GADIS CUTE DAN MANDIRI

GADIS CUTE DAN MANDIRI
Episode 61 Gadis Cute Dan Mandiri


__ADS_3

🌟🌟🌟


Semuanya sudah beraktifitas seperti biasanya reno dan kinan menjakani kehidupan yang bahagia bersama buah hatinya mala dan satu lagi didalam kandungan berumur 6 bulan.


Tidak terasa Mira juga sudah dipenjara selama 5 bulan perutnya yang sudah membuncit seiring berjalannya waktu kini perempuan itu sudah menyesali semua perbuatan dan berubah 360°, stevan sekali sebulan pasti akan menjenguknya, setiap reno menjenguk mira dia membawa dokter kandungan untuk mira.


Kaki reno yang semula lumpuh sekarang sudah bisa berjalan normal, tidak ada lagi beban dalam dirinya untuk sekarang, diperusaan milik kinan stevan juga sudah menanam saham sebesar 20% atas nama mira. kini perusaan itu sudah melambung tinggi.


Banyak cabang dimana-mana nama stevan sudah dikenal diberbagai nama pengusaha, tapi tidak dutepis kalau banyak berita tentang istrinya yang lagi hamil mendekam dipenjara. tapi hak itu tidak membuat stevan goyah sedikitpun untuk menunggu mira pulang.


Kinan dan reno juga sekali-sekali menjenguk papanya kinan dijerman, mia sebagai ibu tiri kinan sangat menerima baik keberadaan kinan.


Kinan ririn maupun mira saat ini menunggu kelahiran anak mereka beberapa bulan lagi. semuanya antusias mempersiapkan semuanya menyambut buah hati mereka.


Tidak kalah dengan stevan dia juga membeli semua perlengkapan untuk anaknya nanti ditemani mamanya kia.


🌟🌟🌟


Waktu berjalan dengan cepat diruangan tahanan mira merasakan sakit yang taramat dalam diperutnya.


"Mbak tolong panggil penjaga, kayaknya aku mau lahiran" ucap mira kepada orang yang satu sel dengannya.


Karena takut melihat mira yang perutnya sudah sangat besar dia langsung memanggil penjaga tahanan.


"Buk... buk polisi mira mau melahirkan" perempuan itu berteriak memanggil penjaga tahanan.


Penjaga tahanan itu langsung bergegas menuju sel mira dan mengeluarkan mira dari sana.


Mira segera diamankan polisi kerumahsakit terdekat, dan menelfon reno.


Reno yang masih fokus pada pekerjaanya langsung berlari keluar dari ruangan setelah menerima telfon dari pihak kepolisian bahwa mira mau melahirkan.


"Nana hari ini dan seminggu yang akan datang kamu cansel semua pertemuan dan rapat ya, saya mau menemani istri saya melahirkan" ucap stevan dan buru-buru pergi menuju mobilnua yang parkir khusus pejabat tinggi diperusaan XY itu.


Stevan mengendarai mobilnya dengan hati-hati dia sudah trauma kejadian beberapa bulan lalu, karena menurut stevan apapun yang akan dilakukan harus fokus dan hati-hati.


Kini stevan sudah sampai di rumah sakit A dia langsung berlari menuju resepsionis dan bertanya dimana ruangan istrinya melahirkan.


"Permisi mbak atas nama mira ruangannya dimana ya?".


"Atas nama ibuk mira yang mau melahirkan ya pak?" tanya resepsionis itu lagi takut salah kasih informasi karena bernama mira bukan cuma satu.


"Iya betuk mbak" jawab stevan lagi.

__ADS_1


"Atas nama ibu mira ada diruangan 220 silahkan naik kelantai dua sebelah kiri nanti pak" jawab resepsionis itu memberi petunjuk.


"Baik mbak terimakasih" stevan berlari pelan melewati koridor itu dan menaiki lift, tapi karena lift masih dilantai atas dengan tidak sabar stevan menaiki tangga menuju lantai dua, setelah sampai didepan ruangan stevan melihat ada polisi berjaga disana.


"Siang pak, apa istri saya sudah didalam?".


"Iya pak, kata dokter kalau bapak sudah sampai silahkan masuk kedalam saja, kami akan pulang kekantor, saya percayakan bapak menjaga mira, dan bapak tidak akan mengecewakan kami" ucap polisi itu karena mengingat mira masih dalam kasus tahanan.


Stevan langsung mengetok pintu dan masuk sebelum dokter mempersilahkan dia masuk, stevan dapat melihat istrinya sedang kesakitan.


