
Masih Flash back
Shelly menceritakan semua yang dia alami. Bukan bermaksud ingin mengadu, namun orang orang ini perlu diberi pelajaran.
"Kamu tenang aja. Masalah Cindy, biar papa yang urus. Papa memang udah lama sebenernya merasa gak ada keuntungan berarti kerjasama dengan perusahaan keluarganya. Hanya saja, kekhawatiran mama mu ini yang membuat papa terpaksa seolah meminang Cindy untuk Sean. Kalau saja papa tau Sean sudah punya kamu, papa mana mau besanan sama dia" tukas Sabastian mengungkapkan curahan hatinya.
"Papa ini gimana sih, waktu itu bilangnya setuju karena Cindy selain baik, cantik pula. Eh ada yang lebih cantik, pindah haluan. Dasar jalu" gerutu Tiara.
Shelly terkekeh.
"ma..pa.. setelah ini.. apapun yang Shelly lakukan, tolong tetep dukung Shelly. Sebenarnya ada masalah yang lebih besar lagi, dan ini menyangkut masa depan pernikahan kami. Shelly mohon bantuan kalian semua untuk merahasiakan rencana Shelly. Dan biarkan kak Sean menganggap Shelly amnesia.." pinta Shelly.
"Kami akan selalu mendukungmu, sayang. Tolong maafkan anak kami. Mama yakin kalo dia sangat sangat mencintaimu. Kalo enggak, dia gak bakalan ngerengek minta di mutasi balik kesini" balas Tiara. Shelly merespon dengan senyum lemahnya.
"Mom.. dad.. aku minta kalian mengerahkan orang orang kalian untuk mencari orang yang Shelly sebut tadi, juga.."
__ADS_1
"Momy udah bilang sama dady tentang Alvaro, dady akan mengurusnya" potong Bryan menenangkan Shelly. Tapi Shelly masih belum bisa menebak hubungan Rendi dengan Evi dan tujuannya melakukan itu pada suaminya, Sean.
Saat Shelly tengah koma, bukan berarti dia tak mendengar segala perkataan orang yang membersamainya.
Rasa sakitnya tidak boleh mengalahkan akal sehat nya.
Ego nya harus dia kesampingkan. Sekarang saatnya membalas perbuatan mereka satu per satu.
"Sudah kubilang jangan pernah berani mengusikku" batin Shelly.
Keesokan harinya, Shelly mendapat info jika perempuan yang bernama Evi, yang merupakan alumni satu sekolahan dengan Sean, sering keluar masuk sebuah restoran elit yang mana adalah milik sang suami.
Untuk itulah Shelly berniat untuk mencari tahu asal muasal niat bejat Evi yang tanpa ia duga berhubungan dengan Rendi, mantan sahabatnya.
Yang Shelly yakini, jika Sean tak mengetahui mengenai kedatangan rutin Evi ke restorannya itu.
__ADS_1
Menurut informasi, Evi merupakan lulusan teknik kimia pangan di sebuah universitas di luar pulau.
Yang lebih mengejutkan adalah, wanita itu pernah terlibat komplotan pengedar narkoba dan merekayasanya dengan mencampurkannya pada jajanan anak maupun dewasa.
Dalam pelariannya dia terpisah dengan komplotannya namun masih saling berkomunikasi.
Evi sebagai peracik berusaha menciptakan bentuk baru dalam menyebarkan barang haram itu. Salah satunya dengan membuat lipgloss dari gelatin. Dan itu didapatnya dari seorang chef.
Mulai dari pemasok gelatin, jenis dan berat yang dibutuhkan dalam pembuatan, bahan bahan alami yang dicampurkan agar aman digunakan.
Tentu saja Evi mencampurnya dengan bubuk haram itu.
Satu yang bisa Shelly simpulkan dari temuannya ini adalah, saat Shelly hendak dilecehkan Rendi tempo hari, laki laki brengsek itu mengatakan jika dia saat itu diobat teman nongkrongnya. Bisa jadi itu adalah Evi.
Sasaran pertamanya kini adalah restoran itu. Tak menutup kemungkinan wanita itu kembali kesana.
__ADS_1