GADIS CUTE DAN MANDIRI

GADIS CUTE DAN MANDIRI
Episode 100 Gadis Cute Dan Mandiri Season 2


__ADS_3

🌟🌟🌟


"Jen, kita bisa bicara baik-baik tidak ada gunanya berbuat jahat kepada orang" Nunik mendekati Jeni dengan suara yang dibuat selembut mungkin.


"Ini semua gara-gara dia" Jeni bangkit dari lantai dan berlari kearah Riko dengan pisau ditangannya, saat serangan tiba-tiba yang dilakukan Jeni hingga menyebabkan bagian bahu Riko terkena sayatan.


Riko langsung berlari menjauhi jeni, supaya tidak terkena pisau itu lagi.


"Jangan lari kamu, aku ingin membunuhmu anak s*alan, kalian telah menghancurkan hidupku" ucap Jeni marah sambil mengejar Riko. akhirnya terjadi aksi kejar mengejar didalam ruangan kecil itu.


"Jangan bergerak atau saya akan menembak anda" polisi datang dengan menodongkan tembak kearah Jeni supaya Jeni diam.


Sejenak Jeni diam begitu juga dengan Riko.


"Letakkan dilantai pisau yang ada pegang" ucap polisi itu.


"Saya tidak mau sebelum saya membunuh dia" ucap Jeni marah.


Nunik yang berada didekat Jeni langsung merampas pisau dari tangan Jeni dengan sekuat tenaganya.


"Nunik..... kenapa kamu mengambilnya?" Jeni berteriak kencang hingga suaranya dapat didengar oleh Mala.


Polisi itu langsung mendekat kearah Jeni dan memborgol tangannya supaya tidak ada lagi yang terluka akibat dirinya.


"Kami akan mengamankannya segera ikut kami untuk memberikan laporan" ucap polisi itu kepada Riko.


"Baik pak, terimakasih atas kerja samanya".


Polisi pergi membawa Jeni kekantor polisi sedangkan Riko dan Nunik segera masuk kedalam kamar untuk melihat Mala.


Klek....


Pintu dibuka oleh Riko, Riko dapat melihat Mala yang meringuk diatas kasur.


"Sayang kamu kenapa?" Tanya Riko segera memeluk Mala, Mala hanya diam didalam pelukan Riko tanpa bicara sepatah kata pun.


"Nunik kamu yang setir mobil, aku akan menggendong Mala kesana" Riko megambil kunci mobil dari saku celananya dan melemparkan kearah Nunik.


Riko memasukkan Mala kedalam mobil dikursi belakang dan disusul olehnya masuk kedalam.


"Sekarang kita mau kemana?" Tanya Nunik yang sudah siap menjalankan mobil.


"Kita kerumah sakit aku ingin memeriksakan keadaan Mala, aku takut dia stress Karena mendengar semua yang dikatakan oleh Jeni" Riko berbicara sambil memegang tangan Mala dengan erat.

__ADS_1


Nunik menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang, sedangkan Riko dikursi belakang berusaha untuk mengajak Mala berbicara.


"Sayang kamu takut ya, maafkan aku ya" ucap Riko.


"Sayang ngomong dong masak kamu diam aja dari tadi" ucap Riko prutasi.


"Bahu kamu berdarah" kata pertama yang dikeluarkan Mala sambil menunjukkan bahu Riko yang berdarah.


"Ini nggak apa-apa kok sayang, nggak sakit juga" ucap riko memegang bahunya yang berkeluaran darah.


"Hiks... hiks... hiks... kamu pasti bohongkan itu pasti sakit" Mala menangis melihat bahu Riko.


"Huft..... aku yang terluka dia yang menangis, dasar bumil sensitive amat" batin riko sambil membuang nafas.


"Hua.... ini sakit sakit sayang, tapi lebih sakit jika kamu terus menagis, jadi kamu diam ya biar kita obati nanti" riko ikut pura-pura menangis.


Dan betul saja Mala langsung diam dan memeluk Riko dengan tangis yang ditahannya.


"Sayang kamu nggak malu nangis ada Nunik tuh" Tanya Mala.


"Nggak sayang, demi dirimu apapun itu aku nggak malu" goda Riko.


"Kok nggak nyambung gitu sih sayang" omel Mala kesal dengan jawaban Riko.


