Friends With Benefits (Teman Tapi Mesra)

Friends With Benefits (Teman Tapi Mesra)
Berburuk Sangka


__ADS_3

Mobil sampai di basement hotel dengan selamat setelah sang supir berjuang sekuat tenaga menggadaikan nyawanya selama perjalanan.


Bagaimana tidak, sesaat dia harus mengemudi menggunakan mata batin karena pertarungan sengit pangeran bertopeng dengan sang ratu bulan di belakang sana. Oleh karena itulah dia langsung melesat keluar menyelamatkan diri.


"Kamu jahat. Kesian kan pak Endang ga da lawannya. Main hajar ga tau tempat" gerutu Shelly sambil merapikan pakaiannya.


Sean terkekeh. Memang mereka tak sampai em el di dalam sana disaksikan sopir.


Bisa dihujat abis abisan othorπŸ™ˆ


"Langsung ngamar aja yok" pinta Sean memelas.


Pasalnya, bulan sabitnya kini menjadi bulan setengah, dan dia tak kuasa menahannya lagi untuk terbit sempurna sebentar lagi. Dia ingin kembali melolong setelah sekian lama tersesat dalam dunia asing nan sepi.


πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„


"Ngamar juga kan butuh energi. Makanya cepetan kita sat set makan, biar cepet ngamar" gerutu Shelly yang lantas membuka pintu setelah merapikan pakaiannya.


Sean terkekeh. Sudah lama dia tak bercengkrama dengan istrinya ini. Untunglah Shelly tak kembali mempermasalahkan kesalahannya. Semoga tidak ada lagi hal buruk yang menimpa keutuhan rumah tangga mereka.


Sean pun merapikan diri dan segera menyusul sang istri yang sudah kelaparan. Biarlah istrinya kenyang dahulu sebelum ia memakannya.


Sean segera keluar dari mobil untuk menyusul sang istri yang sudah..


"Shelly.." seru Sean melirik ke kiri dan ke kanan.


"Sayang.. kok ninggalin sih.." seru nya lagi menggema di lantai basement itu.


"hhhh..." Sean menghela nafas kasar. Sifat jahil istrinya itu memang tiada dua.


Sean melangkah kearah lift sambil sesekali mengedarkan pandangan. Mungkin Shelly sudah lebih dulu sampai di resto.

__ADS_1


Mungkinkah?


Karena tidak fokus, Sean hampir tertabrak mobil yang melintas di jalur keluar saat hendak menyebrang ke area lift.


tiiiiiiin....


"Astaga... " ucap Sean terkejut sambil mengelus dada.


Sean menoleh pada mobil yang hampir menabraknya.


"Berhenti? kenapa mobil itu berhenti melintang dan..


bergoyang goyang?" batin Sean.


Sean menghentikan langkahnya dan memperhatikan mobil hitam berjenis blind van yang tengah bergoyang itu.


"Apa mereka tak bisa menahan diri ya?" pikir Sean kearah adegan plus plus.


sreet..


Pintu slide blind van itu terbuka dan..


"Kaaaaak...." suara teriakan seorang wanita yang ia kenal membuat Sean terkesiap.


"Shelly?" lirihnya memastikan dan melangkah mendekat sedikit berlari.


Namun mobil van itu kembali meluncur dan pintunya kembali terbuka dalam keadaan mobil melaju membuat Sean panik dan mempercepat langkah larinya.


"KAK SEAAAAN....." lanjut Shelly berteriak sambil tampak meronta dan menghajar orang yang menariknya kedalam van lalu menutup pintunya.


"Shellyyyy....." teriak Sean karena langkahnya tak bisa menyusul laju mobil van yang membawa istrinya pergi itu.

__ADS_1


"Sialaaan..." umpatnya berteriak dan langsung berlari kembali kearah mobil nya untuk mengejar mobil yang membawa sang istri.


Di dalam mobil, Sean menghubungi orang orang yang sekiranya bisa menolongnya melacak mobil tanpa plat nomer itu.


Termasuk menghubungi sang mertua karena relasinya cukup luas termasuk pihak kepolisian dan dinas perhubungan. Tak lupa ia menghubungi Axel dan memberi ya petunjuk mengenai ciri ciri mobil yang dia ingat.


Beruntung Axel tengah berada di sekitaran lokasi hotel itu dan menunggu kemunculan mobil mencurigakan sesuai deskripsi Sean dari sebrang jalan.


"Sayang, bertahanlah" gumam Sean khawatir.


Dikarenakan tempat parkir itu berbayar, jadilah mobil Sean sedikit tertahan untuk mengantri kala hendak keluar area parkiran untuk membayar biaya parkir.


"Kak, apa kakak yakin mobilnya warna item?" tanya Axel melalui sambungan blutut.


"Gue belom rabun dan gak buta warna. Masa liat warna item jadi putih?" sanggah Sean sedikit kesal.


"Nah itu masalahnya. Kalo mobil van item tanpa plat belom muncul muncul, nah kalo van warna putih, barusan lewat, goyang goyang pula waktu bayar parkir" tukas Axel dengan yakin.


"Sial.. ikutin mobil itu" titah Sean yang melihat penampakan mobil van hitam tadi teronggok sembarang nan melintang di sudut parkiran. Dan kondisinya sudah kosong.


"Bangsat.. Mereka genti mobil" geram Sean yang segera melajukan mobil tua Rosie dengan cepat setelah membayar parkir.


"Dimana posisi lo?" tanya Sean.


"Perempatan ke dua belok kanan" jawab Axel.


Sean mengikuti arahan Axel.


Dengan perasaan campur aduk, Sean bertanya dalam hati. Siapa lagi yang berniat tak baik terhadap keluarga mereka?


Apa mungkin?

__ADS_1


Sean mencoba menebak. Tak ingin berburuk sangka, tapi kemungkinan terbesar yang melakukan hal ini hanya orang itu.


__ADS_2