
Tiara mengambil kursi di belakang Shelly agar bisa menguping pembicaraan mereka.
"Neng Shelly ini pesanannya" seorang waitress menyerahkan bungkusan pada Shelly.
"Makasih mba. Bayarnya ntar ya, sekalian" sahut Shelly yang di setujui sang waitress salah satu penggemar Shelly.
"Nyet, bentar yak, gue kedepan dulu" lanjut Shelly pada Axel yang setia menatap ponselnya.
"Jan lama lama" jawab Axel tanpa melirik.
Shelly bangkit dan melangkah keluar kafetaria tanpa melihat keberadaan sang nyonya besar. Pun dengan keberadaan Meli Setiawati Yang Tidak Setia yang tak digubrisnya.
"Eh, kamu pacarnya Shelly ya? tau gak, dia di kantor ini godain manager loh. Kasih pelajaran tuh pacar kamu. Dari pada sama dia mending sama aku aja. Aku pasti setia, gak kayak dia, murahan-"
brakk
Ucapan memprovokasi Meli Setiawati Yang Tidak Setia terjeda karena gebrakkan Axel pada meja. Membuat Tiara yang berada dibelakangnya ikut terkejut.
"Astaga kaget. Ni bocah bikin jantungan aja" gumam Tiara sembari mengelus dadanya yang mulai kempes karena mengurusi sang suami.
"Ati ati kalo ngomong. Lo gak tau apa apa. Lagian siapa juga yang mau sama cewek modelan elo. Tukang nyinyir. Gue bilangin nih ya, gue gak peduli Shelly kek gimana, sampe mati pun gue bakalan tetep sama dia. Bisa minggir gak? ngerusak pemandangan tau gak" sarkas Axel mendesis dengan mata nyalang. Pantas saja Shelly sinis pada wanita ini, ternyata memang rese. Pikir Axel.
Meli Setiawati Yang Tidak Setia tertegun. Baru kali ini juga dia dibentak oleh laki laki.
"Kalian.. kalian emang pasangan berandalan.." tukas Meli Setiawati Yang Tidak Setia terbata. Dia tak tahu lagi harus mengatai apa pada pasangan garang yang tak ia sangka. Dia pikir wajah manis Axel tak sesuai dengan sikapnya yang juga galak, terlebih pada wanita.
"Ngapain lo masih disini? mo godain pacar orang?" ketus Shelly kala kembali dengan tangan kosong.
"Pacar?" lirih Tiara yang terkejut dengan pengakuan Shelly.
__ADS_1
"Terus anakku gimana nasibnya? masa iya satu lobang dua corong" gumam Tiara bermonolog dengan alis bertaut.
"Sana sana, syuh syuh.. karyawan kok kelayapan mulu bukannya kerja" sindir Shelly. Meli Setiawati Yang Tidak Setia pun melangkah pergi karena kehabisan kata kata. Satu banding dua mana bisa dia melawan. Sampe mulut berbusa pun dia pasti kalah telak.
"Hebat bener baru 2 minggu dah dapet sohib. Tumben juga cewek sohibnya" celetuk Axel sambil menerima suapan kentang goreng dari Shelly.
"Tau tuh, nenek lampir. Hobi bener nyari gara gara sama gue. Kelainan kali yak. Soalnya kalo gak gue ladenin dia kejang kejang sendirian. Kesian kan? itung itung ibadah lah bantuin orang ayan" celetuk asal Shelly yang ikut mengunyah kentang goreng.
"Lo sama si om gak jadi masalah emang sekantor punya status?" lanjut Axel bertanya tanpa melirik karena masih setia dengan ponselnya.
"Elo mah dibilangin jan bahas itu. Ntar malah kena masalah beneran gue. Lagian elo nyolot sama gue jan bikin elo jomblo akut, nah elo nya sibuk ngelusin hape mulu, kapan dapet ceweknya? jangan jangan lo gak normal ya, liat bodi cewek jadi kotak semua" cibir Shelly yang tak Axel gubris membuat Shelly kesal dan membuatnya mencubit kedua pipi Axel.
