GADIS CUTE DAN MANDIRI

GADIS CUTE DAN MANDIRI
Episode 91 Gadis Cute Dan Mandiri Season 2


__ADS_3

🌟🌟🌟


Jam Sudan menunjukkan Jam 7 pagi Riko mengerjapkan matanya lalu berusaha mengumpulkan kesadarannya.


Riko bergegas kekamar Mandi dan bersiap kekantor tanpa membangunkan Mala Yang sedang tidur pulas.


Riko turun untuk sarapan sebelum berangkat kerja, Riko hanya memakan roti dan coklat hangat pagi ini.


"Bu.... " riko memanggil pelayan yang berada Di dapur.


"Iya den" jawab bibik itu ketika Sudah sampai didekat Riko.


"Nanti kalau Mala nyari saya bilang kalau saya pergi kekantor tungguin saya dirumah saja ya buk" ucap Riko sambil menguyah makanannya.


"Iya den akan saya sampaikan, ada lagi den?" tanya pelayan itu sebelum pergi kembali dapur.


"Nggak ada lagi bik makasih ya".


Dan


Betul saja baru sejam yang lalu Riko pergi, Mala sudah turun dari kamar atas mencari suaminya.


Mala mencari keruang makan tapi tidak ada, Mala juga mencari keruang tengah, Mala hendak keluar dari dalam rumah untuk mencari Riko tapi bibik Yang tadi pagi berbicara dengan Riko menghampirinya.


"Non Mala mencari den Riko ya?".


"Iya buk, ibu ada lihat Riko?" Tanya Mala.


"Tadi den Riko perpesan kalau Nona mencarinya bilang sudah kekantor, non Mala tunggu dirumah aja katanya non" jawab pelayan itu.


"Oh.... yaudah deh buk Mala kekamar dulu, nanti antar sarapan kekamar ya buk" Mala kembali berjalan kekamarnya untuk menghubungi Riko.


Mala mengambil hpnya dari nakas dan langsung menelfon nomor Riko, ketika sambungan telefon itu diangkat buka Riko yang mengangkatnya melainkan suara wanita.


"Hallo".


"Hallo ini siapa? rikonya kemana?" Tanya Mala, yang saat ini jantungnya sudah bekerja lebih cepat dari biasanya.


"Riko lagi dikamar mandi, kebetulan tadi saya yang Pegang hpnya".


"Kamu siapa?" kini suara Mala sudah meninggi.


"Saya Jeni buk Mala, tadi saya pinjam hpnya Riko dan kebetulan masih saya pengang, karena ibu menelfon saya angkat" jawabnya lagi.


Mala langsung mematikan telfon itu lalu mengambil tas kecilnya, kaki yang biasanya berjalan dengan pelan kini seperti orang yang mau berlomba lari.


Mala tidak sabar untuk cepat sampai dikantor Riko.


"Pak antar saya ke kantor Riko sekarang, cepat ambil mobil" ucap Mala pada supir dikediaman Riko yang kebetulan sedang duduk santai ditaman depan.

__ADS_1


"Baik non" supir itu langsung bergegas ke garasi mobil untuk mengantar manjikannya yang terlihat tidak bersahabat.


"Pak nyetirnya bisa lebih cepat nggak?".


"Ini sudah cepat non nanti kita bisa kecelakaan kalau lebih cepat lagi" jawab supir itu, dia dapat melihat raut wajah Mala sedang marah tapi ditahan olehnya.


"Terimakasih ya pak" Mala langsung berlari kedalam kantor dan tanpa sengaja menabrak Jeni yang ingin keluar dari kantor ini.


"Kalau jalan pake mata dong, nggak bisa lihat orang segede ini" Jeni membentak Mala.


"Kamu mau kemana?" Tanya Mala mengabaikan bentakan Jeni.


"Bukan urusan mu wanita s*alan" ucap Jeni marah lalu segera pergi dari sana.


"Dia kenapa kok jadi wanita galak gitu?" batin Mala bertanya-tanya.


Mala kembali berjalan kali ini dia berjalan kearah lift.


Ting....


Pintu lift terbuka kini Mala sudah sampai lantai paling atas gedung ini, tanpa menunggu Lama Mala langsung keluar dari lift menuju ruangan Riko.


"Kenapa Jeni yang memakai HP mu?" Tanya Mala langsung to the point.