"Bukan aku yang nggak nyambung tapi author yang nggak nyambung sayang, masak aku dibuat menangis" Riko membela dirinya.


"Riko kita sudah sampai ini, ngapain peluk-peluk terus? apa nggak jadi kerumah sakit?" Tanya Nunik dengan kesal karena mereka masih asik dengan adegan peluk memeluk.


"Sayang nanti lagi peluknya, kita obati dulu lukanya ya" bujuk Riko.


*****


Ketika orang itu berjalan dikoridor rumah sakit, Nunik langsung mengurus administrasi setelah sampai didepan resepsionist.


Kini Riko sudah dibawa keruangan dan ditangani oleh dokter, dokter itu membersihkan luka dibahu Riko dan mengobatinya.


"Lukanya tidak parah, jadi tunggu beberapa hari lagi akan kering dan sudah bisa melakukan aktivitas seperti biasa" ucap dokter itu.


"Terimakasih dok, Oh ya dok, dokter Stevani apa hari ini dia masuk kerja?" Tanya Riko.


"Iya dokter Stevani sekarang sedang melayani pasian diruagannya, jika mau konsul silahkan langsung kesana".


Riko berjalan memegang tangan Mala, membawa Mala keruangan dokter stevani.

__ADS_1


"Sayang kita baru 2 minggu lalu cek Up, untuk apa menjumpai dokter Stevani?" Tanya Mala.


"Aku hanya memastikan kalau kalian bertiga baik-baik saja" ucap Riko sambil terus berjalan.


Pasien terakhir sudah masuk kedalam ruangan, kini Mala duduk dikursi tunggu untuk menunggu giliran karena Nunik sudah mengambil nomor antrian.


Kini giliran Mala yang masuk ketika pasian yang tadi masuk kini sudah keluar.


Riko dan Mala masuk kedalam sedangkan Nunik menunggu diluar.


"Selamat sore dok" sapa Mala.


"Sore" jawab Stevani dengan ramah.


"Bukannya jadwal kalian check up 2 minggu lagi, apa ada masalah yang dialami ibu Mala?" Tanya dokter Stevani itu.


Riko menceritakan kejadian hari ini dengan detail kepada dokter Stevani dan ingin memastikan keadaan Mala dan sikembar sekarang.


"Baiklah saya akan memeriksa ibu Mala dahulu, ayok naik kesini bu" ajak dokter itu.


Mala naik ke brankar rumah sakit itu, dokter Stevani langsung memeriksa keadaan Mala lalu memeriksa kandungannya.


Tidak menunggu lama Stevani sudah selesai memeriksa Mala.


"Ibu Mala dan kandungannya baik-baik saja, tapi saya sarankan jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali, karena walau mereka baik-baik saja, hari esok kita tidak tau mereka bisa baik-baik saja atau tidak" ucap stevani memberi Saran kepada suami istri itu.


"Baiklah dok, terimakasih kami izin pamit dulu" ucap Riko sambil mengajak Mala berdiri.


"Terimakasih dokter Stevani" ucap Mala dengan ramah.


"Sama-sama bu Mala, ini juga sudah menjadi kewajiban saya sebagai dokter kandungan" jawab Stevani dengan sopan.


Riko dan Mala keluar dan melihat nunik sedang menunggu mereka dengan memainkan hpnya.


"Kita pulang kerumah sekarang" ajak Riko tanpa menjawab ucapan riko Nunik berdiri dan berjalan kearah parkiran mobil.


"Kayaknya gaji saya sudah harus double ini Riko, pekerjaan saya bukan hanya menjadi mata-mata tapi sudah menjadi supir pribadi mu juga" omel Nunik saat mereka sudah didalam mobil.


"Kali ini aku akan memberi bonus yang besar, kamu tenang saja dan kalau kamu jadi supir pribadi saya tidak masalah juga" ucap Riko setuju dengan ucapan Nunik.


"Kita antar Mala pulang dulu habis itu kita harus kekantor polisi mengurus Jeni, jadi siap-siap badanmu akan encok hari ini" ucap Riko.


"Haha tidak masalah tapi hari ini aku menginap dirumah mu dan tidur dikasur yang empuk, aku sudah bosan tidur dikost ku yang kasurnya sudah tidak layak pakai" ucap Nunik berkata jujur.

__ADS_1


...🌟🌟🌟...


...Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Ya...


__ADS_2