
🌟🌟🌟
Diperjalan menuju gedung XX Reno dan Kinan tidak sabar saat banyak mobil yang berlalu lalang sehingga menimbulkan kemacetan.
"Sayang bagaimana ini Jam sudah menunjukan Jam 3 kurang" ucap Kinan ikut ragu.
"Sayang tenang sedikit ya, bagaiman Pun caranya abang pasti menyelamatkan Mala" ucap Reno menenangkan hati kinan padahal hatinya sendiri merasa cemas.
Kring... Kring...
Suara HP Reno berbunyi.
"Hallo"
"Sebentar lagi sudah Jam tiga jadi apakah anda masih ingin menyelamatkan putri kesayangan anda ini?"
"Papa" suara Mala dibalik telefon. mendengar suara Mala membuat hati Reno menjadi sakit, dia tidak bisa membayangkan jika terjadi sesuatu pada Mala.
"Jangan pernah kamu sentuh anak saya, apapun akan saya lakukan agar kamu membebaskan anak saya"
"Haha jika begitu apakah kamu bisa melepaskan istrimu untuk bos saya" ucap seseorang disebrang telfon.
"Jaga mulut kamu berbicara, kalau kamu masih pengen hidup" ucap Reno.
Klik... sambungan terputus.
"Kurang aj*ar" umpat Reno dan menelfon kembali nomor tersebut tapi tidak dijawab lagi.
"Kenapa sayang" ucap Kinan lagi"
Reno tidak menjawab
"Bisa nggak lebih cepat nyetirnya, kamu saya bayar bekerja untuk saya tapi kenapa kamu tidak bisa bekerja dengan baik" ucap Reno pada anak buahnnya.
"Maaf tuan kayaknya ada kecelakaan didepan sehingga mengakibatkan macet" ucapnya pelan.
"Nggak usah banyak alasan kamu" ucap Reno kesal.
Jam Sudah menunjukkan Jam 3 tepat Reno mengangkat telfon kembali Karena ada panggilan masuk.
"Anda terlambat tuan, saya akan berbuat sesuatu pada anak anda" ucap seseorang dari seberang telfon.
"Tunggu 15 lagi kami akan sampai, tadi dijalan ada macet" ucap Reno melunak takut Mala akan diapa-apain penjahat itu.
"Lebih cepat nyetirnya" ucap Reno setelah mereka selamat dari kemacetan hampir 15 menit mereka disana Karena mobil tidak bisa berjalan akibat kecelakaan tadi.
Anak buah Reno menyetir diatas rata-rata, Kinan yang kemaren mabuk saat naik mobil, sekarang jangan Tanya sudah berapa kali dia muntah untung Reno selalu siap siaga kepadanya.
Setelah mereka sampai digedung XX itu ada notifikasi masuk.
"Masuklah bersama istrimu tinggalkan anak buah mu, sekarang datang kekamar 409" isi pesan tersebut.
__ADS_1
Dengan kesal Reno menuruti kemauan sms tersebut tapi Reno juga tidak bisa dibodohi dengan mudah, Reno sudah membuat siasat supaya anak buahnya bisa mengikuti mereka tanpa diketahui musuh.
Setelah mereka sampai dilantai 4 mereka mencari kamar tersebut, Reno menoleh kebelakang, Kinan sudah tidak ada lagi dibelakangnya.
"Apasih yang diinginkan mereka" bentak Reno pada orang yang disana.
"Dimana istriku?"
"Tadi barusan ada orang yang menarik istri tuan kedalam ruangan itu pas anda membuka HP" jawabnya.
Reno melihat 409 itu adalah kamar dimana musuhnya menunggu, dengan tidak sabar Reno langsung masuk untung tidak dikunci, ruangan itu begitu gelap seperti tidak ada orang didalamnya.
Ada lagi notifikasi masuk "anda datang terlambat jadi berusahalah menyelamatkan anak dan istri Anda". karena tidak sabar Reno langsung menelfon nomor itu lagi kali ini di angkat tapi yang berbicara seorang perempuan.
"selamat ulah tahun suamiku"
Deg...
Hati Reno bergetar kencang itu adalah suara Kinan istrinya Reno. saat Reno sedang memangdang HPnya lampu hidup, Reno begitu terkejut, disana Sudah ada Kinan dan Mala tersenyum kepadanya.
Ada orang Tua Kinan dan Reno, ada Tiara dan suaminya beserta anaknya Riko, dan satu keluarga lagi keluarga anto datang juga. beserta ada beberapa karyawan Kinan yang ada disana.
Kinan meghampiri Reno yang masih bengong.
"Sayang selamat ulang tahun ya, maaf membuat mu cemas" ucap Kinan memeluk Reno dan mencium bibir Reno didepan banyak orang.
