GADIS CUTE DAN MANDIRI

GADIS CUTE DAN MANDIRI
Episode 99 gadis cute dan mandiri season 2


__ADS_3

🌟🌟🌟


"Kalau kamu menyelamatkan ku malam itu, kenapa hari ini kamu menculik ku dan mengurungku disini" Tanya Mala penasaran.


"Aku disini membantu Jeni menculik mu, sekalian menjaga mu supaya Jeni tidak akan berbuat sesuatu pada mu" jawabnya menyerahkan makanan kepada Mala.


"Kamu makan dulu bayimu butuh asupan gizi" ucap Nunik, Mala menggeleng takut kalau nasi itu ada racun.


"Pegang dulu akau akan menelfon suamimu supaya kamu tidak takut kepada ku" ucap Nunik lalu menelfon nomor Riko dengan panggilan vidio.


"Hallo riko istrimu tidak mau makan dia takut aku meracuninya" ucap Nunik kepada Riko diseberang telefon.


"Kamu kasih hpnya kepada istriku biar aku bicara kepadanya" ucap Riko, Nunik langsung menyerahkan hp kepada Mala.


"Hallo sayang, kamu jangan takut ya Nunik tidak jahat dia akan menjaga mu disana" ucap Riko.


"Aku nggak mau dia yang menjaga ku, aku mau kamu yang menjaga ku hiks.. hiks... " Mala menagis.


"Sayang kamu sabar ya aku akan segera menolongmu tapi kamu sabar ya, kamu ikuti aja permainan Jeni untuk menyenangkan hatinya" ucap Riko.


"Terserah kamu saja, tapi jangan lama-lama ya".


"Iya sayang ku" ucap Riko.


"Sini HP ku makanlah nasinya sebelum dingin" ucap Nunik sambil menyodorkan tangannya meminta HP ditangan Mala.


Mala menyerahkan HP itu lalu memakan nasi yang diberi oleh Nunik kepadanya, "terimakasih ya" ucap Mala disela-sela mengunyah makanan itu.


"Untuk apa" Tanya nunik dingin.


"Karena kamu selalu menolongku" ucap Mala.


"Haha tidak usah berterimakasih suami mu juga membayar ku untuk hal ini" jawab Nunik tapi fokus pada layar HPnya.


"Kalau kamu mau aku mau kok berteman dengan mu" ucap Mala Lagi.


"Tapi aku tidak butuh teman, kamu lanjutlah makan aku mau istirahat dulu" Nunik pergi dari sana untuk istirahat diruang tengah.


Nunik menghidupkan TV lalu merebahkan badannya di sofa yang panjang itu.


Klek....


Pintu terbuka Jeni masuk kedalam rumah. kali ini dia pulang membawa ide untuk memeras Riko.


"Nunik bangun" ucap Jeni menggoyangkan tubuh Nunik yang tertidur pulas.


"Nunik bangun" Jeni sekali lagi memanggil nama Nunik.

__ADS_1


"Ada apa sih Jen, aku masih ngantuk" Nunik bicara dengan mata yang masih terpejam.


"Bangunlah aku mau merencanakan sesuatu untuk Riko".


Nunik akhirnya bangun lalu mendudukkan bokongnya.


"Kamu punya rencana apa?".


"Aku mau minta uang tebusan yang banyak dan akan meninggalkn kota ini, dan juga menyuruh Riko membebaskan papaku" ucap Jeni.


"Aku ingatkan kamu sekali lagi rencana kamu ini percuma, lebih baik iklaskan apa yang sudah terjadi lagian Om burhan tidak menyalahkan keluarga Bram melaiankan menyesal karena menyalahgunakan uang perusaan" ucap Nunik.


"Aku tidak mau, aku sudah terlanjur membencinya" ucap Jeni marah.


"Terserah padamu, sekarang kamu telfon Riko minta uang tebusannya aku nggak mau lama-lama bersama mu" ucap Nunik.


Jeni menelfon nomor Riko berkali-kali tapi tidak diangkat oleh Riko.


"Kok nggak diangkat sih? apa istri s*alannya ini tidak berharga lagi?" omel Jeni.


"Coba telfon sekali lagi, mana tau diangkat" ucap Nunik.


Dan betul saja telfon kali ini di Angkat oleh Riko.


"Hallo Riko apa kamu masih menginginkan istri mu ini?" ucap Jeni to the poin.


