
🌟🌟🌟
Ketika kami sudah sampai dimeja itu, semua mata tertuju pada ku dan juga Kinan.
"Maaf Om, Tante, saya bawa Kinan kesini untuk makan bareng" saat aku melihat mama Kinan, aku melihat mata yang tidak suka.
"Reno kamu kenal Kinan anaknya Siska?"
"Ia Ma, Kinan juga kekasih Reno, jadi kalau Mama mau menjodohkan aku dengan salah satu putri tante Siska aku memilih Kinan jadi istriku" jawab ku lantang didepan calon mertuaku.
"Kalau sudah begini rencana kita akan lebih bagus sis, kapan kita buat pestanya"
"Terserah kamu aja Evi, aku ngikut aja" jawab Mama ya Mira seadanya.
Keputusan yang di ambil oleh keluarga kami, Aku dan Kinan akan menikah bulan depan dan semua persiapannya akan diatur oleh keluarga ku.
"Dek, apa kamu senang kita akan menikah lebih cepat dari yang kita rencanakan?" tanya ku pada Kinan, karena aku melihat wajah dia yang cemas.
"Ia bangg aku senang kok, sekarang abang antar aku pulang ya, aku ingin istirahat diapertemen" karena Kinan sudah minta diantar pulang aku langsung mengantarnya pulang sesuai dengan keinginannya. didalam mobil aku melihat dia hanya diam saja, aku pun diam tidak ingin bertanya yang aneh-aneh.
"Bang makasih ya, sudah mau antar aku pulang, abang hati-hati dijalan" pintu mobil sudah di tutup kembali, aku pun mengendarai mobilku kerumah dengan seribu pertanyaan.
🌟🌟🌟
POV Kinan
Seharusnya hari ini adalah hari paling bahagia bagiku, tapi hari ini juga aku merasa takut dan Was Was, aku tidak pernah cerita sama Reno kalau aku bukan gadis lagi.
"Aku pasti bisa melewati ini" ucapku sambil meyakinkan diriku.
__ADS_1
Waktu sudah berlalu, dan hari pernikahan ku dengan reno tinggal seminggu lagi, hari ini jadwal kami untuk fiting baju pengantin kesebuah butik yang terkenal.
"Bang coba lihat bajunya, cantik nggak" tanya ku riang, aku sudah memutuskan melupakan masalah ku kemaren dan akan menjalaninya nanti dengan ikhlas bagaimana pun aku harus menghadapinya.
"Bajunya bagus dek, kamu tambah cantik memakainya" aku melihat dia begitu senang saat kami melakukan fiting baju.
"Dek habis ini kita makan yok, abang udah lapar nih"
"Ya udah kita pergi sekarang aja Bang, aku sudah siap kok, nanti direstoran ada yang mau aku bicarakan sama abang".
Kami makan disebuah restoran yang dekat dengan butik yang kami kunjungi, selesai makan aku langsung berbicara sama dia, tentunya dengan suara yang pelan.
"Bang, aku mau berbicara sama abang, tapi abang janji jangan marah ketika aku nanti udah siap bicara ya" ucap ku was-was takut dia akan marah terhadap ku.
"Bicaralah dek, abang akan dengarkan" jawabnya serius, dan akhirnya aku sudah selesai menceritakan bahwa aku bukanlah seorang gadis lagi, tapi aku tidak mencaritakan seluk beluk mengapa itu bisa terjadi, aku melihat perubahan pada wajahnya, seperti maua marah.
"Yaudah, mau bagaimana lagi, sudah terjadikan, dan tidak mungkin juga kita membatalkan pernikahan ini sedangkan undangan sudah disebar kemana-mana" jawabnya dengan muka tidak senang.
Yang aku takutkan akhirnya sudah terlihat didepan mata, aku dapat menilai kalau ini mungkin permulaan lagi untukku untuk menghadapi masalah yang baru.
🌟🌟🌟
Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya telah tiba, semua keluarga kami sudah berkumpul untuk menyaksikan akad nikah.
