GADIS CUTE DAN MANDIRI

GADIS CUTE DAN MANDIRI
Episode 46 Gadis Cute Dan Mandiri


__ADS_3

🌟🌟🌟


Stevan yang sudah selesai mandi menuju ruang tamu dia menemui Papanya yang sedang asik menonton TV. Stevan duduk disamping Hendra mereka sama-sama menunggu istrinya masak dan makan malam.


"Bagaimana dengan pekerjaan mu nak?" Tanya Hendra lembut.


"Berjalan dengan lancar Pah, kalau tidak ada Kendala kemungkinan bulan ini aku akan dilantik jadi pemimpin diperusaan tempatku bekerja".


"Baguslah nak, kamu bekerja dengan benar ya, jangan sampai salah dan lalai, jaga kepercayaan mereka terhadapmu" ucap Hendra memberi saran.


Hendra banyak memberi nasehat kepada Stevan, tidak terasa hari sudah mulai gelap, Kia datang dari arah dapur memanggil Hendra dan Stevan.


"Ayok Pah, kita makan!".


"Ayok nak, kamu pasti laparkan seharian kerja Mama dan istrimu membuat opor ayam makanan kesukaan mu" ucap Kia tersenyum kepada Stevan.


Stevan berdiri mengikuti Kia keruang makan, Stevan melihat sang istri lagi menyusun menu makanan ke meja "Cantik" batin Stevan.


Keluarga itu makan dengan diam hanya dentingan sendok yang terdengar sampai selesai, malam ini juga Mira makan terlihat lahap dari biasanya.


"Aku makan sangat doyan disini, aku juga merasa nyaman disini walaupun masih 2 hari tinggal dirumah yang kecil ini" batin Mira.


🌟🌟🌟


Sama halnya dengan Kinan dan Reno saat ini mereka sedang asik menyantap makanan malam dengan sangat lahap.


Selesai makan 3 orang itu kembali bercerita.


"Sayang, kamu nggak keberatankan kalau bulan ini kita pindah ke Jakarta" Tanya Reno pada Mala.


"Kita kok pindah sih yah, disini Mala nyaman malas pindah-pindah" jawab Mala.


"Sayang kalau kita tinggal Di Jakarta kita bisa dekat dengan Opa dan Oma lho" Kinan menimpali ucapan Mala.


"Nanti Mala nggak ada teman lagi disana" Mala menopang mukanya dengan kedua tangannya, dia selalu malas kalau diajak pindah.


"Sayang nanti disana juga pasti ketemu teman baru"


"Tapi nggak ada yang Se seru Riko pah..." Mala cemberut.


"Sayang kan ada HP minta nomornya terus telfonan kalau rindu sama Riko" ucap Reno.

__ADS_1


"Terserah Papa deh, Mala masuk kamar dulu ya bye... " Mala pergi meninggalkan Mama Papanya dengan kesal.


Kinan Dan Reno tersenyum melihat anaknya selalu begitu kalau lagi ngambek.


"Sayang makin hari Mala kok makin lucu ya" ucap Reno senang.


"Siapa dulu dong mamanya?" ucap Kinan menunjukkan dirinya, Reno yang gemas dengan ekpresi Kinan mencubit hidung Kinan.


"Sakit...." Kinan merengek seperti anak kecil.


"Sayang kita nonton drakor yok" ajak Kinan lagi.


Dengan pasrah Reno mengikuti kemauan Kinan, Reno mengingat kalau Kinan sedang menonton drakor bisa-bisa badan Reno yang remuk, kalau Kinan marah kepada tokoh antagonis dalam drakor Kinan langsung memukul Reno, tapi kalau drakornya sedih Reno juga harus membujuk bumil itu untuk diam.


Didalam kamar Kinan sudah menghidupkan TV dan memasang drakornya tiga puluh menit kemudian dia menoleh kearah Reno, ternyata Reno sudah tidur nyenyak bersama gulingnya.


Tiba-tiba emosi bumil itu memuncak, dia segera berdiri diatas kasur tanpa memikirkan bahaya dia melompat dengan keras.


Bug.....


Dengan keras Reno terjatuh kelantai akibat ulah Kinan.


"Auu, sayang kenapa?" ucap Reno berusaha berdiri karena pinggangnya sudah encok.


"Ntah siapa yang kesakitan? ntah siapa yang nangis" guman Reno.