"Aku mau kamu bebaskan papaku dari penjara" ucap Jeni.


"Papa kamu siapa? aku tidak mengalnya" ucap Riko bermain-main.


"Jangan macam-macam ya... aku bisa saja membunuh istrimu sekarang juga jika aku mau" ancam Jeni.


"Aku juga mau kamu kasih aku uang 5M, baru aku akan menyerahkan istrimu kepada mu" ucap Jeni lagi.


"Baiklah kamu dimana aku akan membawa uang Yang kamu katakan habis itu kita urus bersama tentang hukuman papamu, bagimana kamu setuju" Tanya Riko.


"Aku setuju tapi jangan pernah kamu bawa siapa pun kesini atau istrimu akan kena imbasnya" ucap Jeni.


"Baiklah kirim alamatnya aku akan segera kesana".


Klik telfon dimatiin oleh Riko.


Saat telfon mati Riko tertawa senang.


"Haha dasar wanita keras kepala, udah tau nggak bakal berhasil masih aja ngotot mau memerasku" batin Riko.


Riko membaca pesan itu lalu segera berangkat kealamat yang dikirim oleh Jeni.

__ADS_1


Riko mengemudi mobilnya dengan kecepatan tinggi, dia tidak sabar melihat Jeni yang mati kutu karena rencananya gagal total.


Mobil Riko sudah sampai didepan rumah berlantai 2, Riko turun dari mobil dan segera masuk kedalam rumah.


"Hey Jeni apa kabar?" Riko masih sempat basa basi.


"Tidak usah basa basi dimana uangnya?" Tanya Jeni dengan tidak sabarnya.


"Haha kita main main dulu sebentar bukankah ini yang kamu mau, bermain main dengan ku?" tanya Riko.


"Riko jangan pancing emosi ku atau...."


"Atau apa?" potong Riko dengan lantang ucapan Jeni.


"Aku akan membunuh istrimu sekarang" ancam Jeni.


"Coba aja kalau bisa, tapi sebelum itu terjadi polisi yang duluan menangkap mu".


Jeni sangat marah dengan ucapan Riko yang menantang dirinya, Jeni langsung mengambil pisau dan berlari kearah kamar dimana Mala disekap.


Jeni mencoba membuka kamar itu tapi tidak bisa karena kamar itu sudah dikunci oleh Nunik.


"Kamu cari ini nggak?" Riko menunjukkan sebuah kunci ditangannya sambil mengayun-ayunkan kunci itu.


Jeni langsung berlari kearah Riko ingin mengambil kunci ditangan Riko tapi Riko langsung melemparnya kearah Nunik. jeni tersenyum puas kini kunci itu ada ditangan sudah Nunik.


"Nik lempar kuncinya kepada ku" ucap Jeni lantang.


"Yahh salah lempar aku Jen" ucap Nunik saat melempar kunci ketangan Riko.


"Nunik kamu sengaja ya melemparnya kepada Riko, kamu berkomplot sama dia ya, dasar wanita s*alan" maki Jeni kepada Nunik Karena membuatnya kecewa.


"Maaf Jen, kali ini aku tidak bisa mendukungmu aku selalu ada untukmu kalau masih dijalan yang benar" ucap Nunik sedih, karena Jeni adalah sahabatnya dari bangku SMA.


Nunik tau kalau Jeni orang yang baik tapi saat ibunya meninggal dunia membuat dia stres dan hilang kendali.


Jeni menjatuhkan badannya dilantai dengan lemas, dia begitu menyesal mengikuti otaknya dari pada hatinya.


"Hiks.... hiks... hiks.... aku tidak punya siapa-siapa didunia ini nik, aku hanya punya Ayah itu Pun sekarang berada dipenjara" ucap Jeni sedih.


"Kalau om tau perbuatan mu ini pasti dia marah Jen, dulu om korupsi juga untuk kesembuhan mu, dia menyayangimu lebih dari segalanya, jadi berubah lah demi om" ucap Nunik mendekati Jeni.


"Jangan mendekat, aku membenci mu kenapa kamu nggak membantu ku Kali ini saja, aku ingin hidup tenang bersama Ayah ku" tangis Jeni pecah memenuhi diruangan itu.


...🌟🌟🌟...


...Jangan Lupa Tinggalkan Iya...

__ADS_1


__ADS_2