
Mulut Terry menganga. Sedangkan Sean membolakan matanya yang terasa panas diiringi luruhnya air mata.
Inikah hukuman baginya? Tanya Sean dalam hati.
"Kenapa kamu berkata seperti itu?" tanya lirih Sean.
"Karena kata anak ini aku mamanya, dan dia papanya, berarti dia suamiku. Lagi pula.. dia lebih pantas jadi suamiku. Apa kamu gak liat kemiripan diantara mereka?" jawab Shelly yang lantas menilik wajah Terry dan Mario bergantian.
"Kok beda?" lanjut Shelly lirih.
"Pasti mirip denganku" imbuh Shelly yang lantas meminta cermin pada Terry.
Karena tidak memiliki cermin. Terry menyodorkan ponselnya dan mengaturnya dalam mode kamera selfie agar Shelly bisa bercermin. Mata Terry berlarian kearah atas. Dia tak mau memberikan keterangan apapun karena kini dia paham jika Shelly tengah mengalami amnesia.
Shelly mengerutkan kening. Dia juga tak menemukan kemiripan antara dirinya dengan bocah itu.
"Ya ampun.." celetuk Shelly kala menatap wajahnya sendiri pada layar ponsel milik Terry.
Sean dan Terry meliriknya bersamaan.
"Kenapa wajahku kumal gini?" lanjut Shelly bergumam.
Sean dan Terry kembali menautkan alis mereka.
__ADS_1
"Rambutku.. kusam dan.. lengket.. iieewww... mas.. aku mau mandi.." rengek Shelly yang terlihat jijik menatap dirinya sendiri di cermin.
"T...tapi.. perban kamu gak boleh kebasahan dulu. Lagian dokter belum ngijinin kamu buat mandi. Nanti kalo pusing gimana?" tolak Sean.
"Aku bicara sama suamiku ya. Maaf, silahkan anda pergi, karena saya mau mandi dulu. Gak pa pa cuma di lap juga. Mas bantuin aku ya?" pinta Shelly manja pada Terry di akhir kalimat.
Terang saja hal itu membuat Terry menelan kasar ludahnya karena melihat arti tatapan tajam Sean padanya.
"E.. eh.. kamu dibantu perawat aja ya. Mario kan gak ada yang ngawasin nanti. Dia gak mau dititipin ke siapapun. Kasian" tolak Terry halus.
"Mario sayang, kamu mau kan-"
"Kita beli es krim yuk" ajak Terry pada Mario, memotong bujukan Shelly yang langsung disambut antusias oleh Mario. Tanpa menunggu reaksi lanjutan Shelly yang bisa bikin runyam, Terry segera membawa Mario keluar ruangan untuk menyelamatkan diri.
Shelly mencebik kesal. Dia pikir bisa mengambil kesempatan agar bisa dimanja lelaki yang gantengnya super maksimal, pikirnya.
"Bibirmu sexy itu terbukti, dari caramu cium pipiku
Bibirmu sexy itu terbukti, dari caramu sebut namaku
Aku seperti ada
Di dalam penjara cintamu
__ADS_1
Kamulah makhluk Tuhan yang tercipta yang paling sexy
Cuma kamu yang bisa membuatku terus menjerit
aah.. aah.. aah..
ih ih ih.."
Sean yang belum keluar ruangan, melongo dibuatnya.
Apa benar ini istrinya? batinnya bertanya.
"Damn, you're so pretty (Kamu cantik bangeeet)" monolognya sambil menunjuk pada pantulan dirinya sendiri lalu mengedipkan sebelah matanya dengan gaya centil.
"O mai gat.. alis ku kenapa kek gini.. nanti suami ilfil gimana?" lanjutnya panik. Lalu membuka laci nakas mencari sesuatu yang tidak mungkin ada.
tok tok
"Permisi, nyonya. Katanya anda ingin mandi sekarang ya?" tanya perawat yang Terry panggil saat melewati meja perawat.
"Ah iya, sus. Emm.. sekalian boleh pinjam pinsil alis? kalau bisa.. sama pisau cukur" pinta Shelly yang berbisik diakhir kalimatnya.
Perawat itu menautkan alisnya.
__ADS_1
"Buat nyukur itu, gimana sih" imbuh Shelly sedikit kesal.
AIOOOO SAJEN NYA KENCENGIIIN😆