
🌟🌟🌟
Ketika Kinan, Mala dan Ririn sampai dirumah sakit, Kinan langsung bertanya pada customer service.
"Permisi mbak, ruangan atas nama Siksa dimana ya? tanya Kinan pada karyawan RS Z itu.
"Atas nama Siska ada dilantai 3 no 10 buk" jawab karyawan wanitu.
Kinan langsung bergegas keruangan yang ditunjukkan karyawan itu diikuti oleh Ririn sambil menggendong Mala, supaya mereka cepat berjalan.
Saat Kinan sudah sampai didepan pintu, tanpa mengetok Kinan langsung masuk kedalam ruangan itu. Kinan melihat sang Mama tertidur lemah diatas brangkas rumah sakit. Siska saat ini masih tidur yang ditemani oleh sang suami. Kinan langsung menyalam tangan sang Papa dan memeluknya, Kinan menangis didalam pelukan sang Papa, ini pertama kali baginya memeluk Papanya, karena dari dulu sikap sang papa tidak jauh beda dengan Mamanya.
"Pah, Kinan minta maaf baru sekarang datang menjenguk kalian, Mama sakit apa pah, kok bisa tubuh mama sekurus ini?" kinan bertanya sambil memperhatikan tubuh Mamanya.
"Mama kamu sakit jantung, ini semua karena kelakuan Kakak mu. semakin hari semakin menjadi-jadi, semenjak kamu meninggalkan kami dan Mira mengelola restoran yang kamu berikan, dia berubah jadi wanita yang serakah, menjadi pembangkang, dan sekarang kakak kamu suka minum-minum ke bar dan berjudi, itulah yang membuat Mama kamu gampang sakit.
Kinan yang mendengar ucapan Papanya merasa bersalah telah meninggalkan keluarganya selama 9 tahun tanpa kabar. dengan keputusan yang diambil membuat Mamanya sekarang sudah sakit, dan juga kakaknya yang hidup bebas.
"Aku harus mengambil tindakan secapatnya" guman Kinan, saat Kinan dan Papanya sedang berbicara, Siska terbangun dari tidurnya. sedangkan Kinan yang melihat Mamanya bangun tidak perduli jika Mamanya memakinya dia segera memeluk siska. hitungan 1..2..3.. tidak ada penolakan yang dirasakan oleh Kinan malah sebaliknya Kinan merasa bahwa Mamanya kembali memeluknya.
"Sayang kamu ternyata mau pulang menjenguk Mama, Mama minta maaf ya sayang selama ini Mama jahat pada mu, sebenarnya sudah lama Mama ingin memberimu pelukan hangat tapi Mama gengsi mengakuinya" ucap Siska menangis.
9 tahun yang lalu
Ketika kinan mengalami kecelakaan, saat siska mengeluarkan kata "Kenapa nggak mati aja sih sekalian" siska merasa hatinya gundah setelah mengucapkan kalimat itu dan segera pergi dari sana.
__ADS_1
Saat itu Mira juga memberi nasehat kepada Siska supaya jangan membuat Kinan sakit hati dan mendoakan Kinan cepat sembuh, siska juga sudah mulai goyah untuk mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan itu.
Ketika Kinan masih koma dirumah sakit tanpa diketahui siapapun siska selalu berdoa, bersujud kepada sang maha kuasa, untuk mendoakan sang putri supaya diberi kesembuhan.
Saat kinan sudah siuman dari komanya, Siska juga menyaksikan itu dari jauh, Siksa merasa senang ketika mengetahui putrinya sudah sadar dari komanya. tapi hati siska bagai disayat pisau kembali saat Kinan memutuskan pergi dari hidup mereka, Kinan memutuskan pergi keluar kota, tanpa mereka ketahui kemana arah tujuan Kinan berlabuh.
Saat itu juga Siska bertanya kapan Kinan akan berangkat dan dijawab Kinan dengan jawaban singkat. Setelah Kinan keluar dari apartemen milik Mira, Siksa segera masuk kekamarnya, dan menangis seorang diri.
Hiks.. Hiks..Hiks..
