GADIS CUTE DAN MANDIRI

GADIS CUTE DAN MANDIRI
Episode 101 Gadis Cute Dan Mandiri Season 2


__ADS_3

"Tidak masalah kalau mau menginap, dirumah banyak kamar tamu yang kosong bisa kau tempati" ujar Riko.


Lima belas menit kemudian mobil yang ditumpangi Riko dan Mala telah sampai di kediaman Bram, Riko turun menuntun Mala masuk kedalam rumah.


Tiara dan Bram melihat mereka masuk kedalam rumah sangat antusias untuk menyambut kedatangan Mala.


"Sayang kamu baik-baik sajakan?" tanya Tiara tidak sabar.


"Ma... tunggu Mala duduk dulu baru ditanyain" Bram memperingati istrinya.


"Aiss... kok Papa gitu sih? kayak nggak perhatian gitu sama menantu kita" omel Tiara saat mendengar ucapan Bram.


"Bukan begitu mah, papah hanya ingin... "


"Udahlah pah, nggak usah bertele-tele kalau papa nggak peduli diam saja" kini suami istri itu bertekak hanya untuk menyambut kedatangan Mala.


Riko yang mendengar Mama dan Papanya bertekak langsung angkat suara.


"Mama sama Papa kok sampai bertekak gitu, Mala baik-baik saja kok" ucap Riko menuntun Mala duduk dikursi.


"Mah aku mau nitip Mala dulu, sekarang aku mau mengurus Jeni dikantor polisi" ucap Riko.


"Jadi kamu mau pergi sekarang" Tanya Bram.


"Iya pah" ucap Riko.


"Papa ikut kamu, kita pergi sekarang" Bram ikut berdiri lalu pergi dari sana mengikuti langkah kaki Riko.


Didalam mobil Bram heran kenapa ada perempuan yang menjadi supir Riko.


"Dia siapa Riko" tanya Bram menunjuk Nunik.


"Dia Nunik yang selama ini mengawasi gerak gerik Jeni" jawab Riko.


"Yaudah kita berangkat sekarang" ucap Bram, lalu Nunik langsung menjalankan mobilnya menuju kantor polisi.


Tiga puluh menit kemudian mereka sampai didepan kantor polisi, Riko dan Bram masuk kedalam diikuti oleh Nunik dari belakang.


Riko masuk menjumpai polisi memberikan keterangan dan juga bukti kejatahatan Jeni.


"Baiklah pak kami akan segera mengurus kasus ini, saya harap bapak dapat bersabar menunggu sidang" jawab polisi itu.


Riko keluar dari dalam kantor polisi dan menjumpai papanya yang sedang menunggu.

__ADS_1


"Bagaimana apa sudah kamu urus semuanya?" Tanya Bram.


"Sudah pah, tinggal menunggu sidang, kita pulang sekarang badanku rasanya capek sekali hari ini" ucap Riko sambil menggerak-gerakkan badannya karena pegel.


*****


"Sayang sekarang kamu pergi mandi dan istirahat ya, kamu pasti capek satu hari ini gara-gara wanita satu itu" ucap Tiara mengingat nama Jeni.


"Iya mah, Mala kekamar dulu" Mala berjalan kekamarnya.


Mala langsung Mandi dan membuat teh untuknya.


"Hpku dimana ya?" guman Mala.


"Nah itu dia" Mala berjalan kearah nakas dan mengambil Hp itu lalu mengecek pesan yang masuk.


"Mama ngapain nelfon aku?" Mala langsung menelfon mamanya kembali tidak menunggu Lama panggilan itu langsung diangkat Oleh Kinan.


"Hallo mah" sapa Mala.


"Hallo sayang, kamu dari mana mama telfoni dari tadi pagi nggak diangkat mama kuwatir sama kamu, perasaan Mama nggak enak" ucap Kinan dari seberang telfon.


"Aku baik-baik saja kok mah, Mama jangan kuawtir HP aku tertinggal dirumah saat aku pergi kekantor bareng Riko" ucap Mala berbohong, Mala tidak mau membuat Mamanya kuawatir bisa-bisa Kinan langsung terbang untuk menemui dirinya.


"Sykurlah sayang Mama lega mendengarnya, apa kamu sakit Mama lihat mukamu sedikit pucat" ucap Kinan lagi.


