Gadis Aneh Kesayangan Nathan

Gadis Aneh Kesayangan Nathan
Hampir M4t1


__ADS_3

Pintu ruangan milik Hisyam dibuka dengan kasar dari luar. Bahkan, pintu berbahan kayu tersebut menabrak dinding dengan kuat. Untung saja tak sampai memantul ke arah pria yang baru saja masuk ke dalam ruangan tersebut dengan wajah penuh emosi.


Dengan langkah cepat, Nathan mendatangi Seno yang sedang terduduk di lantai. Mengangkat kerah baru pria itu, dan langsung melayangkan kepalan tangan ke wajahnya. Seno langsung limbung. Pria itu berusaha memahami situasi, namun bogeman demi bogeman melayang ke wajahnya. Nathan bahkan sudah duduk di atas perut Seno, sembari memukuli wajah pria itu. Tak peduli jika Seno bisa saja kehilangan nyawa, Nathan seolah menjelma menjadi iblis mengerikan.


Sementara Hisyam, pria itu memberi kode pada tiga orang pria yang tadi menyusul Nathan di belakang, untuk menghentikan anaknya itu. Hisyam sudah menduga kalau Nathan akan main fisik, namun tak membayangkan kalau anaknya itu akan menjelma semengerikan ini. Kalau sampai Seno kritis, mereka akan kehilangan bukti sekaligus saksi untuk menjebak si penjahat keji yang menghancurkan hidup Sukma.

__ADS_1


"LEPASIN AKU! DIA PANTAS MATI! TANGAN KOTORNYA BERANI-BERANINYA MENYENTUH SUKMA!" Bayangan bagaimana Seno berusaha menjamah tubuh Sukma yang sudah lemah itu terlintas di kepala Nathan. Nathan memberontak saat Neo dan Daniel menariknya menjauh dari tubuh Seno yang sudah terkapar tak berdaya di atas lantai.


Sementara Leon, mendekati Seno dan membantu pria itu untuk bangun. Wajah Seno sudah membengkak dan memar di sana-sini. Belum lagi d4r4h yang menetes dari sudut bibir, dan dari area wajahnya yang terluka akibat pukulan Nathan yang terlalu kencang. Leon sendiri tak menyangka, kalau sahabat dari sepupunya itu sangat menakutkan saat marah. Meskipun dia juga mungkin sama dengan Nathan saat menghajar orang.


Hisyam mendekati Nathan yang berusaha berontak dari kedua sahabatnya. Menepuk bahu anaknya itu dengan sedikit keras. "Sabar, Nak! Jangan gegabah! Kalau dia mati, bukti akan lenyap dan semua usaha kita sia-sia."

__ADS_1


Leon membantu Seno untuk duduk di atas sofa. Meski Leon juga membenci Seno, namun benar kata Hisyam. Kalau pria itu kenapa-napa, usaha mereka selama ini pasti akan berkahir sia-sia. Jadi, sebisa mungkin Leon membantu Seno agar tetap hidup. Kalau bukti sudah di tangan mereka dan orang yang berada di balik masalah ini sudah tertangkap, barulah Leon siap jika misal Hisyam menyuruhnya m3mbvnvh Seno sekalipun. Bahkan tanpa dibayar, Leon akan tetap siap. Prinsip Leon, pria yang berani melecehkan perempuan seperti Seno ini patut dimusnahkan dari atas bumi. Biarkan dia hidup di perut Bumi selamanya.


Seno yang sudah duduk di sofa merasa lega. Tadinya, dia berpikir akan langsung kehilangan nyawa. Sebab menarik nafas saja tadi, begitu terasa susah. Seno tidak ingin mati saat dia masih penuh dosa. Sekalipun kematian itu pantas untuk ia dapatkan. Namun, Seno masih berharap kalau Tuhan memberikannya kesempatan kedua untuk menebus segala kesalahannya pada gadis bernama Sukma itu. Saat Sukma sudah memaafkan dia, maka Seno bersedia jika mereka menghilangkan nyawanya.


"Kamu!" Hisyam menunjuk wajah Seno. "Pilih jujur, atau dengan cara paksa membuka semua kejujuran?"

__ADS_1


Seno menghembuskan napas kasar. Pria itu membuka mulutnya ingin bersuara, namun dia malah batuk berkali-kali dengan mulut yang mengeluarkan d-4-r-4-h. Efek pukulan Nathan tadi yang tidak main-main.


Hisyam menghubungi Sapto yang tadi berada di luar untuk menggantikannya meeting. Hisyam tahu kalau Sapto sudah selesai. Meminta Sapto membawa dokter langganan keluarganya ke tempat ini untuk memeriksa kondisi Seno. Walau bagaimanapun, Seno tidak boleh m4t1.


__ADS_2