Kinan kamu adalah putri Mama yang paling hebat, sejak lahir kamu mama besarkan dengan tidak layak, Mama selalu mengeluarkan kata yang tidak pantas didengar manusia, Mama jahat padamu, tapi apa pantas Mama melarang mu pergi dari hidup Mama, ketika semua perlakukan Mama sangat menyakitkan mu?.
Maafkan Mama tidak bisa menerima kehadiran mu sayang, kamu putri Mama yang sangat beruntung mendapatkan ayah yang bisa menyayangimu padahal kamu bukan putri dari ayah mu, tanpa disadari sore ini Siska tidur dengan airmatanya.
Besok pagi tanpa diketahui siapa pun Siska mengikuti mobil Kinan berangkat kebandara, melihat kebrangkatan sang anak berlabuh kekota seberang. tanpa Kinan sadari kepergiannya membuat sang Mama merasa bersalah selama 9 tahun ini.
Mala yang melihat mamanya menangis berlari memeluk mamanya.
"Mama kenapa menangis, Mala sedih kalau lihat mama sedih" ucap anak kecil itu sambil memeluk mamanya.
"Sayang ini Oma sama Opa salam dulu" ucap Kinan, Mala langsung menyalam tangan Oma Opanya dengan senang.
"Oma, Opa namaku Mala, anak kesayangan Mama" ucap anak kecil itu senang,Siska dan suaminya segera memeluk anak mungil itu.
"Dek sini kenalkan ini Mama,Papa Kakak" ucap Kinan pada Ririn yang masih setia berdiri didekat pintu.
__ADS_1
"Om Tante saya Ririn PRT kak Kinan" ucap Rutin memperkenalkan dirinya.
"Dek Rin, sudah dari dulu Kakak bilang kalau memperkenalkan diri sama siapapun jangan bilang kamu itu PRT Kakak, karna kamu itu adek Kakak satu-satunya" Kinan memperingati Ririn.
"Mah, Pah, ini Ririn Adek Kinan dibali, selama Kinan dibali dia yang selalu ada untuk Kinan, selalu ada saat Kinan sedih maupun senang" ucap Kinan memperkenalkan Ririn pada Mama, Papanya.
"Sayang panggil Mama, Papa sama kami seperti Kinan ya, terimakasih kamu telah menjaga Kinan disana sampai cucu Mama sudah besar begini" ucap Siska memeluk Mala yang masih dipelukannya.
🌟🌟🌟
Seminggu telah berlalu kini Siska dan Suami sudah tinggal diapertemen Kinan yang dulu menjadi tempat tinggal Kinan. hari ini Kinan berencana pergi menemui seseorang dengan membawa sebuah berkas.
"Ma, Pah hari ini Kinan mau keluar dulu bersama Ririn, Mala aku Tinggal sebentar" ucap Kinan sambil pergi dari sana diikuti oleh Ririn dari blakang.
Kinan dan Ririn menaiki taksi untuk menjemput Anto dari bandara, setelah mereka sampai dibandara Kinan menyuruh Anto masuk kedalam mobil dan mereka sama-sama pergi ke restoran XY. setelah mereka sampai Kinan,Ririn dan Anto langsung masuk kedalam kantor yang ada dilanatai 5.
"Apa rencana mu selanjutnya dek? abang cuma bisa membantu keputusan mu" ucap Anto setelah mereka duduk disofa yang empuk itu.
"Bang aku harus segera membuat keputusan ini menyangkut dengan orang tua ku dan juga kakak ku, aku ingin restoran ini segera dijual dan tinggal cabang yang ada di Jl.Xxx aja yang disisakan untuk kakak ku. karena sekarang kak mira sudah terjerumus oleh kebebasan yang dia miliki.
"Kinan begini saja restoran ini biar abang yang membelinya agar kamu tidak sedih jika rindu dengan restoran mu ini, untuk mengelola ini biar nanti aku menyuruh orang kepercayaan ku saja" Anto memberi saran.
"Baiklah bang aku setuju niat mu segera urus administrasi dan sertifikat restoran ini supaya diganti pemimpinnya".
🌟🌟🌟
__ADS_1
Jangan lupa vote dan like ya ❤❤❤