Friends With Benefits (Teman Tapi Mesra)

Friends With Benefits (Teman Tapi Mesra)
Ngontrak


__ADS_3

"Terus.. terus... dikit lagi..." titah Sean dengan peluh bercucuran.


tok


tok


"Shellyyy... are you okay, honey?" teriak Chelsea membuat Shelly dan Sean terperanjat dan langsung mencabut pasak yang sudah tertanam dan hampir meledak.


"Momy.. gawat.. cepet pake baju.." bisik Shelly yang lantas panik dan berlarian memunguti pakaian Sean dan memberikan padanya untuk segera dikenakan. Sedangkan Shelly mengambil asal pakaian yang ada di lemari.


"Kenapa juga harus panik, kita kan udah sah" desis Sean yang merasa gendok luar biasa karena lagi lagi terpotong kenikmatannya yang hampir tiba.


"Oiya ya.. kok bego sih" tukas Shelly tersadar. Kenapa juga dia merasa melakukan hubungan terlarang dengan suaminya sendiri dan seolah terciduk sang momy.


"Ya udah lanjut yok" lanjut Shelly kembali membuka baju yang sudah ia dan Sean kenakan namun belum terkancing.


"Shelly..." teriak Chelsea yang merasa belum mendapat jawaban dari sang anak.

__ADS_1


"Bentar ih, mom. Lagi nanggung..." balas Shelly berteriak sambil terus bergerak.


Dahlah🤦🏻‍♀️


Rosie menangis tergugu di sofa sambil memeluk Shelly erat. Dia baru diberi tahu perihal tragedi yang menimpa cucu menantu kesayangannya.


Jika saja Shelly tak mempunyai luka lebam di wajah cantiknya, sudah pasti mereka akan menyembunyikannya agar tak membuat sang nenek khawatir.


Chelsea memperhatikan interaksi sang anak dengan eyang besannya dengan tangan melipat didada.


Pun dengan Bryan sang dady. Namun Bryan tak aneh karena Shelly selalu mudah disayangi dan penyayang pada orang tua.


"Kamu itu makanya jangan bangor, jangan kesenengan jailin nenek. Kualat kan" petuah Rosie disela isakannya.


"Yah nenek. Gak asik dong dunia kalo tanpa kejahilan. Lagian nenek tega bener nyumpahin Shelly kualat. Kan berguna tuh jailnya Shelly bikin nenek olah raga. Dari pada goyang goyang gajelas di kursi, pas jalan keterusan goyang. Oleng kan jadinya" cerocos Shelly yang dibalas tepukan Rosie di lengannya.


Shelly dan Bryan terkekeh. Namun tidak dengan Chelsea.

__ADS_1


Ada rasa cemburu kala mendapati jika anak gadisnya mempunyai keluarga baru yang sangat menyayanginya. Padahal dia cukup sangsi dengan kebangoran sang putri. Apakah orang lain akan menerima perilaku sang anak apa adanya, dengan segala kekurangannya.


"Pantesan gak pernah nelpon momy. Udah punya kesayangan lain ternyata" keluh Chelsea tanpa sadar terdengar oleh yang ada disitu.


"Momy kan punya kesayangan abadi. Jan sirik napa. Shelly aja sering dicuekin. Berasa jadi anak kos deh kalo momy sama dady udah nempel kek tinta di baju" keluh Shelly dengan ketus.


"Nyonya Rosie sama dady kan beda. Dady yang bikin momy brojolin kamu sama kakak kamu. Sedangkan.." ucapan Chelsea terpotong kala melirik pada Rosie lalu tersadar tengah berada dimana.


"Nenek Rosie yang brojolin bapaknya kak Sean, trus bentar lagi bikin Shelly brojolin.. " ocehan balasan dari Shelly dijeda kala menyadari hampir mengakui aktivitasnya bersama Sean sebelum bergabung berkumpul di ruang keluarga.


"Hehehe.. Shelly main dulu" secepat kilat Shelly melesat ke arah garasi untuk memandikan jagoannya.


Si Mercy G-class


Hayo pada ngeres mikirnya😏


"Anak itu.. " Chelsea tak bisa berkata kata untuk menggambarkan tentang perilaku sang anak yang mewarisi sebagian besar sifatnya.

__ADS_1


"She's just like you, baby" (dia persis seperti kamu, sayang) tukas Bryan lembut sembari mengecup tangannya dengan penuh sayang.


"Ekhem, perasaan ini rumahku, tapi berasa ngontrak" celetuk Rosie yang membenarkan pemikiran Shelly tentang kedua orang tuanya.


__ADS_2