"Gue ngomong didengerin gak nyeeeet... heran deh dateng sini cuma numpang nge game doang. Perusahaan tempat lo magang emang gak nyediain wifi emang? perusahaan apaan kek gitu. Miskin" cebik Shelly membuat Tiara semakin tertarik dengan hubungan keduanya.
"Lagian elo magang di perusahaan dady aja napa sih biar langsung bantuin kak Harvey. Abis itu kan elu bisa langsung terjun" saran Shelly membuat dahi Tiara berkerut tambah penasaran.
Perlahan kursinya ia angkat agar lebih mendekat.
"Pacarnya Shelly ini anak orang kaya juga?" tanya Tiara dalam hati.
"Lo gak sibuk emang, nyantei ma gue disini?" tanya Axel kemudian.
"Ya elah, nyet. Gue magang disini cuma disuruh foto copy sama beli kopi doang. Tuh sama si nenek lampir yang tadi. Staff lain gak ada yang berani ngeladenin dia. Yaudah sih, gue bikin laporan seadanya aja. Palingan gue mo genti judul makalah gue jadi 'Nasib Pemagang oooh Pemagang" kelakar Shelly membuat Axel terkekeh.
"Judul apaan kek gitu. Yang ada elo disuruh ngepel satu lantai sama pak Asep dosen favorit elo" tukas Axel terkekeh.
"Shelly.. anak anak magang disuruh ngumpul lagi tuh sama pak presdir di ruang keamanan" seru salah seorang pemagang yang ngos ngosan karena mencari keberadaan Shelly.
"Apaan lagi sih, males banget. Iya ntar gue kesana" jawab Shelly dengan malas.
__ADS_1
"Ngapain disuruh ngumpul? mo disetrap?" tanya Axel penasaran.
"Tau tuh, presdir gak ada kerjaan. Tadi pagi disuruh ngumpul malah ditanya tanya ngapain aja 2 minggu ini. Urusan banget kek gada meeting penting aja" gerutu Shelly membuat Tiara melipat mulutnya. Memang suaminya itu tampak tak ada pekerjaan lain jika iseng mengumpulkan pemagang demi mencari tahu tentang kekasih sang anak yang ternyata sudah memiliki kekasih.
"Yaudah sana gih, gue juga mo balik ke perusahaan. Tar pulangnya jemput yak, motor mo gue masukin bengkel" tukas Axel yang lantas bangkit.
"Kenapa si Cepi mo dimasukin bengkel segala?" tanya Shelly terheran karena selama ini dia yang mengurusi motor trail mereka.
"Tau tuh, gada emak nya jadi ngadat mulu" tukas Axel asal dan mendapat toyoran di kepalanya membuat keduanya tergelak.
"Yaudah tar di rumah gue periksa deh" timpal Shelly.
"Trus gue pulang mesti dorong si Cepi, gitu?" rengek Axel.
"Ya minta di step kek sama siapa gitu. Ngirit napa, penghasilan kagak ada gegayaan masukin ke bengkel segala. Buat apa punya sodara jago mesin" sanggah Shelly menepuk dadanya sendiri membuat Tiara terkesiap menutup mulutnya.
"Saudara? ternyata mereka saudaraan" batin Tiara yang lantas tersenyum lega.
"Tapi.. kalau mereka saudaraan, berarti gadis ini.." tebak Tiara membatin.
Shelly lantas melompat kembali ke punggung Axel agar membawanya ke lobby.
"Manja amat sih lo" keluh Axel yang terkekeh dengan kelakuan Shelly.
"Neng Shelly, kenapa temen si obos ngamuk nyariin neng Shelly? kalo macem macem, bilang mang Kimung yak. Enak aja nuduh sembarangan sama orang baek" geram Kimung yang tak terima pemagang favoritnya dituduh pelaku pengrusakan mobil tamu.
"Tenang aja, pak. Tapi nanti kalo Shelly diapa apain, bantu gebukin yak" kelakar Shelly membuat emosi Kimung teralihkan.
Shelly masuk setelah mengetuk dan dipersilahkan masuk.
__ADS_1
"Nih dia pelakunya, lihat kuku dan matanya" tuding Baskoro langsung kala Shelly baru melangkah masuk.