
"Iya Sisil tau kok, lagian Sisil nggak ada hubungan lagi dengannya" ucap Sisil.
"Bagus kalau begitu" jawab mala dan langsung mematikan sambungan telefon itu.
"Dasar kakak durhaka" ucap sisil.
Teman sisil bernama monic itu heran melihat sisil yang mengumpat kakaknya.
"sil nggak boleh gitu lho, kamu berdosa nanti" monic menasehati sisil.
"Lama-lama kamu juga sama kayak kakak aku nic" ucap sisil lalu tertawa.
Akhirnya mereka tertawa bersama padahal tidak ada yang lucu.
Setelah satu jam nongkrong sisil kembali kerumah mengendari mobilnya dengan santai.
Beberapa saat kemudian sisil sudah sampai dirumah mereka sisil segera masuk kedalam rumah untuk istrahat.
🌟🌟🌟
Waktu berlalu begitu cepat besok adalah hari wisuda riko, riko juga mengundang mala dan keluarganya untuk datang, sedangkan bram dan tiara sudah hampir seminggu ini mereka berada di jakarta, mereka berdua tinggal dirumah mamanya tiara.
Hari ini riko mengunjungi tiara dikediaman nenek riko bernama sari sedangkan kakek riko sudah lama meninggal dunia.
Ketika riko sudah sampai, dia langsung masuk kedalam rumah riko melihat tiara, bram dan sari neneknya riko sedang bercengkrama diruang tamu.
"Sore Ma, Pa, Nenek" ucap riko lalu duduk dikursi yang kosong itu.
"Anak nakal ini baru muncul" ucap sari.
"Hehe maaf nenek" ucap riko.
"Nenek besok bisa datangkan diacara wisuda ku?" tanya riko.
"Kayaknya nenek nggak bisa sayang, nenek nggak kuat lagi jalan" ucap sari.
🌟🌟🌟
Hari wisuda riko.
Riko sudah sudah memakai baju putih dan celana hitam dan memakai jas wisuda berserta toga nya, riko langsung menyusul mamanya kebawah untuk berangkat kekampus.
"Mama anak mama ganteng kan?" tanya riko pada sang mama.
"Anak mama selalu ganteng kok setiap saat" tiara memuji riko.
__ADS_1
"papa mana ma, biar kita berangkat" tanya riko karena dari tadi belum melihat papanya.
"Bentar lagi dia nongol" ucap tiara lagi. dan betul saja beberapa saat kemudian bram keluar dan sudah memakai baju yang rapi.
"Nenek kami pergi dulu ya" riko pamit kepada neneknya yang masih duduk santai ruang keluar itu.
"Kami berangkat ya mah" ucap tiara dan bram.
Kini mereka perjalanan kekampus, riko memegang hpnya kayak lagi smsan kepada orang.
"Riko kamu smsan sama siapa?" tanya tiara.
"Ini mala mah, besok malam mereka mengundang kita makan malam dirumahnya" jawab riko.
"Apa hari ini mereka nggak datang keacara wisuda mu?" tanya bram.
"Datang kok pah, cuman nanti pas kita mau keluar dari aula, biar nggak lama nunggu katanya" jawab riko lalu memasukkan hpnya kesaku celananya.
Acaranya berjalan dengan lancar, dan betul saja saat riko keluar dia sudah melihat sahabat itu membawa bunga yang sangat besar, begitu juga dengan sisil, kinan dan reno mereka juga membawa buka tanpa ucapan selamat tapi tidak sebesar bunga yang dibawa mala.
Riko tiara dan bram menghampiri mereka dan saling bersalaman satu sama lain.
"Bunga lho gede amat sih aku jadi susah membawanya, kamu nggak iklas ya memberinya padaku?" tanya riko.
"Iya iklaslah kalau nggak iklas nggak mungkin segede ini, pasti aku beli yang 3 10ribuan aja" ucap mala asal.
