Friends With Benefits (Teman Tapi Mesra)

Friends With Benefits (Teman Tapi Mesra)
Messed With A Wrong Person


__ADS_3

"Anakmu?" lirih Shelly bertanya.


"Tentu saja dia anakku. Anak yang lahir dari rahimku. Sayang sekali ayahnya keburu mati dan tidak meninggalkan apapun untukku" aku Cindy sambil melangkah perlahan mendekati Shelly.


Kini Shelly dan Cindy berjarak sangat dekat. Hidung mereka bahkan hampir bersentuhan. Saling melempar tatapan sedingin es.


"Bukan salah anak ini jika ayahnya tak meninggalkan sepeserpun untukmu. Salahkan dirimu yang langsung pergi meninggalkan mereka setelah melahirkannya" desis Shelly membuat Cindy merubah ekspresi liciknya menjadi amarah.


"Jangan sok tahu. Kamu gak tahu apapun tentangku" desis Cindy mengepalkan tangannya kesal.


"Aku gak tertarik dengan hidupmu. Aku hanya perduli dengan anak ini. Anak yang tidak pernah mengenal dan merasakan cinta seorang ibu kandung, lalu tiba tiba datang dan menyakitinya seperti ini. Apa dia akan percaya dan menganggapmu sebagai ibunya begitu saja?" balas Shelly menohok Cindy.


plakk


Cindy menampar pipi Shelly karena kesal tak bisa membalas perkataan Shelly.


"Cindy.." sergah Sean yang langsung mendorong mundur Cindy agar menjauh dari istrinya.


Namun Cindy yang tubuhnya sempat terdorong ke belakang kembali maju dan mencengkram kerah baju Shelly.


Sean berusaha melepas cekalan Cindy, namun para pria berotot itu menahan tubuhnya.


"Cindy.. lepaskan dia" raung Sean meronta dari cekalan para body guard.


Shelly terkekeh. Dia lantas meludahkan darah yang bersarang di mulutnya ke sampingnya.


"Hanya itu yang bisa kamu lakukan? heh.. dasar pengecut" ejek Shelly dengan senyum miring.

__ADS_1


"Dasar sialan.." pekik Cindy yang kembali melayangkan tangan pada Shelly.


dugg


Tanpa Cindy duga, Shelly menyundul hidungnya dengan kepalanya hingga kepala Cindy terpental ke belakang dan reflek melepas cekalan di kerah Shelly.


Tak hanya itu, Shelly menendang seorang pria berotot yang hendak menolong Cindy, lalu tangannya tak diam dengan mengayunkan kepalan pada pria berotot lainnya.


Sean yang berhasil lepas dari cekalan pun ikut menghajar mereka.


Mereka kalah jumlah, meski begitu, keduanya mengerahkan tenaga semampu mereka untuk menghajar kelima body guard yang Cindy sewa. Meski beberapa kali Sean dan Shelly juga mendapat pukulan, namun Shelly berhasil menghindar dari pukulan yang mengarah pada perutnya.


Mario yang melihat perkelahian itu hanya bisa menempelkan kedua telapak tangannya pada kaca jendela sambil berteriak memanggil Shelly dengan panghilan 'mama' sambil menangis.


Para pengunjung festival tak menyadari tengah ada kericuhan di belakang keramaian, juga karena suara MC melalui mic juga musik latar festival menyamarkan kegaduhan yang mereka sebabkan.


Mencari celah untuk bisa melukai Shelly yang tengah sibuk meladeni 2 pria bertubuh kekar yang berhasil ia tumbangkan.


"Mati kamu, wanita sundal" teriak Cindy sambil mengayunkan pisaunya kala menemukan celah untuk menyakiti Shelly.


bugghh...


Tubuh Cindy tiba tiba terpental kesamping karena tendangan seseorang.


"Axel.." pekik Shelly dengan nafas tersengal.


Beruntung Axel datang disaat yang tepat dan menyelamatkannya.

__ADS_1


Axel melihat kondisi kedua pria bertubuh kekar itu terkapar di tanah.


"Sialan lo, nyisain kuntilanak doang buat gue" keluh Axel.


Shelly terkekeh. "Tolongin ayang gue tuh" titah Shelly mengedikkan kepalanya kearah Sean yang tengah kewalahan meladeni 3 pria.


"I'm coming" seru Axel semringah karena akhirnya bisa melampiaskan amarahnya pada lawan yang sepadan.


Cindy terpental cukup jauh karena tendangan Axel. Tubuhnya sampai terseret beberapa meter kesamping.


Shelly segera berlari kearah Cindy kala melihat Cindy merangkak hendak meraih pisau yang terlepas dari tangannya.


Shelly menendang jauh pisau itu, lalu memukul wajah Cindy hingga terjungkal kebelakang.


Cindy terlentang tak berdaya. Wajahnya sudah tampak tak karuan. Nafasnya tersengal. Shelly mendekatinya lalu mengangkangi tubuh Cindy lalu berjongkok dan mencengkram kerah nya.


"You've messed with a wrong person (kamu macam macam dengan orang yang salah)" desis Shelly kesal.


Tanpa ia duga, Cindy malah terkekeh dalam ketidak mampuannya.


"Hahaha.. kamu gak akan bisa nyelamatin anak itu. Seenggaknya, aku gak mati sendirian" kekeh Cindy yang lantas mengacungkan sebuah benda kecil seukuran remot kunci mobil, lalu menekan tombolnya.


"Kalau aku mati dan melepas tombol ini, maka.. boom.. haha... anak itu akan menjadi serpihan.. hahaha..." tawa nyaring Cindy membuat siapapun yang mendengar akan merasa bergidik ngeri.


Shelly terkesiap, lantas menoleh pada mobil yang menampakkan Mario yang tengah memukuli kaca mobil sambil menangis. Tak lupa mulutnya hanya bergerak meneriakan kata 'mama'.


"Kalaupun tak meledak, bocah itu akan tetap mati kehabisan oksigen" imbuh Cindy mengalihkan perhatian Shelly dari Mario kepadanya.

__ADS_1


__ADS_2