Bagaimana saksi sah?
Sah, semua orang menjawab sah.
Sekarang Reno sudah sah menjadi suamiku, acara akad nikah ini dilakukan dirumah Reno tapi resepsi akan di lakukan sebuah hotel. aku dapat melihat muka semua orang yang tidak senang dalan pernikahan ini, siapa lagi kalau bukan Mamaku, Kakakku juga terlihat tidak suka dan satu lagi yang tak kalian pikirkan dia adalah Reno suamiku sendiri, mukanya sudah seperti jeruk purut saat melihat ku.
__ADS_1
Resepsi akan dilakukan nanti sore sampe malam, oleh karena itu kami disuruh oleh orang tua Reno untuk istirahat karena nanti malam kami akan capek saat resepsi.
Aku ikut berjalan dibelakang Reno, kami sudah sampai dikamar, aku melihat kamar Reno sangat luas bercat warna putih dengan berbagai bingkai foto, ada kamar mandi, ada ruang kerja dan juga balkon, kamar ini sangat sempurna.
Aku memutuskan istirahat tapi terlebih dahulu aku mandi, saat aku membuka resleting bajuku, aku kesusahan dan meminta bantuan reno.
"Bang minta tolong buka resleting baju ku, aku mau mandi dulu"
"Buka baju aja kamu nggak bisa, kamu bisanya ngapain? buka celana untuk laki-laki?" saat aku mendengar jawaban darinya, hatiku sangat sakit. aku tidak berbicara apa-apa lagi, aku berusaha sendiri dan akhirnya aku bisa membukanya.
Saat aku selesai membuka gaun ku, aku melihat dia keluar dari kamar mandi sudah perpakaian lengkap, tanpa berbicara sepatah kata pun aku langsung kekamar mandi untuk ritual mandiku, karena aku bicara pun percuma saja.
15 menit aku juga sudah keluar dari dalam kamar mandi, dan kebetulan koperku sudah ada diruangan ganti, aku memakai baju rumahan yang sederhana. saat aku ingin tidur ditempat tidur "kamu tidur disofa aja! aku nggak mau tidur satu ranjang dengan mu" ucap Reno tak perperasaan.
"Bang kok ngomong gitu, kitakan sudah suami istri nggak mungkin aku tidur disofa"
"Tapi aku nggak suka tidur satu ranjang dengan wanita m*rahan, kamu ngerti nggak?" ini adalah kali pertama aku dibentak oleh Reno, jangan tanya bagaimana hancurnya aku.
Akupun memutuskan untuk tidur disofa, 10 menit lebih aku merenungi nasibku akhirnya aku tidur dengan air mata.
POV Reno
Hari ini adalah hari paling bahagia bagi orang yang menikah saling mencintai tapi beda dengan ku, aku menikah dengan orang yang aku cintai dan juga mencintai ku. tapi aku tidak bahagia, 1minggu yang lalu ketika Kinan jujur padaku tentangnya, aku kecewa berat kepada dia. dulu aku perpikir dia wanita yang paling sempurna yang aku temui ternyata dugaan ku salah.
Dalam satu minggu ini juga aku sudah mencoba menerima dia apa adanya tapi otak ku bertolak belakang dengan hati ku. aku mencintainya tapi aku juga membencinya. tapi jika dibandingkan rasa cinta dan rasa benci, lebih besar rasa benciku padanya. aku nggak tau mengapa aku sangat jijik melihatnya apalagi saat dia bersentuhan dengan ku, rasanya aku tidak rela dipengang oleh wanita murahan yang terlihat polos.
Aku juga berpikir apa mungkin dulu dia menjual dirinya untuk bisa membuka usaha, diakan orang susah, terlebih lagi dia tidak dibiayai oleh keluarganya saat kuliah, hal ini membuat aku menjadi muak melihat muka polosnya untuk menutupi sifat munafiknya itu.
🌟🌟🌟
__ADS_1
Jangan lupa like ya
Makasih ❤❤❤