Friends With Benefits (Teman Tapi Mesra)

Friends With Benefits (Teman Tapi Mesra)
Laki Laki Sejati


__ADS_3

"Dasar cewek udik, waaaaa...." teriak Meli Setiawati Yang Tidak Setia sembari merangsek mengejar Shelly dengan minuman dingin di tangannya, lalu...


crass...


"ouu.. my.. god.." seru para karyawan serempak.


"e..p.. presiden d.. direktur.." gagap Meli Setiawati Yang Tidak Setia. Niat hati memberi pelajaran pada rivalnya, malah menggali kuburannya sendiri.


Shelly yang mengelak dari siraman air berwarna coklat itu mengangakan mulut.


"You're dead Meli.." (mampus kau Meli) cicit Shelly yang langsung membuka cardigan hitamnya lalu menyeka wajah dan stelan milik sang presdir yang tengah mematung dan menutup matanya karena terkejut akan tingkah karyawannya.


"Ya ampuun.. kesian pak presdir kena amukan karyawan sakit jiwa, pecat aja pak, tuman" celetuk Shelly membuat Meli Setiawati Yang Tidak Setia semakin berkeringat, namun tetap menyimpan dendam pada Shelly yang mengompori presdir sang pemimpin tertinggi. Ingin rasanya dia menarik rambutnya dan merobek mulutnya seketika jika saja tak ada sang pemimpin disana.


Sabastian yang tengah diurusi Shelly meliriknya. Dia jadi teringat sang istri yang selalu mengurusinya dari a sampai z.


Mulai dari memandikan, memakaikan pakaian, memakaikan sepatu, menyuapi, hingga me-nina bobo kan sambil disusui.


...πŸ™„πŸ™„πŸ™„...


"Senangnya jika Sean bisa menikah dengan gadis ini. Dia akan merasakan kebahagiaan seperti yang kurasakan" gumamnya dalam hati.


Tanpa sadar Sabastian terus menatapnya.


"Lah, si bapak malah bengong. Nih pak urusin sendiri. Saya mau balik ke ruangan. Nanti balikin ya cardigan saya" ucap tenang Shelly tanpa ada rasa canggung sedikitpun dan berlalu kearah lift membuat Sabastian mengernyitkan dahi. Hilang sudah rasa kagumnya.


"Ben, urus dia" titah Sabastian pada Beben sambil menunjuk Meli Setiawati Yang Tidak Setia dengan dagunya.


Sabastian menggelengkan kepala dengan seulas senyum terbit di bibirnya.


Benar kata Beben. Shelly si pemagang membuat perusahaan ini lebih hidup dengan tingkah selengeannya.


Beben bahkan membawa rekaman cctv yang menayangkan perseteruan yang selalu dilakukan Shelly dan Meli. Tepatnya selalu Meli yang memulai, namun Shelly selalu mempunyai cara untuk membalas Meli.


Pernah 1 hari Shelly tidak masuk karena mengejar tugas yang sudah dead line. Dan kantor itu terasa sepi. Bahkan Meli Setiawati Yang Tidak Setia yang selalu tak mau kalah dan tak boleh ada yang melebihinya tentang apapun tampak murung.


Ketegangan di kantor itu pun mencair jika Shelly hadir meski hanya nongkrong di depan loby membersamai satpam.

__ADS_1


Sabastian kembali ke ruangannya untuk berganti pakaian. Niatnya untuk melakukan meeting di luar sekaligus makan siang ia alihkan menjadi meeting secara online.


"Halo, mama.. bisakah mama ke kantor bawa pakaian ganti papa?" pinta Sabastian pada sang istri melalui sambungan telfon gambar.


*video call yamponπŸ™ˆ


"Ya ampun papah, nyemplung dimana itu kok kotor gitu?" seru sang istri terkejut yang sudah othor tentukan bernama Tiara.


"Nanti deh papa cerita" timpal Sabastian sambil terkekeh kala membayangkan musibah yang menimpanya.


"Yee papa gimana sih, malah ketawa. Hmmm.. mama jadi curiga.. " tukas Tiara yang langsung mematikan sambungan telfon bergambar itu. Sudah dipastikan dia langsung melesat ke kantor sang suami.


"Ben, apa ada rekaman yang di ruangan manajer operasional?" tanya Sabastian pada Beben melalui sambungan interkom.


"Sebentar saya cek, pak" jawab Beben yang langsung menghubungi pihak keamanan.


