Friends With Benefits (Teman Tapi Mesra)

Friends With Benefits (Teman Tapi Mesra)
Klasik


__ADS_3

Shelly lupa jika berita kecelakaan beruntun itu disiarkan di berita tv lokal.


Tapi kenapa momy nya belum menelfonnya?


Seperti hal nya Rosie yang langsung meributkan masalah tanggung jawab, Chelsea sang momy pun pasti akan langsung bergerak dan membombardirnya dengan raungan dan keputusan untuk mereka agar kembali ke rumah mereka di kota kelahiran mereka.


"Baiklah, kalian bisa kembali. Tunggu panggilan dari kami untuk langsung datang ke kantor agama. Dan saya ingatkan, tak ada celah bagi kalian untuk kabur" ancam Rosie.


"Shelly.." seru Sean memanggil Shelly yang hendak menaiki motor RX KING hasil modifikasi bersama Axel untuk pulang.



Sean tertegun melihat tampilan motor yang kedua bersaudara ini bawa. Pasalnya saat mereka datang, Sean sudah tiba lebih dulu dan langsung menuju meja makan.


Hobi kedua saudara ini sungguh mengasyikan. Terkesan liar namun elegan. Sean sendiri sebenarnya suka dengan hal yang berbau liar, hanya tak menggilai saja. Sedangkan kedua orang ini, tampaknya jiwa liar sudah mendarah daging.


Shelly mengurungkan niatnya memakai helm. Rambut panjang dengan model potongan face framing layer yang sudah ia gulung keatas untuk dimasukkan kedalam helm kembali ia kibaskan.


Lagi lagi Sean tertegun.


Mata tajam itu lagi lagi membuat jantungnya bermasalah.


Apa dia terintimidasi dengan tatapannya, ataukah ada hal lain yang ia sendiri tak bisa menjelaskan.


"Apa?" tanya Shelly yang merasa ada yang ingin calon suaminya ini sampaikan.


"Mengenai pernikahan kita nanti.. mmm.. kuharap kamu gak perlu terlalu khawatir. Anggap saja kamu memiliki teman baru" ucap Sean sedikit sangsi jika Shelly mau berteman dengannya. Secara Sean bukanlah laki laki berjiwa liar seperti Axel atau Rendi.


"Deal"


Tanpa Sean duga, Shelly menyodorkan tangannya untuk bersalaman tanda sepakat.


Tak hanya itu, Shelly juga menampilkan senyum manisnya yang belum ia lihat semenjak pertama bertemu dengannya.


Senyuman manis dengan gigi ginsul yang menghiasi.


Sean balas tersenyum gugup sambil meraih uluran tangan Shelly.


"Mai gaat cengkraman tangannya... ni cewek kalo malam pertama bakalan garang keknya" batin Sean yang tiba tiba membayangkan malam pertama dengan gadis bar bar ini.


Otak oooh otak... bekerjalah dengan baik, jangan sampai hilang kewarasanmu.


Senyum Shelly mendadak sirna kala melihat tatapan tak biasa dari Sean.

__ADS_1


"Om mikir apaan?" tebak Shelly yang langsung melempar tangan yang tengah menggenggam tangannya.


"Hah.. eng.. enggak.. baru liat aja kamu senyum" jawab Sean dengan gugup.


.....................


Pernikahan sudah dilangsungkan pagi tadi disebuah kantor urusan agama.


Pernikahan yang sah secara agama dan negara meski yang menjadi wali nikahnya adalah wali hakim yang ditunjuk pihak KUA setelah mendengarkan berbagai alasan kenapa Shelly tidak memanggil sang ayah untuk menjadi wali nikah karena status orang tua Shelly masih lengkap.


Shelly dan Axel langsung diminta pindah ke rumah besar milik Rosie sebelum dibawa Sean ke apartemennya.


Tentu saja Rosie yang memintanya untuk tinggal di kediamannya selama seminggu.


Bukan karena apa, melainkan Rosie ingin lebih mendekatkan diri dan lebih mengetahui sifat Shelly sang cucu menantu yang dia yakini wanita yang cocok mendampingi cucunya yang dingin terhadap wanita.


Rosie pikir dua bersaudara ini akan berdecak kagum kala mengajak mereka masuk kedalam rumah super besar dan super mewahnya.


Entahlah, kenapa dia membangun rumah yang bisa dijadikan arena bermain golf itu, padahal dia hanya memiliki 2 orang anak dan 1 cucu.


