
"Axel.." seru ku memanggil ponakan istriku yang kini mendongakkan kepalanya.
"Kak.. Shelly, kak.. " bocah yang tak bisa jauh dari istriku itu memelukku. Menumpahkan kesedihannya padaku. Tampaknya dia belum mengetahui mengenai perselisihanku dengan istriku.
Syukurlah.
Setidaknya dalam masa sulit seperti ini tak akan terjadi keributan.
Kulirik pria yang tengah menyandar di tembok dan menundukkan kepala.
Kenapa dia tampak sangat sedih dan..
"Siapa dia?" tanyaku pada Axel dengan mata menyorot pada pria itu.
Apa dia mengenal Shelly?
Kenapa sesedih itu?
Pikirku sembari mencoba mengingat pernah melihatnya dimana.
Mataku seketika membola saat teringat orang itu.
"Dia temen Shelly yang bantuin kita nolong Shelly. Untung ada dia yang cepat mengeluarkan mobil dan membawa Shelly kesini. Kalo enggak.." Axel kembali tergugu di kursi tunggu.
"Bagaimana dengan nenek? apa beliau baik baik saja?" tanyaku karena Axel memberitahukan di telfon jika Shelly dan nenek jatuh dari tangga.
Tak bisa kubayangkan..
"Nenek hanya pingsan. Dia shock karena jatuh dari ketinggian. Untung Shelly menangkapnya dan melindunginya.
Ini semua gara gara wanita yang mengejarmu, kak" geram Axel diakhir ceritanya.
"Maksudmu.."
"Cindy... dia dengan sengaja mendorong nenek. Sekarang dia sudah diamankan" jelas Axel.
__ADS_1
Aku termenung.
Lagi lagi orang yang berusaha mendekatiku. Namun ini menyakiti secara fisik.
"Kabari aku kalau Shelly sudah keluar" pesanku pada Axel yang mengangguk.
Aku menuju ruangan lain kala mengingat wanita yang kubiarkan tergeletak.
Reaksi berantai akan terjadi setelahnya. Dan aku harus siap akan segala kemungkinan.
Shelly sudah dipindahkan ke ruang ICCU.
Syukurlah dia berhasil selamat.
Bersama calon anak kami.
Dan ini hari ke 3 dia dalam keadaan koma.
Aku menjatuhkan diri di lantai. Bersandar pada dinding yang dingin. Merogoh ponsel dan menyalakan layar yang menampilkan foto kebersamaan kami.
Aku raba gambar wajah blasteran itu dengan sayang.
Senyum manisnya, rasa bibirnya..
degg
Tiba tiba kilatan ingatan melintas.
Bayangan Shelly yang tiba tiba muncul dihadapanku, bertepatan dengan kepalaku yang terasa sakit, lalu.. aku mencumbunya.. samar samar wajah itu berganti menjadi orang lain.. lalu.. aku tak ingat jika aku menggauli siapapun setelahnya, karena setelah mencumbunya.. aku tak ingat apa apa lagi.
"Sialan" umpatku mendesis.
Kilatan ingatan kembali menghampiri.
Rendi..
__ADS_1
Aku ingat melihat bayangan Rendi. Di kamarku... bercinta dengan wanita ular itu.. tepat disebelahku.. sebelum kesadaranku hilang.
Aku menghitung waktu.
Setelah kejadian itu, aku merasa lain kala melihat penampakan Evi.
Sifatnya yang dulu pemalu dan pendiam, kini berubah seperti istriku.
Membuatku nyaman dengannya. Sehingga aku tanpa sadar selalu mencarinya, meski untuk membeli beberapa kejutan untuk istriku, namun dia memberikan kenyamanan dalam berteman seperti istriku.
Ada satu ketika, aku merasa biasa padanya, seperti pada wanita lain.
Aku dingin terhadapnya, karena teringat akan istriku, dan tak mau membuat perasaannya tersakiti, meski kita berjauhan.
Lalu..
Parfum..
Ya, parfum.
Saat dia mendekat untuk meminta tolong mengantarkannya ke sebuah pusat perbelanjaan dengan alasan tak punya teman, dia memakai parfum menyengat. Lalu aku kembali ramah padanya.
Dan efek itu bertahan selama 5 hari.
Seperti hari ini. Hari ke 6 dari terakhir dia mendekatiku, aku mulai kembali pada kesadaranku.
Lalu bibirnya, mengandung sejenis candu. Dalam arti secara harfiah. Membuatku berhalusinasi seolah dia adalah istri yang selalu kurindukan.
Beruntung aku mengantongi hasil cek darah ku yang hasilnya positif mengandung obat obatan terlarang dan bisa kujadikan bukti suatu saat nanti jika dibutuhkan.
JADI EMAK EMAK, SEAN GAK SEJIJIK YANG EMAK EMAK SANGKA YAK
MANGKANYA JAN SU'UZON MA OTHOR
PANTENGIN TEROS CERITANYA
__ADS_1
JAN LUPA HADIAHIN OTHOR YANG SERING KERAMASAN GEGARA NGEBUL NI OTAK MIKIR PLOT YANG BISA BIKIN EMAK EMAK GIGIT SENDAL😜