
🌟🌟🌟
POV Author
Karena dihadapan Mama Papanya, Reno bersikap baik terhadap Kinan, Reno juga membawa koper Kinan dan memasukkannya dalam bagasi. setalah Reno selesai menyalam Mama Papanya dia bergegas masuk kedalam mobil yang dikendarai oleh supit pribadi keluarga Prasetio.
Jam 3 sore, Reno dan Kinan sudah mendarat dibandara bali, mereka segera berangkat kehotel, yang sudah dipesan oleh Mama Reno.
"Kinan kamu tinggal dikamar yang dipesan Mama! aku akan pesan kamar satu lagi untukku" ucap Reno
"Kok nggak satu kamar aja bang? kamar yang dipesan Mama juga kamar vip kok? kita bisa pisah-pisah"
"Terserah kamu deh, malas berdebat dengan kamu" ucap Reno kesal dengan usul Kinan
Reno dan Kinan sudah sampai dikamar hotel, kamar ini sangat bagus ada dua tempat tidur, kamar mandi, ruang dapur dan juga balkon.
"Bang aku yang duluan mandi ya, gerah banget" ucap Kinan sambil menyeret kopernya kedalam kamar mandi, karena ruang gantinya ada dikamar mandi.
Reno tidak menjawab sama sekali ucapan Kinan, reno langsung menghempaskan badannya ke kasur yang empuk itu lalu tertidur.
Kinan sudah keluar dari kamar mandi, sekarang badannya sudah segar kembali, saat Kinan melihat Reno tertidur, Kinan sama sekali tidak ada niat membangunkannya
"Diakan tidak suka kalau aku sentuh dan bicara sama dia, biarin ajalah nanti bangun sendiri" guman Kinan sambil berjalan kebalkon.
"Wahh indah sekali lautnya, tidak sia-sia Mama memesan hotel ini sangat mahal, sesuai dengan yang kita dapat" guman Kinan.
Tidak terasa Kinan sudah duduk dibalkon selama satu jam memandagi laut dan juga orang yang berkeliaran dipantai.
"Kenapa aku nggak buka cabang disini aja ya? kan banyak wisatawan disini yang akan datang kerestoran ku, lagian kami kesini juga nggak ada aktifitas berdua, seperti pasangan biasanya, mending aku manfaatin untuk surpei lapangan dulu disini sambil menikmati pulau bali ini" usul Kinan pada dirinya.
__ADS_1
Akhirnya Kinan meninggalkan Reno didalam kamar hotel, dia berjalan-jalan dipinggir pantai dengan baju yang sangat seksi seperti orang lain, Kinan sambil bermain-main air sendiri dan tersenyum sendiri. Dari aktivitas itu ada sepasang mata yang melihatnya dari jauh, yaitu Reno. sebelum Kinan keluar dari kamar, Reno sudah bangun tapi Reno selalu berpura-pura tidur, saat Kinan sudah keluar, Reno langsung beranjak dari kasur menuju kamar mandi untuk menyegarkan diri.
Sore ini, Reno menikmati sore dari balkon saja malas keluar dari kamar, tapi saat dia melihat orang yang berkeliaran dia menangkap satu orang wanita yang paling ia benci, "Dasar wanita murahan, didepan orang banyak pun berani memarkan badannya" gerutu Reno. Reno makin panas saat melihat ada seorang laki-laki mendekati Kinan mereka berbicara dan tertawa, Reno melihat kinan tidak risih sedikit pun dengan pakaiannya, Hal itu membuat Reno menjadi makin jijik terdahap Kinan.
Saat makan malam tiba Reno turun kebawah untuk makan malam, dia hanya sendiri tidak ada Kinan bersamanya. tapi siapa sangka saat Reno makan, ada sesuatu membuat selera makannya hilang, dia langsung berhenti makan dan hendak pergi, tapi ada seseorang yang memanggilnya.
"Reno" reno pun menoleh kearah sumber suara, dia melihat perempuan cantik, yaitu Tiara teman satu kampusnya dulu.
