Friends With Benefits (Teman Tapi Mesra)

Friends With Benefits (Teman Tapi Mesra)
Es Krim


__ADS_3

"Tante.. tante.."


tok tok tok


"Mario sabar. Duduk sini. Kita tunggu aja dulu. Tante Shelly nya mungkin belum selesai siap siap" bujuk Terry terkekeh dengan tingkah ponakan nya yang tidak sabaran.


ceklek


Pintu terbuka menampilkan Shelly yang sudah segar dan..


"Tante tantik baneet..." ucap Mario terpana saat pintu itu dibuka.


Shelly tersenyum malu dipuji anak kecil.


"Mario ganteng bisa aja deh" timpal Shelly mencubit gemas pipi chubby Mario.


"Papa papa, tante Celi tantik kan kan?" Mario bertanya pada Terry untuk membenarkan penilaiannya.


Terry yang melongo pun hanya bisa mengangakan mulutnya.


Shelly yang terbiasa di kampus tanpa make up dan tampil urakan saja membuat para kaum adam tergila gila padanya. Apa lagi sekarang, meski menyapu wajahnya dengan make up tipis, kaos ketat indies dan celana jeans sobek dibagian lututnya, ditambah rambut panjangnya dengan potongan shagy yang diikat ekor kuda membuatnya semakin terlihat menawan.


trek trek


"Kedip pak. Ilernya udah se ember tuh" Shelly menjentikkan jari membuat Terry kembali tersadar lalu mengusap tengkuknya.


"Kita berangkat?" tanya Shelly yang menyerahkan kunci mobilnya pada Terry.

__ADS_1


Terry menyambut kunci itu sambil tersenyum lalu berjalan lebih dahulu kearah mobil sambil menghela nafas berat dan mengusap dada.


"Tenanglaaah.." gumamnya dalam hati pada jantungnya.


Shelly menggandeng tangan Mario dan membuka pintu penumpang belakang.


"Lio mo duduk depan, tante" tolak Mario.


"Oke.." Shelly menyetujuinya dan mengangkat tubuh Mario masuk ke kursi depan.


"Cama tante dudukna. Lio kan mati tetiil" pinta Mario membuat pergerakan Shelly terhenti.


Ada rasa tidak enak karena duduk bersebelahan dengan lelaki lain.


"Tante ayo tepeet.. nanti tebulu tutup tokona" pekik Mario memaksa Shelly untuk segera masuk dan duduk memangkunya.


"Okay, here we gooo..." seru Shelly membuat Mario semakin bersemangat.


Selama perjalanan, Terry melajukan mobilnya dengan kecepatan santai.


Shelly dan Mario asik bernyanyi lagu kanak kanak yang Shelly banyak lupa karena dulu dia lebih memilih bermain dari pada ikut barisan anak sebayanya saat TK. Alhasil lagu yang dikumandangkan Shelly dengan suara fals seringkali di ralat Mario. Namun suasananya menjadi ramai karena Mario kerap protes dan sedikit menangis atau membekap mulut Shelly kala Shelly menyanyikan lagu dengan kata kata yang salah namun penuh percaya diri.


Terry tak hentinya tergelak dengan tingkah keduanya.


"Stop it" desis Shelly pada Terry yang tengah menertawakannya.


"Kita sampaaaii..." seru Shelly yang dibalas tepukan tangan riang Mario.

__ADS_1


Mereka turun di basement mall lalu bersama sama menggandeng tangan kiri dan kanan Mario bak keluarga kecil bahagia karena tingkah Mario yang berjalan melompat lompat dengan cerianya.


"Papa papa.. Lio mo ecim" seru Mario menunjuk booth eskrim yang cabang tokonya menjamur di seluruh negeri.


"Mario mau rasa apa?" tanya Shelly yang melihat satu per satu gambar pada daftar menu diatas mesin es krim.


"Papa gendong" pinta Mario pada Terry agar bisa melihat gambar lebih jelas.


Terry menuruti Mario dan mengangkat tubuh mungilnya, mendudukkannya di bahu kekarnya.


"Lio mo yang putih" tunjuk Mario pada rasa vanila.


"Tapi nang olen juda mau" tunjuknya lagi pada rasa mangga.


"Nang ada kuena juda mau" kembali menunjuk pada es krim ber topping kue.


"Mario beli tokonya aja ya" gemas Shelly yang di balas kekehan para pegawai yang menunggu pesanannya.


"Anaknya lucu, mba. Gemesin" ucap salah satu pegawai membuat Shelly tersenyum kaku.


"Dia.."


"Adek manis, jangan banyak banyak nanti sakit perut. Beli 3 buat papa sama mamanya juga ya, jadi dede manis bisa nyoba yang punya papa mamanya" bujuk pegawai itu membuat Terry dan Shelly saling melirik.


"Lio mau, ma. Temuanya"


"Ya ampun, mama" kekeh Terry yang kena sikutan Shelly.

__ADS_1


__ADS_2