Klek....


Pintu terbuka Riko muncul membawa sepiring nasi beserta lauknya, "sayang kamu makan dulu ya, kata mama kamu belum makan saat sampai dirumah" ucap Riko menyerahkan piring kepada Mala.


"Terimakasih sayang, aku memang sedang lapar" ucap Mala sambil terkekeh.


"Nunik udah dimana sekarang?" tanya Mala.


"Dia istirahat dikamar tamu, kenapa sayang?" Tanya Riko kini Riko sudah duduk disamping Mala.


"Aku hanya bertanya saja, kamu mandi sana" usir Mala.


"Mau aku suapin?" Tanya Riko lagi.


"Tidak usah sayang, kamu mandi sana bauk tau" ucap Mala saat mencium bau tubuh Riko yang bau keringat, ya wajar saja dari tadi pagi riko belum mandi sudah pergi kesana kemari.


"Hehe ok sayang" ucap Riko terkekeh lalu pergi dari hadapan Mala.

__ADS_1


******


Dikamar Tamu


Tok... Tok... Tok...


Tiara masuk membawa baju untuk Nunik, Tiara melihat kalau Nunik tidak membawa baju saat masuk kedalam rumah.


"Ada apa tante?" Tanya Nunik sopan.


"Tante bawa baju ganti untuk mu, kamu mandi sana habis itu kamu keluar ya kita makan bareng, atau kamu mau makan dikamar saja biar diantar oleh pelayan makanan kesini?" tawar Tiara.


"Tidak usah tante saya makan bersama tante aja, terimakasih bajunya" ucap Nunik dengan senang.


"Tidak usah sungkan, anggap saja rumah sendiri cepat mandi sana tente tunggu kamu disini".


Nunik langsung pergi kekamar Mandi, lima belas menit kemudian Nunik keluar dengan dres mini yang diberikan oleh Tiara.


"Wahh bajunya cocok untuk kamu, kamu cantik banget" Tiara mengagumi kecantikan nunik.


"Heheh terimakasih tante pujiannya" jawab Nunik dengan kikuk, dia tidak biasa diperlakukan dengan istimewa seperti ini.


"Tante tau kamu masih sungkan disini, jadi tante sudah ambilkan nasi untuk mu, makanlah sebelum dingin".


Nunik terharu mendengar ucapan Tiara lalu segera memakan nasi yang disediakan Tiara. baginya ini adalah makanan yang spesial.


"Kamu kenapa menangis? nggak enak ya?" tanya Tiara panik.


"Makanannya enak ko tante, Nunik senang tante memperlakukan Nunik sebaik ini" ucap Nunik sambil melanjutkan makannya sampai selesai.


"Sini duduk sama tante kenapa kamu bisa senang dengan perlakuan tante padahal tante biasa saja, kamu boleh cerita sama tante juga" ucap Tiara.


"Sebelumnya terimakasih untuk semuanya buat tante, sebenarnya aku wanita dari kalangan atas Ayah ku bernama Rio dan ibu tiri ku bernama Susi, tapi semenjak ayahku menikah dengan Susi aku merasa kasih sayang Ayah ku menjadi berkurang untukku itu sebabnya aku pergi dari rumah dan tinggal dikost-kostan yang kecil" Nunik menjelaskan kepahitannya kepada Tiara.


"Jadi kamu anak yang Susi ceritakan kemaren, Susi itu teman arisan tante dia orangnya baik kok, kamu aja yang tidak menyukainya, dia selalu kuawatir tentang mu begitu juga dengan Ayah mu" Tiara menjelaskan apa yang dia tau.


"Betulkah begitu tante tapi aku tidak yakin Susi meng kuawatirkan ku karena dulu waktu aku masih dirumah dia selalu memarahiku" ucap Nunik lagi.


"Dia memarahi mu karena menyayangi mu percaya deh sama tante, tapi jika kamu belum mau pulang kerumah mu, kamu boleh tinggal disini selama kamu mau".


"Terimakasih tante" Nunik memeluk Tiara tanpa enggan.


"Nggak usah terlalu dipikirin kamu tidur ya, tante mau keluar dulu" ucap Tiara lalu pergi meninggalkan nunik didalam kamar.

__ADS_1


......🌟🌟🌟......


...Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Iya...


__ADS_2