
Flash back off
Shelly memulai hari pertamanya bekerja di restoran.
Karena dia sedang mengandung, Shelly memakai sepatu flat.
Usia kandungannya yang memasuki bulan ke tiga tak membuat perubahan besar pada tubuhnya. Tentu saja dia membatasi ruang geraknya agar calon buah hatinya tak tersakiti.
Beruntung Edrik memberi posisi di back office sehingga dia tidak akan terlalu banyak bergerak.
Memakai kemeja putih berlengan panjang, dan rok span hitam diatas lutut khas waitress, namun Shelly meminta rok span panjang se mata kaki dengan belahan se paha untuk membedakannya dengan waitress.
"Ok, perhatian semuanya.. perkenalkan, ini karyawan baru kita, Shelly Andromeda. Dia akan mengurus masalah administrasi kita yang cukup kacau. Semoga Shelly bisa menata administrasi resto dengan baik. Tolong kalian saling membantu karena kita adalah tim. Ok?" Edrik memperkenalkan Shelly pada seluruh pegawai.
"Baik, Chef" seru para pegawai serempak.
__ADS_1
"Hai, aku Rio. Boleh minta nomer watsap?" tanya salah satu pegawai lelaki tanpa basa basi.
Shelly sedikit menarik bibirnya. Meski penampilannya natural, namun kecantikannya tak berkurang sedikitpun.
"Tapi saya gak punya ponsel. Gimana dong?" jawab Shelly enteng. Dia lantas menunduk untuk berpamitan pergi ke ruangannya di belakang resto. Banyak yang harus dia pelajari.
"My god.. bukan cuma parasnya yang cantik, suaranya juga cantik, coba kalo tadi gua rekam bisa kebawa mimpi, ahayy.." gumam Rio menampilkan wajah semringahnya.
"Lebay, lu. Tiap ada anak baru dimodusin" timpal seorang karyawati bernama Susan, menggerutu.
"Iya, udah jadi masa depan orang lain. Liat dulu jari manisnya kalo mo nyantolin ati. Mumpung belom jatoh hati sejatoh jatohnya, kan sayang tuh ati kalo dikilo berapa duit coba" balas Susan menyurutkan senyum semringah diwajah Rio yang cukup tampan.
"Yah.. keabisan stok cewek cakep lagi dong, gua" keluh Rio.
"Ealah.. bu Evi mo dikemanain?" timpal Susan yang langsung dibekap mulutnya oleh Rio.
__ADS_1
"Berisik lo. Si bos denger bisa dipecat tau" tukas Rio berbisik, lalu tangan yang membekap mulut Susan ditepisnya.
"Sarap lo. Main api tapi gamau kebakar. Ogah gue mah ikut ikutan nanggung dosa elo" sarkas Susan yang langsung pergi.
"Ngomongin tentang bu Evi. Napa gue ngerasa puyeng ya kalo abis em el sama dia? bodo ah, daripada gada pelampiasan" monolog Rio yang tanpa sadar didengar oleh Shelly dibalik tembok.
Shelly menjalani hari pertamanya dengan serius. Dia men sinkronkan jumlah sisa bahan baku dengan yang baru masuk.
Dengan teliti menghitung dan mendengarkan penjelasan Edrik tentang kualitas bahan baku yang harus dipilah dan langsung dikembalikan pada pensuplai, lalu meng entrinya dalam data base stok resto.
Selalu ada gesture yang disengaja Edrik agar mereka bersentuhan ataupun menciptakan momen yang akan membuat scene drama tidak sengaja seperti bertatapan ataupun berciuman.
Namun tidak Shelly tanggapi karena Shelly tetap tak mau menatap Edrik meski dia sengaja memanggil namanya agar Shelly menoleh.
"Gak usah modusin saya pak. Hari pertama saya kerja masa udah di bully karyawan gara gara saya yang dituduh ngegoda bapak" sindir Shelly membuat Edrik mengurungkan niatnya.
__ADS_1
"Lagian kalopun mau ngegoda, ngapain sama bapak yang cuma wakil, mending sama pemiliknya aja kan? gak peduli udah tua, yang penting duitnya. Apalagi kalo masih muda, dapet bonus deh. Gak masalah kalo dia udah punya bini. Cewek manapun pasti mikir kek gitu. Kecuali yang kelainan ****, cowok manapun pasti diembat" imbuh Shelly.