
"Hai, Sukma!" Daniel langsung menyapa saat melihat Sukma berdiri di belakang Nathan. Melihat gelagat Daniel yang melambaikan tangan dengan wajah sok ceria yang rasanya ingin Nathan tampol, Nathan langsung menghalangi pandangan Daniel pada Sukma.
"Jangan ganjen, Niel!" peringat Nathan dengan nada tajam.
Daniel mendengus kesal, "posesif amat, Nat!"
Nathan kemudian membawa Sukma duduk di sofa panjang, berhadapan dengan Daniel dan Neo. Nathan sengaja duduk di Samping Sukma, untuk mengawasi tingkah dua sahabatnya. Jangan sampai mereka diam-diam malah main mata pada adiknya itu. Nathan tak akan ikhlas jika adiknya diganjenin sama dua mahluk astral tersebut.
Daniel dan Neo menatap Nathan dengan aneh. Pria itu mengajak mereka untuk datang agar Sukma terbiasa dengan kehadiran orang lain, tapi di sini dia malah bertingkah tak ikhlas jika Daniel dan Neo ingin mengakrabkan diri. Nathan ini memang definisi salah satu makhluk yang harus dimusnahkan dari muka bumi, jika tak mengingat Nathan adalah sahabat mereka.
"Nat, ini kita cuma saling tatap-tatapan gini?" Neo yang sudah jengah akhirnya bertanya.
Nathan akhirnya tersadar. Benar juga. Dia bahkan nggak tahu, gimana caranya biar mereka akrab.
"Sejujurnya, aku juga nggak tahu gimana selanjutnya." Nathan berujar penuh kejujuran.
Neo dan Daniel mendengus, dasar sahabat gil4!
"Ya udah, gimana kalau mulai sekarang kita itu kaya buat emm...daftar hal yang akan kita lakuin selanjutnya. Emm, seperti jalan-jalan, bermain, atau apapun, biar kedekatan kita itu nggak terkesan terlalu memaksa Sukma juga," usul Daniel.
__ADS_1
Neo mengangguk setuju. "Benar, Nat." Dia kemudian beralih pada Daniel, "tumben otaknya beres?"
Daniel menepuk dadanya bangga. "Kemarin baru habis di reparasi, makanya fungsinya masih bagus."
"Kamu setuju kan, sama saran teman Abang?" Nathan bertanya dengan nada pelan pada Sukma yang sedari tadi hanya diam menunduk. Sukma mendongak, menatap wajah sang abang angkat dan mengangguk perlahan.
Nathan menatap Sukma dengan tatapan lamat. Dia tahu, gadis itu mungkin sedang menahan ketakutannya dalam diam, terbukti dengan kedua tangannya yang saling meremas. Nathan menghembuskan napas kasar, mengambil satu tangan Sukma untuk ia bawa ke dalam genggamannya.
"Kamu jangan takut, ya. Ada Abang. Mereka juga, biar kelakuannya kaya Sy4it0n gitu, mereka baik, kok!"
Sukma kembali mengangguk sebagai respon. Dia mencoba menatap ke arah dua teman Nathan yang juga tengah memperhatikan interaksinya dan sang abang, berusaha mengulas senyum tipis untuk diberikan pada mereka.
Nathan mendengus kesal saat melihat dua sahabatnya itu malah bengong, tanpa membalas sapaan Sukma. Dengan kesal, dia mengambil bantal sofa dan melemparkannya pada Neo dan Daniel. "Rumah ini udah mau banjir gara-gara Iler kalian."
Daniel dan Neo yang terkejut akan lemparan tersebut, langsung mengumpati Nathan.
"Nat!" panggil Daniel dengan nada serius.
"Apa?" tanya Nathan dengan ketus.
__ADS_1
"Pantasan aja wajahnya di Laras udah nggak bikin kamu luluh. Orang Ini ada paket lengkapnya di depan mata, mana imut lagi."
Neo yang sepemikiran dengan Daniel pun mengangguk. "Iya. Sikapnya aja udah beda, adem banget yang ini."
Sukma yang mendengar pujian dua sahabat abangnya itu menunduk, merasa mu dan juga canggung. Dia bingung, karena sebelumnya dengan Nathan saja interaksinya sangat jarang. Malah ketemu dengan dua sahabat Nathan yang sering cosplay jadi buaya darat seperti ini.
"Aku nyuruh kalian ke sini biar berguna, ya. Jangan sampai aku ngusir kalian berdua, dan nggak ngizinin ke sini lagi."
Daniel dan Neo langsung meringis dan bersamaan melambaikan kedua tangan di depan wajah. "Maaf, Nat! Serius amat. Kalau nggak diizinin ke sini, gimana bisa kita nikmatin masakan Tante Fifi?"
"Ya makanya fokus. Dan nggak usah sebut-sebut Laras di sini," peringat Nathan lagi.
"Ya udah, sekarang ambil kertas buat nyatat kegiatan apa aja yang bakal kita berempat lakuin," Neo yang lebih waras dari Daniel memilih tak mendebat Nathan.
"Ambil di tas kalian aja, aku malas naik lagi ke atas buat ngambilnya."
Neo mendengus pelan, bilang saja kalau nggak mau ninggalin Sukma dengan mereka. Pakai alasan malas naik ke atas lagi!
______________________
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, dan kasih ulasannya ya. Oh ya, kalau kalian berkenan, share cerita ini dan ajak orang terdekat kalian untuk baca, biar aku makin semangat. Terima kasih semuanya☺️