Friends With Benefits (Teman Tapi Mesra)

Friends With Benefits (Teman Tapi Mesra)
Berusaha


__ADS_3

AIOOO DILANJOOOT😆🤭


"Kak.." panggil Shelly.


"Ugh.. hn.." jawab singkat Sean sambil kesusahan.


"Bisa gak?" tanya Shelly gusar.


"Gak tau nih..egh.. masa harus diserutin dulu.." jawab Sean sambil berkeringat.


"Masa gak bisa.." keluh Shelly.


"Keknya pongpet deh, Shell" tebak Sean.


"Dasar anak bujang, masukin beginian aja susah" cebik Shelly.


"Berisik. Napa gamau mangap sih?" keluh Sean.


"Ya mangapin sama situ. Kalo bisa mangap sendiri ntar tumbuh gigi, bisa abis dikunyah tu batang" jawab Shelly seperti biasa. Nyelenehhh.


"Sebelah mana sih jalannya?" tanya Sean mengintip jalan masuk ke surga dunia yang sulit ia raih. Kenapa para bastarito dengan mudahnya mebobol pintu kenikmatan sesaat yang selalu didamba kaum adam. Batinnya bertanya dengan gusar.


"Keknya harus kursus dulu nih biar lancar" lanjutnya.


"Salah jalan iih kak. Itu mah jalan keluar, bukan jalan masuk" sergah Shelly sambil membelakanginya lalu menepis milik Sean yang memang salah jalur.


Sean terduduk frustasi.


"Ya Allah kenapa susah ginii.. mending mecahin rumus fisika dah.." rengeknya dengan keringat bercucuran.


"Gak usah bahas fisika, ni kita lagi belajar biologi. Udah diem, biar eneng yang kerja" tukas Shelly yang lantas naik ke pangkuan Sean dan memposisikan diri.

__ADS_1


"Ya ampun, belum ngapa ngapain aja udah ngoprot tuh keringet.. aaaa..." celotehan Shelly tercekat kala dirinya menenggelamkan diri. Pasalnya, bayangan kenikmatan yang selalu didamba pasangan sah maupun tidak sah tidak sesuai ekspektasi, man teman.


"Kak.." lirih Shelly.


"Terus Shell... udah kerasa anget.." jawab Sean yang memejamkan mata karena rasa luar biasa pada inti nya.


"Sakit kak.." rengek Shelly yang menahan tubuhnya sendiri agar tak lebih dalam tenggelam.


Sean lantas menekan tubuh Shelly agar langsung duduk namun robekan selaput itu terasa sangat perih.


"Aaaaaaa.. hahaaaaa..... sakit bego.." Shelly berteriak dan mengumpat. Namun Sean langsung membekapnya dengan sebelah tangannya.


"Jan kenceng kenceng ih, di gerebek momy kamu tau rasa" desis Sean masih membekap mulut Shelly yang seketika langsung terdiam.


"Oiya, ada momy" batin Shelly berkata karena mulutnya masih dibekap.


Setitik cairan lolos dari matanya, membuat Sean tak tega.


"Maafkan aku" ucap Sean sendu.


Shelly menggeleng cepat, lalu memeluknya sambil terisak. Mungkin sebentar lagi sakitnya akan hilang. Pikirnya.


"Kak.." panggilnya lagi di ceruk leher Sean.


"Biasanya kalo lecet sembuh berapa hari" lanjutnya bertanya.


"3 hari mungkin" jawab Sean berbisik. Kehangatan luar biasa yang dirasa si daging tak bertulang itu membuat Sean menggila.


"Huhuuuu... terus Shelly gimana kuliahnyaaa.. bakalan gabisa jalan ini sakit bangeet..." rengeknya.


Sean tak tahu harus bagaimana membujuk istri polosnya ini sepolos dirinya.

__ADS_1


Yang kini dia rasakan adalah gejolak menuntaskan pembangkitan monster dalam dirinya yang ingin segera mengobrak abrik dan mencabik cabik lawannya.


Secara reflek Sean menggerakkan tubuhnya membuat isakan Shelly mereda.


Gerakan maju mundur cantik itu dilanjutkan Shelly secara perlahan. Tanpa sadar isakannya berubah erangan.


Shelly menggila kala rasa sakit itu berganti nikmat.


Shelly memejamkan matanya untuk menikmati rasa luar biasa yang sepertinya akan menjadi candu untuknya.


"Sialan..." desisnya mengumpat sambil menghentikan gerakannya.


"Kenapa.. ?" tanya Sean kecewa karena pencapaiannya tertunda.


"Bayangan si brengsek lewat" ucap Shelly penuh sesal. Kenapa saat dirinya tengah memberikan persembahan perdananya pada sang suami harus terinterupsi bayangan wajah Rendi yang beringas.


"Buka matamu kalo gitu" bujuk Sean yang lantas mengecup kedua mata Shelly.


Shelly mengikuti sarannya. Dia melanjutkan apa yang tertunda tanpa memejamkan mata.


"Shell.."


"heh.."


"Gak usah melotot juga, kek yang lagi dikerjain Suzana tau gak"



YO JEMPOLNYA TONGOLIN MAN TEMAN


JAN MALU MALU TAP JEMPOL YAK

__ADS_1


AHAY...😆


__ADS_2