"Kamu disini ngapain?" tanya Reno, tiara adalah wanita yang paling dekat dengan Reno semasa kuliah mereka berteman sangat lama, tapi hanya sekeder teman tidak lebih.
"Aku lagi jalan-jalan aja disini, sama keluarga. kalau kamu sama siapa disini? sama Tante dan Om kah?" tanya Tiara
"Nggak kok cuman sendiri aja" ucap Reno berbohong.
Sedangkan kinan yang tak jauh dari mereka mendengar percakapan mereka dengan jelas.
Segera Kinan meninggalkan tempat itu dengan dengan luka yang bertambah parah dihati, percapakan Reno dengan perempuan itu masih tengiang diotaknya "aku sendiri aja kok, kalau kamu nggak sibuk besok kita jalan bareng yok" ajak Reno.
Kinan sudah berada dikamar dan pergi kekamar mandi menumpahkan rasa sedihnya, "Bagaimana aku bisa melupakan mu reno? kamu adalah sosok laki-laki yang selalu ada untuk ku dulu, kenapa sekarang berubah? kalau kamu mencintai ku seharunya kamu menerima aku apa adanya? dan kenapa kamu tidak membatalkan pernikahan kita kalau kamu tidak menerimaku? kenapa? kenapa reno?" Kinan menangis dibawah sower itu sehingga tidak terdengar jika dia menangis. sudah satu jam lebih Kinan hanya duduk dibawah sower itu, karena kedinginan tanpa pake sabun dia langsung memakai bajunya dan keluar dari kamar mandi.
"Kok lama banget kamu keluar? itu bukan kamar mandi mu sendiri? gerutu Reno, tapi Kinan tidak menjawabnya mungkin tidak mendengarnya juga. Kinan mengabaikan reno dan berjalan menuju kasur yang menjadi kasur kinan selama tinggal dihotel ini.
🌟🌟🌟
Cahaya sinar matahari pagi ini sangat bagus, baik Kinan maupun Reno sudah selesai sarapan dan juga mandi, tanpa permisi Reno langsung pergi begitu saja meninggalkan Kinan didalam kamar. Kinan yang sudah kebal dengan hal seperti ini langsung bergegas pergi untuk bertemu Anto rekan bisnisnya, hari ini Kinan akan memulai bisnis kulinernya disini, dan akan fokus kepada bisnis bukan jalan-jalan seperti kebanyakan orang.
Sambil berjalan Kinan menelfon seseorang
"Hallo pak, kita berjumpa dilokasi saja ya pak, saya sudah dijalan menuju kesana" ucap Kinan.
__ADS_1
karena asik nelfon Kinan menabrak seseorang yang tak lain adalah Tiara.
"Kalau jalan lihat-lihat dong, mata digunakan untuk melihat, masak saya segede ini kamu nggak lihat" ucap Tiara marah. reno yang baru datang membawa minuman menghampiri mereka.
"Tiara ada apa?"
"Ini lho Ren, ada orang punya mata nggak digunakan" adu Tiara
"Maaf mbak saya tidak sengaja" ucap Kinan, saya minta maaf dan saya permisi mbak saya ada urusan penting" ucap Kinan yang mengabaikan Reno, Kinan hendak pergi ditanan oleh Reno.
"Kamu jangan asal main pergi aja, cewek saya belum maafin kamu" ucap Reno kesel.
Deg...
"Mbak saya minta maaf ya" ucap Kinan sekali lagi.
"Ya udah sana pergi" usir Tiara. Kinan langsung bergegas pergi dan sekali lagi mengabaikan Reno.
"Makasih ya, kamu udah nolongin aku" ucap Tiara manja.
"Biasa aja Tiara kitakan teman"
"Tapi kamu bilang aku cewek mu? kalau kamu mau, aku mau kok jadi kekasihmu" tawar Tiara.
"Baiklah kalau kamu mau" ucap Reno, akhirnya mereka resmi pacaran yang dulunya sahabatan. "tidak apa-apa aku membuka hati kembali kepada perempuan, kalau nanti aku sudah nyaman dengan tiara aku akan menceraikan perempuan itu" ucap Reno dalam hati.
🌟🌟🌟
Jangan lupa like ya
__ADS_1