Gadis Aneh Kesayangan Nathan

Gadis Aneh Kesayangan Nathan
Terlalu Sibuk


__ADS_3

Nathan menatap ponselnya yang menampilkan pesan yang dikirim.olwh Mr. Black. Pesan yang bertuliskan sebuah nama seseorang di sana.


Riana Kusuma.


Dia memerintahkan untuk mencari tahu tentang gadis itu, entah untuk apa. Yang jelas, Nathan yakin kalau gadis itu memiliki hubungan dengan kasus Sukma.


Pertemuan kembali di adakan. Bedanya, kali ini di kantor Hisyam, sebab takut mengundang kecurigaan Sukma.


"Papa akan kantongi nama ini untuk diselidiki sama orang kepercayaan Papa," ujar Hisyam.


Nathan mengangguk. "Papa tinggal kabari aku aja gimana hasilnya. Nathan sebenarnya mau ikut, tapi akhir-akhir ini Nathan sibuk juga di kampus."


Nathan sudah beberapa kali bolos kuliah, takutnya, absennya sudah melewati batas yang ditentukan dan berujung tak bisa ikut ujian.


"Kamu tenang saja. Papa pasti akan selalu kasih info ke kamu. Tugasmu, pantau adik kamu saja di rumah." Hisyam menepuk pelan pundak sang anak. Dia tak menyangka, Nathan seefort ini terhadap Sukma. Hisyam senang tentu saja. Tetapi, pria itu merasa seperti ada yang janggal dari sikap Nathan ini. Entahlah. Hisyam hanya berharap Nathan tidak sedang berpura-pura saja.


Selesai dari kantor Hisyam, Nathan langsung menuju ke rumahnya. Dahinya mengernyit saat mendapati mobil milik Neo ada di sana. Nathan mendengus tak suka, dua sahabatnya itu pasti sedang mengunjungi Sukma.

__ADS_1


"Assalaamu'alaikum," ucap Nathan pelan. Dia tak mendapati siapapun di ruang tamu, bahkan di ruang keluarga.


Pria itu tak langsung menuju ke kamarnya. Dia kali lebih memilih berjalan ke dapur, mengecek apakah dua sahabatnya itu berada di sana. Nathan menanyakan pada seorang asisten rumah tangga yang baru saja keluar dari pintu dapur, keberadaan orang rumah dan dua sahabatnya.


"Oh, itu, Tuan Muda. Nona sama dia sahabat Tuan Muda ada di taman belakang. Nyonya lagi di dapur, nyiapin suguhan." Mendengar hal tersebut, Nathan langsung berjalan menuju taman belakang. Benar, dia mendapati tiga orang itu ada di sana.


"Kalian ngapain di sini?" tanya Nathan tak suka. Tiga orang di depannya yang tadi tengah asik berbincang itu terkejut karena kedatangannya yang mendadak.


"Abang baru pulang?" tanya Sukma heran. "Abang Neo dan Bang Daniel udah dari tadi di sini, nyari Abang," sambungnya lagi.


Nathan mengelus rambut adik angkatnya itu dengan sayang. "Abang tadi masih mampir ke suatu tempat."


"Tante Fifi sama Sukma lah. Siapa lagi?" balas Neo.


"Harap kamu yang perbolehin mana bisa? Orang sensi mulu kalau kita datang." Daniel menambahkan dengan wajah kesal. Dia merasa, wajahnya itu tampan dan manis, kenapa Nathan selalu tak suka jika dia berkunjung? Kalau Neo ya nggak apa-apa. Dia kan kegantengannya tiga tingkat di bawah Daniel gitu, kalau Nathan sebel ke Neo Daniel rela kok, ikut-ikutan.


"Eh, Nathan udah datang juga, sayang!" Kedatangan Fifi memotong perdebatan tiga anak muda itu.

__ADS_1


"Kenapa Mama perbolehin mereka masuk?" tanya Nathan.


Fifi tertawa. "Sukma yang nyambut mereka," balas Fifi. Dia tahu, Nathan tak suka Sukma bermain dengan dua sahabatnya kalau tanpa dia.


"Dek, Abang kan udah bilang..."


"Sukma yang chat Bang Neo tadi. Sukma mau mau minta ajarin Matematika. Soalnya waktu itu Bang Daniel bilang, Bang Neo jago Matematika." Sukma memotong ucapan Nathan.


Nathan cemberut, menatap Sukma tak terima. "Abang lebih jago Matematika dari pada Neo."


"Enggak, kata Bang Daniel jagoan Bang Neo." Daniel dan Neo sudah cekikikan menyaksikan perdebatan dua orang tersebut.


"Daniel itu bohong. Jagoan Abang lah!" balas Nathan lagi.


"Tapi Abang sibuk. Abang sering pergi-pergi. Makanya Sukma minta Bang Neo sama Bang Daniel aja yang ke sini, buat bantu Sukma belajar."


Nathan langsung terdiam, tak tahu membalas apa lagi. Ternyata Sukma menyadari kalau dia terlalu sibuk akhir-akhir ini. Nathan menghela napas pasrah, "maaf kalau gitu. Abang sibuk ada sebabnya, kok!"

__ADS_1


Sukma mengangguk pelan. "Iya. Sukma paham kok," balas gadis itu.


__ADS_2