Gadis Aneh Kesayangan Nathan

Gadis Aneh Kesayangan Nathan
Inilah Ujungnya


__ADS_3

Hans Arganta, seorang duda yang ditinggal mati istrinya saat melahirkan si anak bungsu. Anak dari salah satu pengusaha kuliner yang cukup terkenal. Namun, dia sama sekali tak tertarik mengikuti jejak sang ayah di dunia bisnis. Dia lebih memilih menjadi seorang guru, berbagi ilmu dengan orang lain. Beberapa usaha yang diwariskan sang ayah padanya, malah ia serahkan pada orang lain kepengurusannya, sementara dia hanya menerima hasil saja.


Menjadi orang tua tunggal, Hans sangat kerepotan. Apalagi anak-anaknya masih kecil semua. Satunya berumur 8 tahun, dan si bungsu masih berumur 5 tahun. Dia tidak ingin menyerahkan anaknya diurus oleh Nani, meminta ibunya yang sudah tua menjaga pun tak mungkin. Tapi, Hans berusaha menjadi ayah yang baik untuk anaknya. Di sela kesibukannya mengajar, Hans tetap mengurusi dua buah hati peninggalan istrinya itu.


Suatu hari, Hans yang baru saja pulang dari sekolah, hampir menabrak seorang wanita. Untung saja dia menginjak rem dengan cepat. Hans yang ingin memarahi wanita yang berjalan tanpa memperhatikan jalanan itu, bermaksud turun dari mobilnya. Matanya membulat saat wanita tersebut malah jatuh pingsan.


Dengan terburu, Hans turun dari mobil. Mendekati wanita tersebut. Dia berjongkok, dan terkejut mendapati darah yang mengalir dari kepala. Hans merasa ketakutan. Jangan sampai orang menuduhnya menabrak wanita itu, karena Hans yakin, luka itu bukan disebabkan oleh tabrakan mobilnya.


Hans akhirnya memutuskan untuk membawa wanita itu ke rumah sakit. Kata dokter, kepala wanita itu habis dipukuli oleh benda keras yang berkemungkinan terbuat dari kaca. Sebab, ada serpihan kaca yang ditemukan di lukanya.

__ADS_1


Beberapa jam kemudian, wanita itu sudah sadar. Sayangnya, dia melupakan siapa dirinya, dan asalnya dari mana. Hans kembali menemui dokter, dan katanya wanita itu mengalami amnesia. Namun, kemungkinannya hanya sementara. Menurut dokter, itu hal wajar. Sebab dari lukanya, mereka bisa memastikan kalau kepalanya dipukul dengan sangat keras.


Pulang dari rumah sakit, Hans akhirnya memutuskan untuk membawa wanita itu ke rumahnya. Memanfaatkan tenaga wanita itu menjaga dua anaknya. Sebab menurut Hans, dia tidak mungkin berniat jahat dengan ingatan yang kosong seperti itu.


Sudah dua bulan wanita itu di rumahnya. Hans yang baru pulang dari sekolah, terlihat kebingungan saat wanita yang ia selamatkan itu terlihat menangis sembari duduk di sofa. Hans berpikir sesuatu terjadi pada anaknya. Ternyata tidak. Wanita itu mengaku sudah mendapatkan ingatannya kembali.


Seiring berjalannya waktu, Hans yang mengamati Dewi begitu telaten mengurus anaknya, akhirnya mulai tertarik pada wanita itu. Apalagi saat pulang dari sekolah, aroma masakan yang dibuat oleh Dewi selalu menyambut indra penciumannya. Hans akhirnya mulai memutuskan untuk mendekati Dewi sebagai pria. Butuh waktu dua tahun, barulah Dewi luluh. Sebenarnya, di sela waktu itu, Dewi menantikan kabar dari suaminya. Berharap sang suami datang mencari. Namun nihil. Dewi pun sadar, kalau mungkin suaminya benar-benar sudah ingin berpisah. Dia juga paham, kesalahannya teramat besar. Membunuh darah dagingnya sendiri? Bukankah hanya orang tak waras yang melakukan itu?


Pernikahan mereka akhirnya dilangsungkan. Kedua anak Hans pun sudah sangat dekat dengannya. Apalagi anak Hans yang bungsu. Meski anak itu laki-laki, namun Dewi seolah merasakan kalau dirinya merawat Sukma sebab mereka hampir seumuran.

