
Keputusan telah ditetapkan. Status perkawinan Shelly dan Sean akan segera diumumkan untuk menghindari fitnah.
Shelly pun harus pasrah jika status pernikahannya diumumkan di kampus.
"Hhh... alamat diledekin ini mah" Shelly menghela nafas panjang.
Secara, selama ini dia seorang mahasiswi yang dikenal anti terhadap pacaran karena beranggapan jika berpacaran itu sesuatu hal yang ribet dan membuang waktu juga perasaan kala harus putus gegara orang ke tiga.
Shelly melangkah mantap tanpa Axel yang biasanya kemana mana selalu berdua bahkan bertiga.
"Gak nyangka si jalu bisa kawin" celetuk salah seorang mahasiswi cantik yang merupakan dewi kampus idaman para mahasiswa di Universitas U.
"Ya bisa lah. Kalo udah nikah baru bisa kawin. Bukannya kawin dulu nikahnya gatau kapan" timpal Shelly cuek sambil mengunyah sedotan di dalam kelas. Matanya tak lepas menilik barisan angka dan tulisan diatas kertas.
Sang dewi seketika merubah ekspresinya menjadi kesal.
"Jangan jangan bunting duluan" imbuh sang dewi yang tak mau kalah dalam memojokan Shelly.
__ADS_1
Tak ia pungkiri jika Shelly juga tak kalah cantiknya dengan dirinya. Apa yang dikenakannya juga meski terkesan urakan namun kualitas bahannya merupakan kualitas premium.
Hanya saja para mahasiswa di kampus ini enggan mendekatinya karena Shelly bukan tipe wanita yang bisa diajak kencan sekali buang. Belum lagi ditambah sifatnya yang bar bar dan tak berperasaan kala menghajar orang yang berani menyentuhnya.
"Bunting gegara tai sih iya. Tiap hari gua buang tuh orok di empang. Dari pada bunting gak ketauan. Ngaku nya di entot jin. Kan tai" sarkas Shelly mencibir.
Sang dewi pun tersindir dengan ucapan sarkas Shelly yang memang tiada dua.
Mahasiswi lain yang tak berani membuat masalah dengan Shelly menariknya agar segera menyudahi dan pindah duduk menjauhinya.
Namun sang dewi yang bernama.. Dewi🤔 ngeyel dengan rasa penasarannya.
"Elu kalo gak tau apa apa ga usah asal ya kalo ngomong. Nyebarin fitnah sembarangan" pekik Dewi mengatensi para penghuni kelas statistik.
"Yeee.. ko elo nyolot sama gue sih. Noh temen temen munafik elo yang nyebarin sekampus. Gaya nya aja nyembah elo didepan, taunya nyinyirin elo dibelakang. Gue sih males punya temen rasa benalu" tukas Shelly membongkar perilaku pengikut Dewi yang kini berwajah pucat.
"Apa? jadi kalian.." amarah Dewi tertahan karena dosen statistik sudah masuk ke ruangan kelas.
__ADS_1
"Selamat pagi semuanya" sapa sang dosen yang mana adalah musuh bebuyutan Shelly.
"Pagi paaak..." balas seisi kelas kecuali Shelly.
"Waaah.. harusnya pagi ini ada yang berbunga bunga karena statusnya sudah sold out" sindir pak Asep. Si dosen mesum yang masih jomblo.
"Iya dong pak. Tapi bungaku hanya untuk pasangan halalku. Haram hukumnya kalo senyum sama yang bukan mahramnya" tukas Shelly yang disoraki seisi kelas.
"huuuuu... sok alim lu.." seru mereka serempak.
"Gak senyum aja dikejar dosen, apalagi senyum" timpal mahasiswa yang duduk di pojokan.
"Kalo senyum dikejar anjing" timpal mahasiswa lain diakhiri tawa renyah.
"Nah itu ngaku" cebik Shelly enteng karena kedua mahasiswa yang memberikan komentar itulah yang pernah mencoba mengejarnya untuk mencoba menaklukannya.
Kini tawa seisi kelas menggelegar menertawakan kedua mahasiswa yang kena skak mat Shelly.
__ADS_1