Friends With Benefits (Teman Tapi Mesra)

Friends With Benefits (Teman Tapi Mesra)
Alasan


__ADS_3

Shelly selesai dengan kelasnya. Dia harus membiasakan diri tanpa kehadiran Axel karena bocah itu mengambil beberapa mata kuliah loncat semester.


Shelly menyesal tidak mengikuti sarannya. Ternyata terlalu santai dalam menjalani pun tidak baik.


Tidak ada motivasi dalam dirinya untuk segera menyelesaikan kuliahnya karena status perkawinannya juga sekarang dia sudah ada yang menafkahi.


Sedangkan Axel, dia berfikir lebih dewasa sekarang, karena ''suatu saat dia harus menafkahi keluarga.


"Shell.." seseorang mencekal lengannya kala Shelly dengan beberapa buku tebal yang ditentengnya, menyusuri koridor kampus dari kelas statistik menuju ruang administrasi. Dia hendak mencari tahu alamat dosen yang dengan tanpa berperasaan memberinya nilai D pada ujian tengah semesternya.


Padahal mata kuliah itu termasuk mata kuliah yang dia kuasai dimana hampir 80% teman sekelasnya tidak bisa menguasai materi apalagi menjawab soal.

__ADS_1


Shelly melirik pada orang yang telah menghentikan langkahnya.


"Rendi" batinnya yang lantas menghempas kasar cekalan mantan sahabatnya itu.


"Mo ngapain lo?" ketus Shelly yang lantas menjaga jarak.


"Maafin gue ya, Shell. Pliiis.. gue.. kemaren gue diobat temen nongkrong gue" ucapnya menghiba dengan menelungkupkan kedua tangan di depan wajahnya seolah memohon pengampunan dari hukuman mati.


Selama dalam otak lo cuma ada freesex, gue gak bisa maafin elo. Sori, Ren. Dan mungkin elo gak akan berubah.. ah gue salah.. elo pasti berubah.. berubah lebih parah. Karena otak lo udah tercemar" ucap Shelly menggebu mengingat malam itu.


"Tapi kita sahabatan, Shell. Masa lo gak mau maafin gue sahabat elo" Rendi menghiba.

__ADS_1


"Sahabat? apa elo kemaren berenti waktu gue mohon mohon sama elo? Sahabat macam apa yang tega nodain sahabatnya sendiri, hah. Eli tanya sama diri lo sendiri, pantes gak elo disebut sahabat" nada Shelly mulai meninggi karena emosi.


Para mahasiswa yang melalui jalur itu mulai menghentikan langkah mereka dan menonton perseteruan 2 sahabat legendaris tersebut.


"Iya gue tau, gue salah. Maafin gue. Sumpah bukan maksud gue buat nodain elo sahabat gue. Elo gak tau gimana kesiksanya gue nahan pengaruh obat itu. Anggap aja.. anggap aja elo bantuin gue.. " bujuk Rendi.


"Bantuin elo dengan ngorbanin harga diri gue. Gitu? Enteng bener lo ngomong. Harga diri gue elo anggap bantuan buat elo. Dan itu berarti gratisan. Elo bener bener ngeremehin gue bangsat" pekik Shelly sambil menitikan air mata.


"Wah, parah lo Ren. Sama sobat sendiri lo embat" gumam salah satu mahasiswa yang menonton drama 'Persahabatan ternoda'. Tadinya mereka berniat melerai karena melihat Shelly yang tampak emosi.


Rendi mendekat dan kedua tangannya menyentuh pundak Shelly agar raungan Shelly mereda. Tapi dia salah.

__ADS_1


"Jangan sentuh gue, brengsek" Shelly berteriak histeris sambil menepis tangan Rendi dan melihat dari emosinya, tak menutup kemungkinan Shelly langsung memukuli Rendi secara membabi buta.


__ADS_2