
Shelly langsung masuk kedalam celah pintu lift yang hendak menutup itu.
Sean tampak acuh dengan memasukkan kedua tangannya kedalam saku celananya. Dan kepalanya ia palingkan dari Shelly.
Shelly yang terengah karena berlari merasa gugup. Tak pernah ia merasakan kegugupan seperti ini selama hidupnya.
Kepalanya menunduk.
"Kak.." serunya memanggil Sean.
Sean bergeming.
Shelly mendongak karena tak mendapat respon dari Sean.
"Aduh.. gimana bujuk suami yang ngambek ya?" batinnya.
Shelly menggerakan tubuhnya mengikuti arah pandangan sang suami yang tak mau menatapnya.
Karena mereka hanya naik 1 lantai, pintu lift terbuka tak lama mereka masuk.
Sean lantas melangkahkan kakinya untuk keluar dari lift tanpa menghiraukan tingkah Shelly yang menghalangi langkahnya.
Tak habis akal, Shelly lantas menaikkan sebelah kakinya sebatas pinggang dan menapakkannya pada dinding lift untuk menghalangi jalan Sean.
Kaki jenjang nan mulus terpampang membentang dihadapan Sean.
Ingat jika Shelly memakai rok span panjang dengan belahan se paha. Dan belahan itu kini berguna untuk membujuk sang suami.
"Keluar dari lift satu langkah, maka kakak kehilangan satu kesempatan" ancam Shelly berhasil membuat Sean menolehkan kepalanya.
Shelly menatapnya tajam, lalu sebelah tangannya ia gunakan untuk membuka satu per satu anak kancing dengan perlahan.
__ADS_1
Pupil mata Sean membesar, jakunnya terlihat menelan sesuatu yang besar karena dua gundukan besar sudah tampak menyembul.
Seandainya yang dia telan adalah gundukan besar itu😬
"eeee... boleh kami masuk?" tanya gugup sepasang insan yang ragu untuk melangkah masuk kedalam lift.
Pasalnya, aura sengit antara Sean dan Shelly membuat mereka ragu untuk masuk dan mengganggu sepasang singa yang bersiap untuk bertempur.
Shelly dan Sean sontak menoleh dengan tatapan tajam, lalu Shelly memencet tombol untuk menutup lift.
"Yang.. kita belum nyoba di lift" ucap salah satu dari pasangan itu yang mana adalah si pria.
"Tapi keknya mereka lagi berantem" timpal si wanita.
"Apa kita juga harus berantem dulu biar lebih hot?" tanya si pria, penasaran.
Si wanita mengernyitkan dahi.
plakk
Sebuah tamparan mendarat mulus di pipi si pria. Si wanita lantas kembali ke unit apartemennya dengan kesal.
"Yang.. kok nampar sih.. bukan gini konsepnya.. adduh.. kok malah runyam sih.. harusnya gak usah ngaku.." keluh si pria.
......................
Tanpa Shelly duga, Sean meraih tubuhnya dan balik memepet tubuh Shelly dengan kaki Shelly ia lingkarkan di pinggangnya.
"Aku akan mengambil kesempatan itu sebanyak mungkin" ucap Sean datar yang langsung menggempur Shelly sambil berdiri.
Tanpa membuka sehelai benangpun, Sean menggempur Shelly habis habisan.
__ADS_1
Menikamnya bertubi tubi dengan tangan yang sigap menekan tombol tutup kala pintu lift hendak membuka.
Shelly mengerang dengan amukan Sean yang membuatnya melayang. Dia bahkan meneriakkan namanya saat tiba di puncak.
"Aku bahkan belum sampai" tukas Sean yang lantas menggendong Shelly di depan tubuhnya tanpa melepas tikamannya.
Masih dengan aura dingin dan datar, Sean berjalan keluar dari lift menuju unit sewaannya. Membuka kunci digital dengan kode yang bisa Shelly tebak lalu merebahkannya di sofa tanpa mau berjalan lebih jauh lagi ke kamar.
Dia ingin segera menuntaskan apa yang sudah berada diujung tanduknya.
"Udah gak kuat angkut ke kamar ya pak" tukas Shelly menahan senyum kembali menggoda.
"Sialan. Awas kamu kalo minta ampun" geram Sean yang terpancing untuk mengangkat tubuh sintal Shelly kembali menuju kamar.
"Tolooong.. tolooong.. aku mo dientooot.." canda Shelly mencicit.
Sean gemas dengan istrinya ini. Niat hati ingin mengerjai istrinya dengan pura pura merajuk agar dibujuk sang istri, malah dia yang dikerjai Shelly dengan membuat culanya gagal muntah.
Shelly berlari ke kamar mandi dengan alasan sakit perut.
Alhasil Sean harus menunggu dengan gelisah karena hasratnya terjeda.
Shelly akhirnya keluar kamar mandi setelah drama rengekan Sean yang mengetuk pintu dengan lemas sambil meringis.
"Uuuu tayaang.. keciaan.. nanggung ya.. cini cini.. neng obatin.." bujuk Shelly karena Sean tampak tersiksa dengan bengkaknya cula badag, keringat sebesar biji jagung bermunculan di pelipis.
Shelly gemas dengan ukuran cula Sean yang kian membesar karena ledakan yang tertahan.
Dia lantas mengambil alih posisi menyamankan dirinya dan sang suami yang berada dibawah.
Hingga 3 jam mereka melepaskan kerinduan mereka, seolah merapel malam malam sebelumnya yang tak bisa mereka habiskan berdua.
__ADS_1
Lemes gak tuh😗