonggarkan remasan tangannya. Hatinya hancur seketika.


Mulutnya ia buka, namun ia katupkan lagi karena tak tahu harus berkata apa.


Kenyataannya ternyata lebih dari dugaannya.

__ADS_1


"Kayaknya mereka bakalan bereaksi kek gitu kali ya" lanjut Shelly cuek.


"M maksud.. kamu..?" Sean sungguh tak mengerti.


"Orang tuaku. Kalo aku bilang kek gitu, mereka pasti bakalan bereaksi sama kek kak Sean barusan kali yak" terang Shelly santai yang lantas menghidupkan audio mobil.


Sean kembali membuka mulut namun disertai dengusan. Tak percaya jika dia dikerjai permainan kata kata Shelly.


Ada rasa lega, namun gendok lebih mendominasi.


Kesian kan petir yang udah nyambar masa mo balik lagi.


Sean menggasak rambutnya sendiri. Merasa gemas dengan wanita langka yang satu ini.


Ingin rasanya dia meng-unyel unyel Shelly lalu menguyahnya dan menyimpannya dalam kantong celana.


"Terus gimana?" lanjut Sean yang merasa belum mendapat jawaban.


"Gimana apanya?" Shelly balik bertanya dengan kepala mengangguk angguk mengikuti irama lagu R N B.


"Karena janjiku pada momy" jawab Shelly dengan bibir masih monyong seperti bebek.


Sean yang gemas menghentikan mobil itu lalu merangsek maju mengecupnya sekilas.


"Apa yang kamu janjikan" lanjut Sean yang juga melanjutkan perjalanan mereka untuk pulang.


"Aku berjanji kalau aku dan Axel bisa sukses meski jauh dari mereka. Kami memutuskan untuk hidup mandiri tanpa sokongan mereka. Dan mereka menantikan hal itu.


Bisa kakak bayangkan jika tiba tiba mereka mendapat kabar kalo aku sudah menikah karena insiden yang aku perbuat. Akan lebih mengecewakan lagi kalo aku dipenjara karena insiden itu.


Seburuk buruknya aku akan sifatku, aku bukan tipe orang yang ingkar janji.


Dan untuk itulah, aku mohon pengertian kakak, juga nenek, tolong bersabarlah hingga aku menyelesaikan studi ku dan mendapat nilai memuaskan lalu diterima bekerja di perusahaan bonafide" jelas Shelly membuat Sean termenung.


"Dua tahun, paling cepat ya" gumam Sean yang diangguki Shelly tanpa sepengetahuan Sean karena tatapan Sean lurus ke depan.

__ADS_1


"Terus teletubies ku gimana nasibnya" lanjut Sean merengek membuat Shelly tergelak.


Tiba di mansion milik Rosie, Shelly segera turun dan membawa kado untuk sang nenek mertua tercinta dengan senyum semringah.


"Neneeeek.... nunggu Shelly pulang yah.. Shelly kangeeen.. muah muah muaaah..." sapa Shelly nyaring menggema di seluruh mansion yang tadinya sepi.


Rosie yang di kecupi pipinya oleh Shelly pun merasa terharu karena bukannya dia yang menyambut sang cucu menantu dari pulang kerja, namun malah dia yang disambut dengan begitu hangat.


Kesehatan Rosie pun kini tak pernah terdengar kambuh lagi. Dia terlihat lebih cerah dan ceria belakangan ini semenjak hadirnya Shelly dan Axel di mansion ini, membuat rumah sepi nya menjadi ramai karena ulah dua insan yang kompak dengan aktifitas masing masing.


"Shelly punya hadiah istimewa buat nenek. Karena besok nenek ada jadwal kontrol, Shelly sarankan nenek memakainya agar terlihat lebih sehat dan nenek gak perlu minum obat lagi. Dijamin dokternya pasti angkat kelima jempolnya, nek" cerocos Shelly yang menyodorkan kotak yang dibungkus kertas kado elegan berwarna merah dengan pita berwarna pink.


"Ya ampun, cucu mantu nenek perhatian sekali. Dari mana kamu tahu kalau besok jadwal kontrol nenek?" tanya Rosie terharu, sembari tangan keriputnya membuka satu per satu plester yang mengunci tiap lipatan kertas pembungkus itu.


"Shelly liat di kalender. Tuh.. nenek tandain pake spidol warna merah berbentuk hati" tunjuk Shelly pada kalender malang yang digantung selama setahun.


Wajah keriput Rosie merona. Tak menyangka jika cucu menantu nya lebih peka dibanding cucu kandungnya sendiri.


Tapi kalau dipikir pikir, cucu kandungnya ini memanglah bukan tipe lelaki peka yang akan mengerti isi hati wanita yang menyimpan rasa untuknya. Beruntung Sean bertemu Shelly yang tanpa bersusah payah mencari perhatian Sean, malah cucu nya yang tergila gila pada Shelly.


"Oalaah.. apa.. ini.." tangan keriputnya bergetar kala menyentuh lalu mengangkat tinggi lingerie berwarna merah menyala membuat Sean dan perawat pribadi menutup mulut mereka dengan sebelah tangan.


"Cantik kaaan... dijamin ayang dokter klepek klepek kalo mo periksa nenek, terus-"


"Bocah kurang ajar.." Rosie yang belum sempat duduk pun sontak melemparkan kotak pembungkus juga bantal dan apapun yang bisa ia raih ke arah Shelly yang sudah melesat menghindari timpukan yang Rosie lemparkan termasuk sendalnya.


Dengan semangat memburu, Rosie mengejar Shelly yang melompat lompat menghindari lemparan Rosie.


Inilah yang dilakukan Shelly salah satunya untuk membuat sang nenek bergerak. Tidak melulu duduk di kursi goyang dan membuat ototnya perlahan kaku.


"Bocah tengik, sini kamu.. otak mu itu bermasalah, perlu nenek cuci biar kinclong.. sini kamu.." pekik Rosie bersemangat.


...AIOOO JEMPOL KALIAN ADA BERAPAAπŸ˜† ...


...πŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ»...

__ADS_1


__ADS_2