Friends With Benefits (Teman Tapi Mesra)

Friends With Benefits (Teman Tapi Mesra)
Dalang


__ADS_3

Flash back


Chelsea berlari tergesa saat Axel memberitakan perihal tragedi yang menimpa saudaranya dengan tergugu.


Sungguh, dia tak akan membiarkan siapapun hidup dengan tenang.


Setidaknya membuat si pelaku merasa hidup segan, mati pun mikir dulu.


Saat itu kedua orang tua Shelly dan kedua orang tua Sean bertemu untuk pertama kalinya dalam satu ruangan.


Dan itu cukup mencekam.


Bagaimana tidak, orang tua mana yang rela anak perempuannya tersakiti, entah itu disengaja maupun tidak. Dalam hal ini, Chelsea dan Bryan telah menitipkan dan menyerahkan tanggung jawab mereka terhadap anak mereka pada lelaki yang kini mengambil alih peran itu.


"Momy, dady, mama, om papa.."


"Papa, sayang. Panggil papa saja" potong Sabastian sambil memijat pelipisnya.


"Tolong jangan berselisih gara gara Shelly.. seandainya.. seandainya Shelly gak ada.."


"Jangan sompral kalo ngomong" sergah Chelsea memotong narasi Shelly.

__ADS_1


"Ya elah, mom. Haru dikit napa" tukas Shelly meski lemah namun masih mampu nyeleneh membuat Bryan terkekeh.


Tiara dan Sabastian yang tadinya terharu terkejut dan menghela dada mereka karena tingkah ibu dan anak yang diluar sangkaan mereka.


"Lagian kamu kalo mo jatoh ya di ranjang aja napa, gegayaan pake jatoh di tangga segala. Ketar ketir kan momy jadinya" omel Chelsea namun sarat akan rasa khawatir yang teramat sangat.


"Tapi Shelly udah naik level kan mom. Gak jatoh dari pohon lagi buat narik perhatian momy yang sibuk hanimun terus sama dady" celetuk Shelly membuat Chelsea hampir menampar lengannya dan yang lain hanya bisa geleng geleng kepala lagi dengan interaksi keduanya.


Chelsea terus mengusapkan tangan Shelly di pipinya yang berkali kali dibasahi lelehan air mata.


"Shelly minta.."


"Jangan sompral, kata momy juga" Chelsea kembali memotong perkataan Shelly.


"Lebih jago momy.. apa kenapa, mo ngomong apa" Chelsea kembali memotong Shelly.


"Hhhh... paling disayang dady.." lanjut Shelly membuat Chelsea mengetatkan rahang, lalu menoleh pada sang suami.


"Inget umur, sayang" bujuk Bryan yang malah disalah artikan Chelsea.


"Jadi mau nyari yang masih muda, gitu? gak usah anak gadis sendiri kan bisa?" geram Chelsea mengetatkan rahang.

__ADS_1


"Berarti boleh tuh, dad, nyari yang lain" timpal Shelly membuat Chelsea melayangkan cubitan di tangan Bryan.


"Ayo pulang" tukas Chelsea dibalas kekehan yang ada di ruangan itu.


"Mama.. maaf ya kalo keluarga Shelly gak sesuai dengan kelas arisan mama. Kita apa adanya kek gini" ucap Shelly pada mama mertuanya.


"Gak pa pa, sayang. Mama justru seneng sama kalian. Gak nyangka aja, jadi mama gak usah sibuk pamer ini itu sama besan mama. Ya jeng, ya? Mama suka pusing, kalo gak ikut arisan dibilang sombong, kalo ikut ya gitu, harus apdet perhiasan. Kan kesian papa yang udah jibaku nyari sesuap berlian dan sebongkah nasi" timpal Tiara yang disambut kekehan Shelly dan Sabastian.


"Mama ini udah ada kemajuan, ternyata" balas Sabastian.


"Kemajuan apa, pa?" tanya Tiara.


"Nyeleneh, ketularan Shelly" timpal Sabastian.


"Ya ampun.. kalo makannya aja berlian, dibuangnya jadi apa dong"


......................


Saat itu Sean tengah kembali ke luar kota untuk mengurus kekacauan yang menyebabkan rumah tangganya hancur.


Dia memerintahkan anak buahnya untuk membereskan kekacauan itu, namun sosok yang Sean informasikan tak tampak berada di rumah itu.

__ADS_1


Sudah Sean duga. Lalu dia memerintahkan untuk melacak keberadaan Evi juga Rendi. Karena dia percaya, Rendi adalah dalang semua ini.


__ADS_2