
🌟🌟🌟
Mau tidak mau akhirnya Mala hanya pasrah dengan ucapan mertuanya.
Sore hari ketika Bram dan Riko sudah pulang, Tiara langsung menghampiri Riko.
"Sayang tunggu sini dulu, Mama mau ambil sesuatu" Tiara menghentikan jalan Reno.
Tiara mengambil sesuatu dari saku bajunya.
"kamu pake ini ya sayang, nanti kamu baca fungsinya dikamar" ucap tiara tidak tau malu kepada putranya itu.
"Ok mama, Riko kekamar dulu" ucap Riko.
riko sampai dikamar, dan melihat Mala lagi menonton tv, Riko segera melihat bungkusan yang diberi oleh Tiara kepadanya. riko membelalakan matanya saat melihat ada tulisan membuat tahan lama dan aman membuat isteri senang. kira-kira begitulah karangan author.
"Ada apa?" Mala heran saat melihat Riko hampir berteriak.
"Kamu lihat ini kerjaan Mama, apa-apaan ngasih kek ginian samaku, anaknya aja masih perjaka" gerutu Riko.
"Tadi sudah aku bilang sama mama untuk tidak membeli itu, tapi mama kekeh membelinya" jawab Mala.
"Jadi kamu juga ikut membeli ini?" tanya Riko.
"Sudah dipaksa mau gimana lagi, aku juga dapat, ini" Mala menunjukkan bungkusan. untuk wanita membuat harum dan nyaman begitulah tulisan yang besar didalam botol itu. masih karangan author ya.
"Mala kok aku jadi pengen nyoba ya" ucap Riko yang memang ingin mencoba hubungan suami istri kepada Mala.
"Ini aman nggak?" tanya Riko lagi.
"Katanya sih aman" jawab Mala cuek.
Riko membelai rambut Mala dan mencium sekilas bibir Mala.
"apa kamu mau melakukannya bersama ku?" tanya Riko pelan tapi sudah memasukkan tangannya ke baju milik Mala.
Mala yang mengingat ucapan mamanya harus melayani suami hanya diam saja dengan perlakuan Riko, tapi saat Riko melihat Mala hanya diam tidak menjawab, langsung menghentikan aktivitasnya.
"Maaf" ucap Riko.
Mala memegang tangan Riko yang hendak keluar dari baju Mala.
"Aku mau kok, tapi aku takut" jawabnya Mala yang memang takut karena pernah mendengar ucapan orang tentang malam pertama.
Riko yang sudah menahan hasrat dari tadi pagi akhirnya bisa menuntaskannya malam ini, tanpa obat yang diberi Tiara.
Keduanya melakukan dengan senang hati tidak ada keterpaksaan walau belum saling jatuh cinta. hal itu membuat keduanya saling Menikmati.
__ADS_1
Mala memejamkan matanya karena masih malu melihat muka Riko, yang tidak pernah dibayangkan olehnya bisa bersama Riko melakukan intim ini.
Riko tersenyum saat melihat Mala nampak masih malu.
"Mala buka mata, tidak usah malu kita halal kok, yang malu itu kalau nggak halal" ucap Riko.
Akhirnya Mala membuka matanya dan dapat melihat muka Riko yang saat ini masih fokus bekerja dibawah sana, mala juga melihat muka riko seperti merasakan sesuatu yang nikmat.
"Apa ini pertama kali untuk mu?" tanya Mala.
"Iya" jawab Riko singkat.
Riko masih bekerja untuk menyenangkan Mala, Riko mempercepat lajunya hingga Mala menutup matanya dan memanggil nama Riko.
"Apa sudah siap?" tanya Riko yang masih terus melakukannya karena Riko belum siap, Riko terus bekerja sampe berkeringat dan mendapatkan hasilnya Riko menyebut nama mala beberapa kali.
"Riko... Riko...." Mala membangunkan Riko yang tidur disofa menyebut-nyebut nama Mala.
"Kamu kenapa memanggil aku?" tanya Mala penasaran.
"Ternyata hanya mimpi aku pikir beneran" batin Riko.
"Hahah tadi ada orang jahat mengejarku, jadi aku minta tolong padamu" ucap Riko berbohong tentang mimpinya.