"Aku nggak tau kenapa dia bisa diruangan ku ini, saat aku lagi ditoilet, dan mengangkat telfon mu" jawab Riko.


"Seketarismu kemana rupanya kok langsung main masuk dan pegang HP kamu?".


"Hufttt....." Mala menjatuhkan bokongnya.


"Kok dia aneh si yank? tadi dibawah nggak sengaja aku menabraknya lalu marah-marah kepadaku" adu Mala.


"Aku sudah memecatnya, aku lihat lama-lama dia makin mejadi-jadi" jawab Riko.


"Tadi pagi juga dia melihat ku tadang kekantor tanpa ada kamu disampingku, dia langsung nongol tuh keruangan ku lalu aku megusirnya karena tidak membutuhkan tenaganya" ucap Riko.


"Betul begitu sayang?" Tanya mala memastikan, Riko hanya menganggunk dan mengedip-ngedipkan mata seperti oppa-oppa korea.


"Nggak usah sok imut, jellek juga" ucap Mala.


"Jellek-jellek gini, ada satu wanita cantik yang rela lari-lari dari rumah untuk menjumpaiku hanya karena telfonnya diangkat oleh wanita lain" goda Riko.


Buk....


"Diam" ucap Mala memukul punggung Riko.


"Au.... sakit sayang" ucap Riko.


"Jadi mulai besok Jeni nggak kerja lagi ya? aku kira dia wanita lemah lembut lho yank selama ini dia sangat sopan berbicara" ucap Mala.

__ADS_1


"Dia sudah aku pecat dan tidak akan tadang kerja kesini lagi, mulai sekarang kamu hati-hati sama dia tampangnya aja yang lemah lembut".


"Baiklah sayang aku mengerti" jawab Mala.


****


Sore ini Bram dan Tiara sudah mendarat Di bandara Bali, setelah melalui perjalanan dari London.


"Apa kita tidak telfon aja mereka supaya mereka menjemput kita Mah?" Tanya Bram setelah turun dari pesawat.


"Nggak usah deh Pa, kasian mereka pasti capek bekerja" ucap Tiara pengertian.


Tiga hari yang lalu Bram sudah dinyatakan oleh dokter kalau Bram sudah sambuh total, tidak menunggu berlama-Lama Tiara langsung mengajak Bram untuk pulang ke Indonesia.


Tiara Dan Bram menaiki mobil yang menjemput mereka, supir pribadi keluarga Bram.


"Pak apa Riko dan Mala sudah pulang kerja?" Tanya Tiara kepada supir.


"Belum buk biasa jam 5 lebih baru Den Riko dan Nona Mala nyampe dirumah, mungkin saat kita sampai nanti mereka juga sampai dirumah" jawab supir itu.


"Owhh begitu ya" ucap Tiara manggguk-mangguk.


******


Dan betul saja saat mobil yang ditumpangi Tiara dan Bram sampai, mereka dapat melihat Mala dan Riko baru keluar mobil.


"Siapa yang datang yank?" Tanya Mala saat melihat mobil berhenti didekat mereka.


"Aku juga nggak tau, kita tunggu aja siapa yang keluar" jawab riko.


"Hay sayang kalian nungguin mama keluar mobil ya?" Tanya Tiara.


"Kok sudah pulang nggak bilang-bilang ma, kami kan bisa jemput tadi" ucap Mala menyalam tangan mertuanya.


"Kaliankan sudah capek kerja, masak harus jemput mama lagi, lagian ada supir yang menjemput mama" jawab Tiara.


Keempat orang itu memutuskan masuk kedalam rumah diikuti beberapa pelayan yang membawa koper mereka.


Walau badan masih capek tapi mereka sempatkan untuk melepas rindu dahulu sebelum Mandi dan istirahat.


"Jadi Papa sudah sembuh total Ma?" Tanya Riko.


"sudah sayang, sekarang ini hanya butuh banyak istirahat saja".


"Bagaimana dengan perusaan kita Riko? apa berjalan dengan baik?" Tanya Bram penasaran.


"Semua lancar pah, sesuai dengan keinginan Papa" jawab Riko.


"Apa kamu tidak berniat menggati Mala diakan sedang mengandung tidak baik bekerja terus" sambung Tiara.

__ADS_1


...🌟🌟🌟...


...Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Ya...


__ADS_2