
"Kak.." seru Axel terjeda.
"Apa.." timpal Sean sambil konsentrasi mengejar motor Axel yang sudah terlihat dekat.
"Oleng kak.." lanjut Axel.
"Siapa yang oleng?" tanya Sean sambil mengernyit.
"Mobilnya oleng, kak" terang Axel singkat sambil menghentikan motornya mengikuti mobil van yang juga berhenti karena menabrak trotoar yang cukup tinggi.
Di dalam mobil
"Waaaa.... anjing lo semua, gua bilang turunin guaa"
dugg..
"Lu berurusan sama orang yang salah.... aaaaaa..."
dugg..
"Kalian berhadapan sama singa yang kelaparan, mati kalian semuaaa..."
Buggh..
plakk..
Shelly memekik dan berteriak sambil menggerakan seluruh tangan dan kakinya untuk memukul dan menendang sekuat tenaga.
Ada 3 orang lelaki yang menculik Shelly, salah satunya adalah Rendi, yang kondisinya tak begitu baik baik saja.
Sikutan Shelly beberapa kali menghantam wajah orang yang menahannya dari belakang.
Tendangannya mengenai kepala pengemudi dan beberapa tonjokkan juga jambakkan tak lupa mendarat pada orang orang yang berada di dalam mobil itu.
"Gadis sialan, Ren ambilin sapu tangan" titah lelaki yang memejamkan sebelah matanya karena sikutan Shelly.
__ADS_1
"Hah.. sa.. sapu tangan?" Rendi tergagap kala mendengar perintah teman dadakannya. Pasalnya dia mengetahui kandungan dari sapu tangan yang sudah di bubuhi obat bius.
Tangan Rendi meraih sapu tangan dari dalam tas salah satu kawan nya yang berada di jok depan. Rendi yang mengemudikan mobil itu. Tangannya bergetar kala menggenggam sapu tangan itu.
"Emang.. emang bakalan mempan?" tanya nya lagi.
"Lu coba aja sendiri, buruan.. ihh.. ni cewek badass nya gak ketulungan"
buggh..
Teman Rendi lagi lagi mendapat bogeman Shelly.
"Bismillah.." ucap Rendi kala hendak mengikuti saran temannya lalu mendekatkan sapu tangan itu pada hidungnya sendiri.
ciiiit..
Brukk
Semua penumpang belakang tersentak tubuhnya kedepan secara mendadak karena mobil menabrak trotoar yang cukup tinggi.
"Ah elah, pake pingsan segala. Bego amat sih lu" lanjutnya yang tak percaya akan kebodohan Rendi.
Shelly yang sempat merasakan pusing karena terantuk salah seorang kawanan itu langsung membuka pintu slide dan menghajar lelaki yang meraih tangannya.
"Lepass..."
bugghh..
Pekik Shelly yang langsung berlari menjauh dari mobil.
Beruntung Axel tengah mendekat dan memanggil Shelly yang berlari berlawanan arah dengannya.
"Shell.." teriak Axel memanggil Shelly yang lantas menoleh lalu menghentikan ayunan kakinya dan segera berbalik arah.
Lelaki yang baru keluar mobil hendak mengejar Shelly ditendang masuk kembali kedalam mobil saat Shelly melewatinya.
__ADS_1
Sean menghentikan mobilnya dibelakang motor Axel dan segera bergabung bersama Axel untuk membekuk para penculik yang tengah terbaring kesakitan dan kelelahan.
Seandainya mereka tahu jika yang menjadi incaran mereka adalah wanita bar bar, mungkin mereka akan meminta bayaran lebih.
Axel mendekati mobil, niat hati ingin menghajar orang orang yang berani macam macam dengan saudaranya, namun ia urungkan.
Mana tega dia memukuli orang yang sudah terkapar tak berdaya. Bingung juga mau memukul sebelah mana karena seluruh wajah masing masing dari mereka telah bengkak dan berdarah pada sudut bibir juga hidung.
"Sialan, Shelly gak nyisain buat gue" keluh Axel ingin melampiaskan amarahnya dan lantas memukul pintu mobil van putih itu hingga penyok.
Shelly langsung melompat ke pelukan suaminya.
"Are you okay?" (apa kau baik baik saja?) tanya Sean saat Shelly berada di pelukannya.
Shelly menjawab dengan anggukan di ceruk leher Sean.
"Aku laper.. aku laper.." ucap Shelly berulang di telinga Sean dengan nafas tersengal.
Tenaganya habis untuk terlepas dari jeratan para bajingan yang mencoba menculiknya.
Sean membopong Shelly ke mobil lalu kembali pada Axel yang tengah membantu para polisi yang sudah datang bersama ajudan Bryan.
Dady Bryan yang mana adalah ayah Shelly memerintahkan ajudannya untuk membawa pasukan mengikuti arahan Axel saat Chelsea menelfonnya dan memberitahukan mengenai musibah yang menimpa putri mereka.
Shelly benar benar kelaparan. Menu seafood yang Sean pesan dengan beberapa jenis itu ludes Shelly makan sendiri tanpa menyisakan setetes pun untuk sang suami.
"Ya ampun, anak ayah kelaperan ya. Kesian.. mau nambah?" tanya Sean sambil tersenyum melihat lahapnya Shelly memakan pesanannya.
Shelly meliriknya, tampak berfikir, lalu..
"Boleh" jawabnya singkat dan melanjutkan memakan kaki kepiting.
Sean terkejut. Tadinya dia bercanda karena seluruh pesanan yang memenuhi meja telah tandas Shelly garap. Menawarkan untuk tambah lagi sebagai basa basi dianggap serius oleh Shelly.
Tak masalah bagi Sean jika menyangkut masalah uang untuk membayar tagihan. Hanya saja, makan seafood sebanyak itu apakah aman bagi Shelly dan calon buah hatinya? dia belum sempat berkonsultasi dengan dokter kandungan karena tak terfikir sebelumnya jika Shelly akan menggilai makanan yang berasal dari laut itu.
__ADS_1
"Besok aja ya, nambahnya. Sekarang makan ayang aja, yuk" bujuk Sean lembut dan penuh harap.