"Gini nih kalau otak sudah dipenuhi pikiran-pikiran mes*m sampe kebawa mimpi" batin Riko lagi.
"Apa kamu juga memiliki botol seperti ini?" tanya Riko saat mengingat mimpinya.
"Nggaklah untuk apa ku itu" ucap Mala.
"Udah sana mandi jangan pikirkan hal-hal mesum bersama ku apalagi sampe terbawa mimpi kayak tadi".
"Dari mana kamu tau aku mimpi seperti itu?" Riko penasaran dari mana mala bisa tau.
"Cuman ngarang aja soalnya tadi kamu tidur sambil ah..uh.. ah sambil memanggil namaku".
"Kamu yang memikirkan kek gituan aku nggak ada kok" Riko kembali berbohong.
"Udah sana mandi banyak omong" Mala mengusir Riko dari hadapannya.
Tok... Tok... Tok...
Pintu diketuk oleh pelayan rumah.
"Ada apa bi?" tanya Mala.
"Nyonya menyuruh saya untuk memanggil non Mala" ucap pelayan itu.
__ADS_1
"Baiklah bik, saya akan kesana" jawab Mala lalu menutup pintu kamar dan bergegas menemui mertunya.
"Ada apa mah?" Mala langsung bertanya saat sudah melihat Tiara didapur sedang asik.
"Mala kamu tau nggak buat rendang sapi? tadi mama nonton orang makan rendang ehhh.... mama jadi pengen" ucap Tiara.
"Bisa kok mah, Mama duduk saja biar Mala siapkan" Mala langsung mengambil alih pekerjaan mertunya dan membuat rendang yang sudah pernah ia pelajari bersama Mamanya.
"Terimakasih sayang mama duduk disana ya" Tiara berjalan kekursi yang ada didekat dapur.
Karena sudah terbiasa mala dengan lincahnya membuat rendang itu tanpa memikirkan lagi cara membuatnya dalam hitungan menit rendang sudah siap dimeja.
"Wahhh enak kayaknya sayang, terimakasih ya. udah sana mandi dulu nanti biar kita makan bareng" uca Tiara.
"Iya Ma" Mala kembali kekamarnya dan melihat Riko sudah duduk santai pas ditengah-tengah kasur.
Tanpa berbicara mala langsung mengambil handuk dan bergegas mandi, iman Riko kembali goyah saat mala keluar kamar mandi hanya menggunakan handuk yang pendek.
"Mala mulai besok kalau habis mandi langsung pake baju dari dalam" ucap Riko tanpa menoleh.
"Kenapa? biasanya juga begini" ucap Mala polos.
"Pokoknya pake baju dari kamar mandi titik nggak pake koma" ucap riko padahal Riko hanya ingin jangan sampai imannya runtuh saat melihat tubuh mulus Mala.
"Iya iya bawel banget" omel Mala sambil memakai bajunya.
Mala datang menghampiri Riko yang duduk dikasur.
"Riko bagaimana tentang kerjaan itu?".
"Sudah aku atur semua besok sudah bisa kerja dan bawa berkas mu juga" jawab Riko sambil menoleh menatap Mala yang makin hari makin cantik.
"Kok makin hari kamu makin cantik?" tanpa sadar Riko memuji Mala.
"Dari dulu juga aku sudah cantik kamu aja yang nggak pernah lihat, sekarang baru tau ya? atau jangan.... jangan...." Mala menggantung ucapannya dan melihat sesuatu dibawah sana seperti lebih besar dari biasanya.
"Hahah lihat itu, kamu pengen ya?" Mala mengejek Riko yang saat ini ingin melahap Mala.
Karena malu diejek oleh Mala, Riko malah menidurkan Mala secepat kilat.
"Kalau ia kenapa, apa kamu mau bertanggung jawab" ucap Riko yang saat ini masih mengkukung tubuh Mala dibawahnya.
"Tanggung jawab apanya? aku nggak ada ngapa-ngapain" ucap Mala pelan kini nyalinya menciut.
"Siapa suruh pake handuk keluar?" tanya Riko.
🌟🌟🌟
__ADS_1
Jangan Lupa Like Komen Dan Vote Ya