"Sayang bantu aku berdiri sakit banget pinggang aku" Reno mengulurkan tangannya meminta tolong kepada Kinan.


Kinan segera menghentikan tangisnya dan menolong Reno yang tidak bisa berdiri lagi, Reno sudah duduk ditepi kasur memegangi pinggangnya.


"Sayang, sakit ya? aku pijit ya" ucap Kinan meraih pingang minyak urut dimeja dan menyuruh Reno tengkurap untuk diolesi obat urut.


Sudah 15 menit Kinan mengurut pinggang Reno tiba-tiba dia merasa lelah.


"Sayang aku capek" adunya dengan muka yang cemberut.


Mengingat Kinan sedang hamil, Reno segera duduk walau pinggangnya masih sakit, akhirnya Reno yang mengurut kaki Kinan sampai Kinan tertidur, setelah memastikan Kinan tidur nyenyak baru Reno merebahkan badannya ikut tidur disamping Kinan.


🌟🌟🌟


Besok adalah keberangkatan Reno, Kinan dan Mala ke Jakarta, hari ini pelantikan Stevan menjadi CEO di XY group.

__ADS_1


Setelah mengantar Mala kesekolah Reno membawa Kinan ke XY group, mereka sampai Reno dan Kinan menuju aula, sudah banyak yang menunggu mereka disana, Kinan langsung maju ke depan untuk berbicara kepada orang yang hadir.


Kinan menyampaikan beberapa patah kata serta menyerahkan jabatannya kepada Stevan, selesai Kinan berbicara saatnya Stevan maju kedepan untuk berbicara.


"Terimakasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk bisa berbicara didepan ini, tidak lupa saya mengucap syukur kepada yang maha kuasa atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk bisa berdiri didepan ini, menyampaikan kata terimakasih kepada semua pihak yang bersangkutan bla... bla.... " ucap Stevan panjang lebar.


Tepuk tangan begitu meriah saat Stevan sudah selesai bicara, dia menuju kursi dimana Mira duduk.


Mira tersenyum puas melihat suaminya begitu berwibawa saat berbicara didepan umum sangat berbeda saat mereka sedang berdua.


Ya... sekarang Mira Dan Stevan sudah saling menerima satu sama lain dan mungkin sudah ada tumbuh aroma-aroma cinta diantara mereka.


"Kamu hebat sayang" ucap Mira memeluk suaminya.


"Terimakasih sayang, jangan pernah bosan untuk selalu mendukungku" jawab Stevan membalas pelukan erat Mira.


Semua orang sudah bubar termasuk wartawan yang datang keacara itu, kini tertinggal Kinan, Reno, Stevan, dan Mira.


"Kak untuk merayakan ini kita makan-makan yok sekalian perpisahan untuk kita, karena mungkin kita Lama baru akan kembali bertemu" ucap Kinan memberi saran.


"Sayang bagaimana kalau Kinan dan Reno kita bawa kerumah aja? disana kita bisa saling mengobrol" usul Mira.


"Boleh juga tu, yaudah kita betangkat sekarang aja biar nanti nggak kesorean" ucap Stevan berjalan menuju Mobil.


"Kak kita jemput Mala dulu ya" ucap Kinan kepada Mira, dengan senang hati Stevan membelok arah mobil kesekolahnya Mala.


Mala sudah masuk kedalam mobil.


"Mah, kita mau kemana?" saat melihat arah mobil bukan kerumahnya.


"Kita mau makan-makan kerumah tante Mira sayang, besokkan kita sudah pergi dari sini" Kinan menjelaskan kebingunan Mala.


"Oh... begitu ya mah, Oh iya ma tadi aku sudah minta nomornya Riko jadi kami bakal sering-sering nelfon" ucap Mala senang.


"Bagus dong sayang" ucap Reno mengelus rambut mala.


Sedangkan yang didepan, Stevan dan Mira sedang fokus pada jalanan, "mudah-mudahan kami juga sama kayak mereka cepat dapat anak" batin Stevan sambil tersenyum.


Mira yang melihat Stevan tersenyum jadi bingung melihat suaminya tersenyum sendiri.


"Sayang kamu kenapa kok senyum-senyum begitu?" tanya Mira.

__ADS_1


...🌟🌟🌟...


...Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Iya ...


__ADS_2