__ADS_1


Waktu berlalu. Dewi diam-diam mulai mencari tahu tentang mantan suaminya dan Sukma. Dia pergi ke rumah mereka yang dulu dengan menggunakan mobil, mengawasi rumah itu dari jauh. Sayangnya, ternyata rumah tersebut sudah ditempati orang lain. Dewi meminta sang sopir untuk turun menanyakan nama Sukma dan ayahnya, tetapi kata tetangga mereka, pria itu sudah pindah dari sana.


Setiap hari, Dewi berusaha mencari Sukma. Bahkan dia jujur ke sang suami. Beruntung, suaminya tak marah, bahkan menawarkan diri untuk membantu. Dewi cukup diam saja, dan membiarkan Hans yang mencarinya. Dewi begitu percaya, tanpa tahu kalau Hans ketakutan luar biasa akan kehilangan kedua kalinya. Bagi Hans, jika Dewi bertemu Sukma, maka kemungkinan besar Dewi akan kembali menjalin hubungan dengan suaminya yang dulu. Dewi akan kembali pada suaminya karena luluh akan kehadiran Sukma. Jadi, dia hanya membohongi Dewi jika dia sedang berusaha mencari, padahal nyatanya dia tak melakukan apa-apa.


Beberapa tahun kemudian, Hans yang sudah menjabat sebagai kepala sekolah, dikejutkan dengan salah satu nama anak muridnya yang baru saja mendaftar. Dewi Sukma Ningrum. Wajah Hans seketika memucat. Dia mencocokkan data tersebut dengan cerita Dewi, dan benar. Anak itu adalah anak yang selama ini dicari istrinya. Ribuan suara berkelebat di kepalanl. Membisikkan berbagai macam kata-kata, menakut-nakutinya kalau Sukma akan segera bertemu dengan ibu kandungnya. Gadis itu bahkan datang tanpa dicari. Bukankah takdir bisa saja mempertemukan Sukma dan ibunya tanpa disengaja juga?


Akhirnya, Hans melakukan berbagai usaha untuk menyingkirkan gadis itu. Sayangnya, Hans ketahuan oleh anaknya sendiri. Anaknya itu sangat cerdas, dia akhirnya mencari tahu tentang Sukma dan kenapa sang ayah begitu membenci gadis itu. Fakta seolah memukul dirinya dengan telak. Sukma adalah anak dari wanita baik hati yang merawatnya sejak kecil. Gadis yang selalu ditangisi wanita itu setiap hari. Tapi sang ayah dengan tega malah ingin melenyapkannya. Dia berusaha mendekati Sukma. Diam-diam melindungi Sukma dari sang ayah, dan berusaha menyadarkan pria itu jika perbuatannya salah. Sampai suatu hari, dia kecolongan. Saat dirinya tengah dirawat di rumah sakit, ayahnya memanfaatkan kesempatan itu untuk menyingkirkan Sukma. Bahkan selang beberapa Minggu, gadis yang ia tahu juga berteman dengan Sukma malah dikeluarkan dari sekolah. Namun dia yakin, gadis itu tahu sesuatu tentang kasus Sukma. Dan semuanya, pasti perbuatan ayahnya.


Dengan mengumpulkan segala bukti, dia berusaha mencari kebenaran. Sampai dia tak sengaja mendengar seseorang yang datang ke ruangan ayahnya dan menyebut nama Sukma. Di sana, dia tahu ini akan menjadi ujung dari perbuatan buruk sang ayah. Dengan melakukan berbagai taktik, dia akan melawan ayahnya sendiri. Namun, bukan dengan tangannya langsung. Melainkan menggunakan pion, yakni orang-orang yang menyayangi Sukma. Dia akan bermain di belakang layar. Menggerakkan mereka untuk menemui bukti satu persatu. Mengalahkan segala kesombongan juga kelicikan ayahnya yang entah sejak kapan tercipta. Menurutnya, kekalahan sang ayah adalah satu-satunya balasan yang pantas untuk semua tenaga dan kasih sayang yang dicurahkan oleh ibu sambungnya itu pada keluarga mereka. Sudah cukup ayahnya mencurangi wanita baik itu. Dan inilah, ujungnya.

__ADS_1


__ADS_2