Setelah adegan itu selesai Reno kembali memeluk Kinan.
Kinan yang mendengar ucapan Reno Pun merinding.
"'Sayang jangan hukum aku, aku Sudah menyiapkan kado terindah untukmu" ucap Kinan.
Kinan menuntun Reno kedepan kue yang sudah disiapkan, sebuah kue yang sangat besar, cukup untuk 50 orang.
"Sayang tiup lilinnya" ucap Kinan, Reno pun meniup lilin itu dan memotong kuenya menyuapi istri dan anaknya dan juga orang tua mereka, selebihnya ambil sendiri.
Kamar ini Sudah didekorasi semenarik mungkin karena dikerjakan dari tadi pagi oleh karyawan hotel, kamar ini juga termasuk kamar VVIV, jadi sangat luas mereka muat disana semuanya.
Semua orang disana menikmati acara itu walau sederhana tapi terasa megah. ada hidangan makanan dan minuman lengkap semuanya sampai ada juga bir yang disedikan walau tidak banyak.
Mira minum dengan sangat banyak Karena ini adalah minuman kesukaannya hingga menyebabkan dia mabuk, karena melihat hal itu anak buah Reno memesan 1 kamar untuk Mira kini Mira sudah tidur disebuah kamar Hotel itu.
Sedangkan tak jauh dari mereka ada seorang laki-laki yang sangat kepanasan dia tidak tau arah tujuannya, dia pergi kekamar Mira, dan kamar itu juga tidak terkunci.
laki-laki itu kepanasan, dia membutuhkan seorang wanita untuk mengobati dirinya, saat Mira melihat ada seseorang masuk kekamarnya dengan senang hati dia melayaninya karena baginya itu hanya kesenangan semata, hingga terjadi sesuatu yang tak diinginkan laki-laki itu ketika bangun nanti, tapi berbeda dengan Mira yang biasa saja.
🌟🌟🌟
Semua orang sudah pergi tinggal Kinan, Reno dan keluarganya. dengan terang-terangan Reno bertanya siapa yang membuat rencana ini.
"Siapa yang merencanakan ini semuanya?" Tanya Reno.
__ADS_1
"Mala sama Mama pah, Sudah seminggu yang lalu kami merencakan ini semua" jawab Mala polos, Kinan langsung melotot pada anaknya karena langsung mengaku.
"Sayang aku butuh penjelasanmu" ucap Reno melihat Kinan yang sedang melihat Mala dengan ekspresi yang sulit diartikan.
"Baiklah aku akan menceritakannya, tapi sambil tiduran ya, jadi pesan kamar disini aja aku udah capek" ucap Kinan merasa tidak bersalah.
Semua keluarga memutuskan tidur dihotel saja karena sudah larut malam didalam kamar Kinan menjelaskan semuanya pada Reno.
"Seminggu yang lalu ketika Aku dan Mala tiduran di kantor kami merencakan ini semua......
flass back
"Mah seminggu lagi ulang tahun Papa, kita kerjain yuk" ajak Mala.
"Tapi Mama nggak punya ide sayang"
"Mala punya ide Ma Bla.... Bla.... " ucap Mala mejelaskan idenya pada Kinan.
"OK mama setuju sayang, tapi besok kita telfon Opa sama Oma dari Jakarta ya biar mereka datang" ucap Kinan.
Esok harinya Kinan menelfon mertuanya dan juga orang tuanya perihal ulang tahun Reno dan juga niat Mala memberi kejutan kepada Reno.
Ketika Reno panik saat Mala diculik Kinan tersenyum, Kinan sengaja membuat mukanya panik dan marah padahal dalam hatinya tertawa.
Ketika Reno dan Kinan didalam lift menuju lantai 4, Reno memegang HPnya dan serius melihat hp itu, saat itu juga Kinan mengambil kesempatan untuk berlari kekamar 409.
Didalam kamar 409.
"Dimana suamimu?" Tanya semua orang didalam sana.
"Dia sudah diluar, cepat sms dia ucap kinan, setelah membaca SMS itu kayaknya Reno langsung masuk dan menelfon nomor yang mereka pakai.
"Angkat aja" bisik-bisik orang disana
"Aku bilang apa? ini tidak sperti yang direncanakan" ucap Kinan bingung.
"Kak bilang aja selamat ulah tahun pada Bang Reno" usul Stevan yang ikut dalam acara itu.
Akhirnya Kinan mengangkatnya, hingga terjadi acara berjalan dengan lancar.
Flass off
🌟🌟🌟
Apakah kalian semua ikut dikerjai Mala?
Jawab dikolom komentar ya....
...🌟🌟🌟...
...Jangan Lupa Tinggakkan Jejak Ya...
__ADS_1