
"Be te we, kenapa dirawat di kelas 2, pak? pemilik perusahaan kan biasanya di kelas VVIP gitu. Apa bapa gak naik kelas ya?" tanya Shelly sambil sibuk menguliti jeruk dan memberikannya pada Mario. Sedangkan Risa tengah pergi mencari makan untuk dirinya dan Mario.
"Kamu itu kalo ngomong gak bisa kalo gak nyeleneh? VVIP nya sampe kelas 1 penuh. Dari pada kelas 3b, ya udah saya ambil kelas 2 ini. Lagian, lumayan enak juga jadi gak terlalu sendirian" jawab Terry yang mengernyit dengan tingkah selengean Shelly.
"Itu jeruk bukannya kamu bawa buat saya ya?" lanjut Terry.
"Yee saya bawa buat saya sendiri, pak. Saya kan tamu. Berhubung bapak lagi gak bisa nyuguhin saya, ya saya nyuguhin diri saya sendiri. Pengertian kan saya?" lagi, jawaban nyeleneh Shelly membuat Terry kehabisan kata kata.
"Bapak mau? bilang dong. Nih, saya bagi. Saya orang nya gak pelit dan gak perhitungan. Cuma gak percaya aja, sekilo 20 ribu, dapetnya 4 biji, berarti 1 nya 5 ribu. Kalo bisa pake uang pas ya pak, saya gak ada kembalian soalnya" tukas Shelly yang menyodorkan 2 buah jeruk yang rasanya manis manis asem gimana gitu.
"Kamu tuh niat ngasih gak sih?" cebik Terry.
"Hehe.. maklum pak. Bawaan orok" kilah Shelly.
"Aduh, maaf ibu lama. Abis panjang banget antriannya" tukas Risa yang tiba tiba datang membawa beberapa bungkus makanan.
"Ibu dari mana?" tanya Shelly.
"Dari rumah makan padang di sebrang jalan. Rame banget. Ibu sampe harus sikut sikutan sama emak emak subur yang mau nyerobot antrian" jelas Risa yang langsung mengambil gelas berisi minuman berwarna bening untuk membasahi tenggorokannya.
"Untuk apa ibu ke rumah makan padang?" lanjut Shelly bertanya.
"Ya beli makan siang, masa nge bengkel" celetuk Terry nyeleneh membalas Shelly.
__ADS_1
"Makan siang? mampus.. " panik Shelly yang lantas beringsut dari kursinya dan pamit menyalami Risa dan melemparkan sekantong kresek jeruk yang ia taruh di lantai pada Terry.
"Eh.. kok malah pergi, ini nasi rendang kamu gimana?" pekik Risa kala Shelly bergegas keluar setelah menyalaminya.
"Yah, mubazir dong-"
"Makasih bu. Tau aja kesukaan ibu hamil" Shelly kembali lagi dan mengambil 1 bungkus nasi rendang yang sudah Risa belikan untuknya.
Terry terkekeh dengan sikap sang ibu yang tengah melongo karena tingkah Shelly.
"Dia emang gitu bu. Rada eling, kebanyakan anehnya" kekeh nya.
"Tapi kamu suka nya yang begitu. Iya kan?" tukas Risa yang seketika menyurutkan kekehan Terry.
"Mamaaa..." pekiknya menahan tangis karena ditinggal begitu saja oleh Shelly.
Shelly yang jaraknya sudah cukup jauh mendengar teriakan Mario lalu menepuk jidatnya karena lupa pamit pada bocah itu.
"Adduh.. lupa sama anak gegara ayang" sesalnya dan langsung berbalik untuk membujuk Mario agar kembali ke kamar Terry.
"Mar.."
bugghh..
__ADS_1
Seruan Shelly saat melangkah kembali kearah Mario terjeda karena tubrukan seseorang dari arah belakangnya.
Shelly yang hampir tersungkur kedepan masih bisa menjaga keseimbangan tubuhnya sehingga tak terjatuh.
Ingin rasanya Shelly mencerca habis habisan orang yang dengan kasarnya menubruknya dari belakang.
Namun Shelly melihat penampakkan orang itu yang hanya berbalut sweater hoodie berwarna navy dengan bawahan berupa rok mini dan sepatu boot heels 5cm. Namun ada yang lebih aneh. Wanita itu memakai scarf hitam yang menutupi bibirnya saat menoleh padanya.
"Dia.." Shelly seketika menyadari siapa wanita dibalik outfit aneh itu. Namun konsentrasinya teralihkan kala wanita itu secepat kilat meraih tubuh mungil Mario dan membawanya lari.
"Mamaaaaa...." pekik Mario merentangkan tangannya pada Shelly.
"Marioo..." seru Shelly yang langsung mengejar mereka.
"Nyonya.. tangan anda, nyonya" sergah seorang perawat menghentikan langkah Shelly dengan meraih lengannya yang ternyata..
Berlumuran darah
VOTE
LIKE
GIFT
__ADS_1
😘