Friends With Benefits (Teman Tapi Mesra)

Friends With Benefits (Teman Tapi Mesra)
Harus Jujur


__ADS_3

BAB INI MENGANDUNG ADEGAN KEKERASAN GUYS


BAGI YANG TAK SUKA BOLEH DI SKIP YA


"Rendi noo.. plis jangan lakuin ini Ren.." Shelly terus memohon dalam tangisnya. Namun Rendi seolah menulikan pendengarannya dan dia terus melancarkan aksinya untuk menyalurkan hasrat yang sudah tak bisa ia tahan.


Rendi memukul Shelly berkali kali agar bisa membuka pakaian bagian bawah gadis yang pernah menyukainya.


Dia lantas membuka pembungkus miliknya yang sudah sesak.


"Sayang, tenanglah. Aku janji akan memberikan yang terbaik buatmu" bisiknya seraya kembali memposisikan diri menindihnya dan mengarahkan benda tumpul bejatnya pada milik Shelly yang tengah tergugu memegangi wajahnya yang terasa nyeri karena hantaman keras tangan Rendi.


brakk


bugghh


"Sialan lo, dasar bejat!" seru Axel yang berhasil mendobrak pintu karena mendengar tangisan Shelly.


Axel langsung menendang tubuh bagian samping Rendi yang tengah mengungkung Shelly dan hampir menerobosnya.


Tubuh telanjang Rendi tersungkur ke samping tempat tidur.

__ADS_1


Chelsea sang momy yang datang bersama Axel langsung menutup tubuh polos putrinya dengan selimut lalu mendekat kearah Rendi yang hendak bangkit.


bugghh


Chelsea menendang wajah Rendi hingga kembali tersungkur. Jangan tanya kondisi wajah tampannya karena rahangnya bergeser disebabkan tendangan yang dilayangkan wanita berusia 50an itu.


Chelsea tanpa segan berjongkok dan mencengkram rambut Rendi lalu menariknya agar bisa menatapnya.


"You mess with my daughter, you mess with me" (macam macam dengan putriku, berarti kamu harus menghadapiku) desisnya dengan rahang mengetat.


"Aku tahu siapa kamu, dan aku pastikan keluargamu benar benar membuangmu.. Alvaro" lanjut Chelsea menyebut nama belakang Rendi.


Rendi menelan ludah yang kini terasa asin karena darah.


"Satu lagi.. kalau kamu nekat membalas kami, jangan salahkan kami yang tak segan menghabisi seluruh kekayaan keluargamu. Dan aku tak perlu bersusah payah membunuhmu karena kamu akan menggali kuburanmu sendiri" ancam Chelsea yang lantas menghempas kasar kepala Rendi.


Axel membungkus erat selimut Shelly dan membopongnya keluar dari kamar kos laknat itu.


Axel menaruh Shelly di kursi penumpang depan mobil milik sang momy, sedangkan mobil Shelly tentu saja Chelsea yang membawanya mengikuti Axel.


Mereka tiba di mansion milik Rosie, disambut oleh Sean yang tak bisa tidur karena perasaannya yang terus gelisah. Dia terkejut dengan kondisi sang istri yang terbungkus selimut dan dibopong Axel.

__ADS_1


"Axel, apa yang terjadi dengannya?" tanya Sean yang langsung mengambil alih tubuh Shelly dan mendekapnya erat.


Shelly langsung menenggelamkan wajahnya ke leher sang suami dan menumpahkan tangisnya.


Sean tak melanjutkan pertanyaannya. Dia membawa Shelly ke kamar untuk menenangkannya.


"Mom, menginaplah disini. Ini sudah malam" pinta Axel saat Shelly dan Sean sudah masuk ke dalam kamar.


"Baiklah, momy juga perlu berbicara pada kalian dan nyonya Rosita. Biar momy suruh dady kesini" jawab Chelsea.


"Jadi.. momy sudah kenal dengan nenek?" tanya Axel terheran.


"Menurutmu?" Chelsea balas bertanya.


Axel menghela nafas. Tentu saja sang momy yang serba tahu tentang mereka pastilah mengetahui dengan caranya yang tak bisa mereka tebak.


"Itulah sebabnya kalian harus jujur pada momy. Seburuk apapun itu. Dan kalian tetaplah anak anak momy seburuk apapun perilaku kalian" ucap Chelsea lembut dengan sebelah tangan memegang bahu Axel dan sebelah tangan lainnya mengapit dagu Axel.


Axel yang merasa bersalahpun menghambur memeluk erat Chelsea sang grand momy nya. Nenek berasa ibu.


Tak Axel pungkiri jika dia sangat merindukan dekapan hangat Chelsea.

__ADS_1


GAK JADI NGEHUJAT OTHOR KHAAAN


AYO KASIH HADIAH YANG BANYAK😗✋🎁


__ADS_2