
Sukma saat ini tengah mempelajari materi yang diberikan oleh gurunya tadi. Sudah sejak seminggu yang lalu, Sukma mulai melakukan home schooling.
"Belajar?" Asik menekuri buku di meja belajarnya, Sukma terlonjak kaget saat mendengar suara Nathan. Dia berbalik dan melihat Nathan kini tengah berdiri di belakang kursi yang ia duduki.
"Astaga, Abang! Ngagetin aja!" Nathan tertawa geli melihat ekspresi yang ditampilkan gadis di depannya itu.
"Lihat, Abang bawa apa!" Nathan memperlihatkan plastik besar yang ia bawa di tangannya, membuat mata Sukma membulat takjub.
"Wahh, banyak Snack! Ini untuk Sukma?" tanya gadis itu. Dia bersorak kegirangan, bangkit dari kursi dan segera menyambar plastik tersebut dari tangan Nathan.
"Itu Abang bawain biar kamu semangat belajarnya," ujar Nathan. Tangannya mengacak dengan gemas rambut gadis itu.
"Abang ke kamar dulu, ya. Mau ganti baju, baru ke sini lagi!"
Sukma mengangguk. "Iya. Abang mau kan, ajarin Sukma?"
"Iya. Nanti Abang ajarin yang Sukma nggak ngerti. Udah, Abang mau mandi dulu. Udah lengket badan Abang."
__ADS_1
Setelah selesai mandi dan berganti pakaian, Nathan kembali berjalan menuju kamar Sukma. Dilihatnya gadis itu ternyata sudah tidak ada di sana. Nathan mendengus, Sukma pasti sedang berada di dapur, mengatur snack-snack miliknya di lemari.
Nathan duduk di atas ranjang milik Sukma, mengeluarkan ponselnya dan kemudian mulai asik sendiri dengan benda itu. Sampai tiba-tiba ponselnya berdering dan menampilkan nama gadis yang ia hindari belakangan ini. Laras. Gadis itu memang sering menghubunginya, hanya saja Nathan selalu menolak panggilannya. Di kampus, Laras tak lagi datang padanya, entah ke mana gadis itu, Nathan bahkan tak tertarik untuk mencari tahu.
Malas mengangkat panggilan Laras, Nathan meletakkan ponsel tersebut di atas ranjang. Lama menunggu Sukma kembali, Nathan tiba-tiba merasa ingin buang air kecil. Pria itu malas jika harus kembali ke kamarnya, dia mutuskan untuk menggunakan kamar mandi Sukma saja. Toh, gadis itu tidak ada di sana. Menggunakan kamar mandi milik adik sendiri bukan sebuah kejahatan, kan?
Sementara Sukma, gadis itu sampai di kamarnya saat Nathan sudah berada di kamar mandi. Sukma melihat keberadaan ponsel Nathan di atas ranjangnya, dan mendengar suara gemericik air, dan seketika tahu kalau Nathan ada di kamar mandinya. Sukma duduk di atas ranjang sembari menunggu Nathan. Di tangan gadis itu ada dua bungkus Snack untuk menemaninya belajar nanti.
Ponsel Nathan yang berdering tiba-tiba, menarik perhatiannya. Dia berpikir sejenak, mengangkat panggilan orang lain bukankah itu tak sopan. Akhirnya, Sukma membiarkannya saja. Namun, deringan ponsel itu kembali terdengar. Sukma yang penasaran, akhirnya mengambil benda persegi tersebut dan melihat nama yang tertera di sana. MR. Black, begitu yang Sukma lihat.
Panggilan tersebut berakhir, namun ternyata nomor itu kembali memanggil. Sukma memutuskan untuk mengangkat panggilan tersebut saja.
Karena tak mendapatkan sahutan dari seberang sana, Sukma kembali bersuara. "Halo? Ini siapa? Bang Neo ya? Atau Bang Daniel? Ini Sukma, Bang!"
"S...Sukma?" terdengar suara lirih di seberang sana, membuat Sukma seketika langsung menautkan alisnya.
"Iya, ini Sukma. Ini siap..." telepon terputus. "Yah, kok dimatiin?" tanya gadis itu bingung sendiri.
__ADS_1
"Aneh. Mana namanya Mr. Black, lagi." Tiba-tiba terdengar suara pintu kamar mandi dibuka, Sukma melihat Nathan keluar dari sana dengan ekspresi meringis.
"Abang kenapa? Sakit perut?" tanya Sukma, dengan terburu gadis itu mendekat ke arah Nathan karena merasa khawatir.
Nathan menggeleng pelan. "Enggak, enggak! Abang baik-baik aja, kok. Cuma, kaki Abang kram banget rasanya. Astaga!"
Nathan menyeret langkahnya menuju ranjang, sementara Sukma memperhatikan pria itu dengan aneh. Ingin rasanya tertawa, namun dia tahu kalau kram seperti itu memang sulit untuk bergerak. Pantas saja Nathan lama di kamar mandi.
"Tadi ada yang nelpon, Bang!"
Nathan menoleh, "Laras?"
"Bukan, kok! Mr. Black!"
Nathan langsung menatap Sukma saat mendengar nama tersebut. "Kamu ngangkat? Dia bilang apa?"
Sukma menggeleng. "Aku angkat, tapi dia nggak bilang apa-apa. Malah dimatiin."
__ADS_1
Nathan mengangguk mengerti. Tumben Mr. Black menelfon. Selama ini dia kan hanya bermain pesan. Ya sudah, nanti Nathan kembali mencoba menghubungi dia setelah ini.