
🌟🌟🌟
Tidak terasa sudah seminggu yang lalu Riko dan Mala dari jakarta, kini Riko dan Mala sudah kembali ke bali menjalani hidup seperti biasanya.
Hari minggu dipagi yang cerah ini Riko pergi ke taman untuk melakukan jogging pagi, sedangkan Mala dan Tiara hanya bersantai dirumah.
"Mah aku ke kamar bentar mau mengambil HP" ucap Mala sambil berjalan dengan perut buncitnya, kearah tangga menuju kamarnya.
Sesampainya dikamar Mala langsung mengambil hpnya dan memainkannya sambil rebahan diatas kasur yang empuk itu.
"Bosan banget, aku ajak Riko kepantai achh nanti sore" batin Mala.
"Sudah lama juga nggak pergi refreshing, menghilangkan kebosanan ini" saat Mala sedang melamun Riko masuk kedalam kamar.
"Hari ini jalan-jalan ke pantai yok" ajak Mala.
"Kamu bosan ya dirumah terus?" Tanya Riko sambil jalan kearah kamar mandi.
"Iya aku bosan banget nih, kita pergi ya" ucap Mala lagi sebelum Riko menghilang dari hadapannya.
"Iya nanti sore ya, habis ini aku mau mengecek laporan dulu" ucap Riko lalu menutup kamar mandi untuk memulai ritual mandinya.
*****
Lima belas menit kemudian Riko keluar dengan handuk melilit dipingganggya, lalu memakai baju santai.
"Sayang buatin aku teh ya" ucap Riko sambil membuka latopenya.
Mala bergegas membuat teh untuk Riko, berhubung dikamar Riko ada air panas jadi Mala hanya berjalan sedikit.
Mala membuat 2 gelas teh dan mengambil cemilan lalu dibawa ke meja dimana Riko sedang menunggu sambil memangku latopenya.
"Sayang minum dulu tehnya habis itu baru kamu kerja".
"Terimakasih sayang" ucap Riko satu tangannya mengelus rambut mala.
"Udah minum dulu tehnya nanti keburu dingin".
"Hehe iya sayang".
****
Melihat Riko sedang fokus pada latopenya Mala memutuskan menghidupkan TV dan menonton drakor kesukaanya, hingga tidak terasa Jam sudah menunjukkan Jam 1 siang.
Tok... Tok... Tok...
__ADS_1
Suara ketukan pintu menyadarkan mereka dari ke asikan mereka, mala membuka pintu dan melihat ada pelayan yang sedang menunggu mereka.
"Non Mala makan siang dulu sudah Jam 1 siang".
"Minta tolong bawa kesini aja ya buk, Riko lagi sibuk kerja" ucap Mala tersenyum.
"Baik non" pelayan itu pergi dari hadapan Mala untuk menyiapkan makanan untuk sang majikan.
Tidak menunggu lama ada 3 pelayan rumah yang membawa berbagai makanan untuk mereka.
"Masuk aja kedalam buk letakkan dimeja ya" Mala mempersilahkan pelayan itu masuk dan diikuti oleh dirinya lalu duduk disofa.
"Terimkasih ya bik" ucap Mala lagi sebelum mereka keluar.
Mala memperhatikan Riko masih fokus pada latopenya, mengambil inisiatif untuk menyuapi Riko.
"Sayang makan dulu, sini biar aku suap makannya" ucap Mala menyodorkan sendok kedepan mulut Riko.
Riko menerima suapan itu, satu sedok, dua sendok, tiga sendok, sampai sendok terakhir.
Mala sudah selesai menyuapi Riko makan baru dia mulai untuk makan.
"Kamu belum makan sayang?" Tanya Riko saat piring masih penuh dengan nasi.
"Ini mau makan sayang, tadi aku masih fokus menyuapi mu" jawab Mala memasukkan nasi kedalam mulutnya.
"Buka mulut, biar aku yang suapi kamu" kali ini Riko yang menyuapi Mala sampai makanan itu habis ludes masuk keperut yang buncit itu.
*****
Sore hari ini, Riko dan Mala sudah berada dipantai, mereka duduk santai dipinggir pantai.