"Suami pasien?" tanya dokter itu. stevan hanya mengangguk dan memghampiri istrinya.


"Istri bapak sebentar lagi akan melahirkan, kita hanya menunggu 5 menit lagi, pasti pasian akan merasakan sakit kembali" ucap dokter itu.


"Sayang kamu harus kuat ya demi anak kita" stevan membelai pipi dan rambut mira lalu mencium keningnya untuk memberi kekuatan.


"Sakit sayang" mira meringis ketika sakit itu kembali datang.


Dokter langsung mengambil alih untuk membantu mira melahirkan anaknya.


"Buk ayok sedikit lagi".


"Ayok tarik napas...."


Aaaaaa.......


Seorang anak mungil ditangan dokter itu berjenis kelamin laki-laki sangat yang tampan.


Dokter dan suster mengamik pekerjaan masing-masing untuk menyeselaikan persalinan ini.


"Ini anaknya bapak dia sangat tampan, silahkan diajani dulu" suster itu memberikan anak mungil itu kepada stevan.


Dengan haru stevan menggendongnya dan mengajakannya.


"Sayang lihat anak kita, dia mirip kamu" stevan memberi anak itu untuk dilihat mira yang saat ini posisinya setangah duduk.


"Iya sayang dia mirip denganku tapi tampan kayak kamu" ucap mira bahagia. kedua orang itu terlihat sangat bahagia menyambut putra mereka, tiba-tiba wajah murung itu kembali terlihat diwajah mira.


"Kenapa sayang?" tanya stevan.


"Aku sedih sayang, masa hukumanku menunggu 2 bulan lagi, aku akan kembali meninggalkan kalian" ucapnya sedih tanpa terasa air matanya jatuh dan mencium pipi anaknya.


"Sayang maafkan aku ya, sebenarnya sebulan yang lalu pihak kinan dan yang lainnya sudah ingin membebaskan mu, tapi aku ingin kamu menjalani masa hukuman lebih lama lagi untuk merenungi semuanya, makanya aku bilang tunggu kamu melahirkan baru dijabut tuntutannya" stevan menjelaskannya.

__ADS_1


Mira sangat terharu masih banyak yang perduli padanya termasuk orang yang sudah ia sakiti.


"terimakasih sayang, kamu menginginkan perubahan dariku, aku mencintaimu" mira mencium pipi stevan dengan lembut sudah 8 bulan ini dia tidak pernah mencium suaminya itu.


"Sayang, kamu disini dulu ya biar aku kasih anak kita kepada perawat dan menelfon mama dan papa dulu".


Stevan meninggalkan mira diruangan dan memberi anaknya kepada perawat, stevan kini menelfon mama dan papanya dan juga mertuanya tidak lupa menelfon kinan.


Tapi kinan yang baru melahirkan 1bulan lalu tidak bisa datang ke bali.


Stevan kembali kekamarnya dan melihat istrinya hanya berdiam diri.


"Sayang apa kamu butuh sesuatu?" tanya stevan.


"Aku lapar sayang, tadi waktu kesini belum makan siang" jawab mira jujur.


Baiklah sayang aku akan membelikannya untukmu.


10 kemudian stevan membawa bubur ayam untuk mira saat stevan menyuapi mira kia datang bersama suaminya.


Mereka sangat antusias menunggu cucu pertamanya lahir, dan dikabarkan mira melahirkan mereka berdua langsung datang kerumah sakit.


🌟🌟🌟


Sudah 2 bulan mira melahirkan stevan dan mira beserta orang tuanya terbang ke Jakarta untuk menjumpai keluarga disana.


Stevan dan mira sudah sampai diapertemen siska dan brian, yang ditunggu oleh via bersama suaminya dan reno bersama istri dan anak-anaknya.


Semua mereka berkumpul diruang keluarga walau sangat sempit karena apartemen itu kecil tapi semuanya merasa bahagia.


"Kak siapa namanya ganteng kali?" tanya kinan kepada mira.


"Namanya alfaro dek" jawab mira sambil menyerahkan alfaro ketangan kinan.


Sedangkan fira anak perempuan kinan yang kedua bersama papanya dan mala bermain-main, anak kecil itu sekarang sudah bisa bermain-main.


Mira tidak lagi merasa dendam kepada kinan begitu juga sebaliknya, siska denga sentuhan ridwan juga berteman baik untuk sekang.


Semua keluarga itu hidup bahagia.


...AND...


...(selesai)...

__ADS_1


...🌟🌟🌟...


...Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Iya ...


__ADS_2