"Sean, bawa koper istrimu ke kamarmu, setelah itu kita makan siang" titahnya pada sang cucu dan berhasil membuat Sean sang cucu gugup.


Pasalnya, baru kali ini dia harus berbagi kamar dengan lawan jenis. Hal yang dia hindari selama hidup sendirian di apartemen.


"B-baik, nek" jawab Sean.


Shelly hanya menutup mulutnya seraya mengamati ornamen dan interior rumah mewah yang setara dengan rumah orangtuanya.


Axel yang sedari masuk rumah kepalanya celingukan mencari keberadaan dapur itu terlihat antusias kala menemukan apa yang dicarinya.


"Sayang, apa yang kamu inginkan untuk makan siang?" tanya Rosie ramah pada Shelly yang tengah menilik langit langit ruangan tengah.


"Apapun yang Axel buat, aku makan" ucap Shelly cuek.


Rosie mengerti akan sikap cucu menantunya. Siapa yang suka jika dinikahkan paksa.


Tapi bagi wanita kebanyakan, bukankah seharusnya mereka senang karena dipersunting oleh keluarga kaya.


Itulah yang membuat Rosie tertarik pada Shelly.


breemm...


Telinga Shelly menangkap suara tak asing yang muncul dari arah belakang rumah.

__ADS_1


"Nyonya, bolehkah saya melihat lihat rumah ini?" pinta Shelly pada Rosie.


"Nenek, sayang. Panggil aku NENEK" tekan Rosie pada kata terakhirnya.


"Ah, iya. Nenek. Bolehkah Shelly melihat ke belakang rumah" pintanya lagi.


"Tentu saja, sayang. Anggap rumahmu sendiri" Rosie memberikan izin.


Tanpa menunggu lama Shelly langsung melesat kearah belakang dengan senyum mengembang.


Rosie melipat keningnya. Terheran dengan apa yang telah menarik perhatian gadis itu.


Rosie mengikutinya dari belakang karena melihat ekspresi bersemangat Shelly.


"Uwooow..." kagum Shelly pada penampakan tua didepannya.



"Apa ini milik nenek" tanya Shelly tanpa mengalihka tatapannya dari mobil otewe klasik. Karena sesuatu yang dikatakan klasik jika umurnya diatas 50 tahun.


🤔 Nenek Rosie umurnya udah bisa dibilang klasik🤭


Corolla KE30 keluaran tahun 1976 yang terlihat terawat cantik tengah di rawat oleh seorang montir.


"Tentu saja itu milikku. Mobil pertamaku bersama kakek Sean. Hah.. laki laki itu.. dengan tega nya meninggalkanku lebih dulu" ucap Rosie sambil memutar kembali memori nya bersama sang suami yang sudah 10 tahun menghadap sang Khalik.


"Kalian saling mencintai?" tanya Shelly yang melihat binar cinta dimata Rosie kala menceritakan sedikit kisahnya.


"Hehe.. awalnya aku tak punya perasaan apapun padanya. Kami kepergok berduaan didalam mobil yang aku sewa dan dia saat itu bekerja sebagai supir tembak. Tiba tiba ban meletus di sebuah jalanan sepi saat menjelang malam, lalu hujan besar turun tanpa kami duga.


Hujan deras yang tak kunjung berhenti membuatku kedinginan. Dan dia dengan gentle nya membuka jaket yang dia kenakan lalu memakaikannya padaku, tepat saat dua orang melewati mobil kami dan mengira kami tengah berbuat mesum.


Hahaha... aku tak tahu ekspresiku saat itu, namun aku masih mengingat ekspresinya yang panik namun dia tanpa mempersulit, mau menerima tuntutan warga untuk menikahiku.


Awalnya dia bilang akan menceraikanku jika aku tak berkenan menikah dengannya. Menikah hanya untuk menyelamatkan diri kami dari hukuman rajam para warga membuatnya mengambil tawaran seperti itu.


Tapi aku yakin kalau kejadian itu merupakan takdir Tuhan bagi kami dalam mendapatkan jodoh" panjang lebar Rosie memutar ulang kejadian nostalgia yang membuatnya menitikan setetes air mata.


SELAMAT TAHUN BARU BEIBZ


MAAF BARU UP KARENA SATU DAN LAIN HAL


SEMOGA KALIAN TETAP SETIA MENUNGGU LANJUTAN CERITA DARI KU

__ADS_1


TAMPOL JEMPOLNYA👍🏻


😘😘😘


__ADS_2