"Sayang main pasir-pasir di air itu yok" ajak Mala dengan muka Yang manja.
"Nanti kamu capek lho sayang, disini aja nggak usah main-main" ucapan riko tegas tapi tidak bisa meruntuhkan keinginan Mala untuk bermain pasir dipinggir pantai.
"Kalau kamu nggak mau aku mau Main sendiri" ucap Mala berdiri dan hendak pergi tapi ditahan oleh Riko.
"Aku temani tapi jangan lama-lama" ucapnya cuek Karena Mala tidak mau mendengar ucapannya.
Akhirnya Mala bukan main pasir tapi main air dipinggir pantai berlari lari kecil, menikmati indahnya sore ini.
"Sayang baju kamu basah lho nanti kedinginan, udah ayok pulang sudah sore bentar lagi malam" ucap Riko memegang tangan Mala.
"Bentar lagi sayang" ucap Mala.
__ADS_1
Melihat kemesraan mereka ada satu pasang mata yang tidak senang melihat keromantisan itu, tangannya mengepal dengan kuat hingga kuku yang indah dijarinya melukai tangannya.
Dia Jeni kebetulan sore ini dia berada dipantai menghilangkan rasa jenuh pada dirinya, kehilangan Mama membuatnya lepas kontrol dan masuknya Ayah satu-satunya yang ada buat dirinya, mendekam dipenjara membuat dirinya makin mudah marah, apalagi orang yang memasukkan ayahnya kepenjara sedang menikmati momen bahagia.
Ingin sekali rasanya jeni datang kesana dan mencakar muka mereka tapi masih ditahannya.
"Tunggu saja pembalasan ku, sekarang kalian boleh bahagia tapi tidak untuk hari esok" gumannya marah, dengan sorot mata yang tajam.
****
Didalam mobil Mala mendapat omelan dari Riko, karena lama sekali main air dan tidak mau mendengar ucapannya dirinya.
"Sekali lagi kalau kamu ajak aku main kepantai aku tidak akan mau, seharian Main Air disuruh berhenti tidak mau, keras kepala" omel Riko sambil menjalankan mobilnya.
"Kamu kok marah sih" Mala kembali marah di omeli oleh Riko.
"Dasar keras kepala aku mikirin kesehatnnya dia malah balik marah kepadaku" batin Riko tidak menyahuti ucapan Mala barusan.
Riko mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, 1 Jam menempuh perjalan mobil itu sudah sampai didepan rumah Riko, tanpa berbicara Mala langsung masuk kedalam rumah dan disusul oleh Riko.
Sesampainya dikamar Mala langsung meleset kekamar mandi. sampai Riko juga sudah siap mandi keduanya enggan berbicara, Riko yang tidak mau memperkeruh suasana hanya diam saja.
Tiba Jam makan malam keduanya turun kemeja makan dan kebetulan malam ini Tiara Dan Bram keluar jadi makan malam kali ini hanya mereka berdua dimeja makan.
Walau sedang tidak mood Mala masih melayani Riko, mengambil nasi dan lauk untuk Riko.
"Aku nggak mau lauk ini, maunya lauk itu" Riko menunjukkan ayam gulai dipinggir meja Riko sengaja meminta yang lain supaya Mala berbicara padanya.
Tapi lagi-lagi Mala hanya diam dan mengambil lauk yang titunjukkan oleh Riko.
"Aku mau sambal cabe itu" suruh Riko lagi.
"Aku mau sayur kangkung itu juga" lagi lagi Riko menyuruh Mala hingga batas kesabaran Mala habis.
"Nggak mau ambil sendiri" ucapnya ketus sambil melanjutkan makannya. Riko hanya terkekeh melihat kelakuan istrinya itu.
"Sayang... yang seharusnya marah itu aku bukan kamu" ucap Riko lembut.
"Sama aja, aku nggak suka kamu" ucap Mala kesal.
"Tapi kamu mencintaiku kan" goda Riko.
"Sayang..... diam napa" teriak Mala kesal bercampur senang, senang Karena Riko berusaha menghiburnya.
...🌟🌟🌟...
__ADS_1
...Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Iya...