Sabastian menunggu selama 10 menit. Dia terus memutar ulang kejadian di kantin juga potongan potongan rekaman yang berisi perseteruan antara Shelly dengan Meli Setiawati Yang Tidak Setia yang hampir terjadi setiap harinya.


Sabastian bahkan melupakan perutnya yang keroncongan karena menertawai tingkah Shelly saja sudah cukup membuatnya kenyang.


"Bawakan padaku sekarang" titahnya antusias.


tok


tok


"Papaaaa....." seru Tiara sang istri yang langsung masuk tanpa menunggu perintah dari sang suami.


Sudah dia duga jika tubuh sang suami lengket semua.


Tiara lantas menariknya kearah kamar mandi dan memandikannya.


Tiara selesai dengan mengurusi sang suami. Tak ada keluhan sedikitpun yang keluar dari bibirnya. Justru ekspresi senang dan puas selalu tampak pada wajahnya, seperti sehabis mengurusi seorang anak. Dan Sabastian tak pernah keberatan dengan perlakuan sang istri padanya.


Beben telah menunggu di sofa sejak 5 menit yang lalu, saat Sabastian tengah diurusi Tiara di kamar mandi.


"Sudah kamu salin di laptopku, Ben?" tanya Sabastian kala mendapati Beben telah menunggunya.

__ADS_1


"Sudah, pak. Ada tambahan 1 file lagi, dan itu berasal dari basement. Tapi ini tak ada sangkut pautnya dengan pak Sean, tuan" ucap Beben memberikan laporan.


Tiara mengangkat sebelah alisnya.


Apa suaminya tengah mengawasi sang anak? pikirnya. Namun dia tak mau ikut campur. Hanya kepo tingkat dewi nya bertambah.


"Sini mah, lihat ini. Mamah pasti kaget" ajak Sabastian pada sang istri seraya menepuk pahanya agar sang istri duduk di pangkuannya.


Beben yang mengerti pun langsung undur diri.


"Ya ampun.." Tiara menutup mulutnya kala menyaksikan keceriaan dan kelincahan juga kekonyolan calon menantu idamannya.


Mereka lantas menertawakan tayangan yang menurut mereka diluar pikiran mereka. Balasan nyeleneh yang selalu Shelly lontarkan pada Meli, membuat mereka semakin tertarik untuk melihat tayangan berikutnya yang berdurasi pendek itu.


Tak lupa mereka menyaksikannya sambil makan siang dengan Tiara menyuapi Sabastian.


"Ya ampun papa.. kasian banget jadi sasaran" timpal Tiara terkekeh melihat rekaman sang suami yang jadi korban salah sasaran Meli.


"Lihat, mah. Dia mirip mama ya, ngurusin papa" tukas Sabastian terkekeh. Namun senyum di bibir Tiara mendadak surut.


"Seneng ya, diurusin sama yang masih muda, heh" pekik Tiara menjewer telinga sang suami.


"Adedededeh... mah... ampuuun.. maksud papa, Sean bakal kayak papa, ada yang ngurusin kek mama ngurusin papa. Gitu loh ma. Jangan buruk sangka dulu dong" Sabastian mengaduh dan menghiba.


"Ini yang kata Beben di lift 2 minggu lalu. Coba kita liat. Pasti waktu pertama gadis itu masuk perusahaan" tukas papa yang langsung meng klik file 2 minggu lalu tersebut.


"Haaa.... ou may gaaad... " keduanya terkejut kala melihat tayangan keberingasan Shelly dan Sean saat hari pertama Shelly masuk perusahaan.


"Papa... anak kamu pa... dia laki laki sejati..." ucap girang Tiara yang menitikan air mata. Dia memang pernah melihat Shelly dan Sean seperti itu di apartemen, tapi tak seberingas sewaktu di lift.


"Ternyata mereka sudah saling mengenal sebelum gadis itu masuk perusahaan. Tapi... tampaknya mereka menyembunyikannya dari orang orang.. termasuk kita, mah" ucap Sabastian memberi komentar dengan dahi berkerut.


"Mungkin gadis itu belum siap berkomitmen, pa. Ingat kalau dia masih kuliah" timpal mama.


"Lalu yang di basement ini apa, pa?" lanjut Tiara yang langsung mengklik file terakhir.


Sontak keduanya menutup mulut dan saling beradu pandang.

__ADS_1


__ADS_2