"Riko selamat ya, semoga ilmunya bermanfaat didunia kerja nantinya" ucap reno lalu menyerahkan bunganya begitu juga dengan kinan, kinan melakukan hal yang sama kepada riko.
"Reno, kinan kita sudah lama tidak berjumpa ya, bagaimana kalau hari ini kita makan bersama dirumah mamaku" ajak tiara.
"Maaf ya tiara bukannya kami tidak mau tapi ada temanku yang lagi saku aku dan kinan akan menjenguk mereka" jawab reno.
"Kalau mala sama sisil mau kemana abis ini?" tanya tiara lagi.
"Maaf ya tante kayaknya sisil juga nggak bisa, kak mala aja ya soalnya sisil ada urusan besok mau praktek lapangan" jawab sisil.
Akhirnya mala iku dengan riko dan keluarganya kerumah sari, sebenarnya mala sudah beberapa kali kesini bersama riko, jadi mala tidak merasa cangkung.
"Mala sekarang kamu kerja diperusaan papa kamu ya? nggak ada niat buat lanjut S2?" tanya tiara.
"Hehe untuk sekarang mala nggak ada niat buat lanjut kuliah tante, mala mau kerja serius aja" ucap mala.
"Apa kamu berpacaran dengan anak saya?" tanya tiara lagi.
"Mama apa-apaan sih nanya gituan sama mala, kami itu cuman sahabat" ucap riko kesal.
__ADS_1
"Tidak usah marah riko, papa udah ngomong kok sama teman papa itu minggu ini kita akan bertemu kembali membahas pernikahan kamu dengan anaknya" ucap bram.
"papa jangan main-main lah" ucapan riko memelas.
"Papa nggak pernah main-main riko, sudah cukup lama papa bersabar untuk menunggu mu membawa calon istri kedepan papa" ucap bram tegas.
"Kasih riko waktu seminggu aja pah, buat cari calon istri, riko serius kali ini pah" ucap riko takut saat membayangkan menikah dengan anak teman papanya.
"Tiga hari, kalau lebih dari tiga hari papa nggak ada ampun lagi" ucap bram tersenyum penuh kemenangan.
Tanpa mereka sadari mereka sudah sampai didepan rumah sari, mereka berempat masuk kedalam rumah dan disambut oleh sari.
"Selamat cucu nenek, hari ini nenek udah siapkan makanan yang banyak untuk merayakannya hari wisuda mu" ucap sari sambil menarik tangan riko kemeja makan yang di ikuti oleh tiara, bram dan juga mala.
Saat sudah sampai dimeja makan riko melihat banyak makanan yang tersaji diatas meja.
"Ini semua nenek yang masak?" tanya riko penasaran.
"Bukanlah ini semua masakan pelayan rumah, masak nenek yang masak ogah..." ucap sari lalu duduk dikursi khusus untuknya.
Riko garuk-garuk kepala melihat kelakuan neneknya, tapi karena ngiler melihat makanan yang tersaji riko langsung menjatuhkan bokongnya dikursi dan diikuti oleh tiara bram dan juga mala.
5 orang itu begitu menikmati makaman yang tersaji diatas meja. setelah selesai makan bram dan tiara ijin kemamar karena sudah capek butuh istrahat begitu juga sari.
Kini tinggal mala dan reno yang masih tersisa.
"Mala kita ketaman yok ada yang mau aku bicarakan samamu" ucap riko.
"Ngomong disini ajalah, aku malas keluar, mau istirahat juga sama kayak tante dan om, aku capek" jawab mala.
"Mau jalan sendiri atau aku gendong?" ancam riko.
"Atau" ucap mala.
"Riko kembali mengulangi ucapannya dan dijawab oleh mala dengan jawaban yang sama, riko sudah mengambil ancang-ancang dan membuat posisi yang pas untuk menggendong mala.
1....
2....
3..
"Iya iya, aku jalan sendiri" akhirnya mala mengalah dengan riko dan berjalan ketaman yang ada dibelakang rumah.
...🌟🌟🌟...
__ADS_1
...Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Iya...