
🌟🌟🌟
Sesampainya dirumah Stevan masih mendiami Mira, Mira juga membalas Stevan hanya diam dari tadi tidak berbicara atau mencoba menjelaskan pun tidak ada.
Selesai makan malam Stevan pergi menuju kamar dan segera ingin tidur tidak mau memikirkan Mira.
Mira menyusul Stevan kekamar dia melihat Stevan sudah menutup matanya, tapi Mira tau kalau Stevan belum tidur, ada sedikit sakit dirasakan Mira saat Stevan mengabikannya.
"Sayang" panggil Mira.
"Hmmm" Stevan menjawab tapi enggan untuk membuka matanya.
"Kamu marah ya sama ku, aku minta maaf ya" ucap Mira tulus, mungkin ini pertama kalinya Mira mengucapkan maaf kepada seorang laki-laki.
"Nggak usah dibahas lagi sudah malam kita tidur aja" ucap Stevan memutar arah tidurnya, tadi masih terlentang kini memutar arah menjadi memunggungi Mira.
Hiks.... Hiks.... untuk pertama kalinya Mira menangis, "Aku kan sudah minta maaf tapi kenapa kamu masih memunggungi ku?" tanya Mira. Stevan langsung memutar arahnya menghadap Mira, Stevan langsung memeluk wanita yang sangat ia cintai itu.
"Sudah jangan menangis, aku minta maaf telah mendiami mu, aku tidak akan mendiami mu lagi, dan aku juga tidak akan memaksa mu untuk berhenti mengkonsumsi pil itu, aku tau kamu pasti belum siap" ucap Stevan membelai rambut Mira dan mencium keningnya.
Mira memeluk erat tubuh Stevan, dia baru menyadari kalau dia sudah mencintai suaminya itu, baru dicueki aja dia tidak sanggup apalagi kalau mereka sampai pisah.
Sejak malam itu Mira tidak lagi mengkonsumsi pil itu, dia sudah menetapkan hatinya untuk selalu bersama Stevan sampai tua nanti.
Sudah sebulan Stevan menjabat sebagai CEO di XY group dan hampir setiap hari Mira ikut dengannya kekantor, tapi Stevan sangat heran karena Mira selalu sibuk bertanya tentang kelemahan perusaan XY group, seperti hari ini Mira memaksa Stevan untuk menggelapkan dana untuk pembangunan pabrik di Singapur.
"Sayang kalau kerja jangan terlalu jujur, nggak ada artinya juga" ucapnya membelai rahang Stevan.
"Sayang dari dulu aku diajarkan untuk selalu jujur dalam bidang apapun, jadi apapun yang kamu usulkan aku tidak berniat" Stevan terang-terangan menolak permintaan Mira.
"Terserahkan kamulah sayang" Mira pasrah untuk kali ini tapi tidak untuk hari esok dia akan berusaha semaksimal mungkin.
"Yaudah kamu mau makan apa sayang biar aku pesan, kamu pasti sudah lapar" Mira sudah melihat makanan yang enak untuk dimakan siang ini tapi satupun tidak ada yang menggugah seleranya.
"Sayang kita makan rujak yok" Stevan memesan rujak disiang bolong begini terlebih masih dikantor.
__ADS_1
Mira memesan beberapa makanan dan juga rujak pesanan Stevan.
Makanan sudah diatas meja Stevan memakan rujak dengan rakus tapi tidak selera untuk memakan makanan diatas meja.
"Sayang kalau makan hati-hati, jangan buru-buru" Mira melap saos rujak yang terkena di pipi Stevan.
"Sayang ini rujaknya sangat enak, nanti pesan lagi ya" ucap Stevan masih asik memakan rujaknya.
"Makan nasi juga yank nanti kamu sakit perut lho" Mira ingin menyuapi Stevan tapi Stevan menggeleng ketika makanan didepan mulutnya.
"Aku nggak selera makan yank, kamu aja ya" ucap Stevan.
Ketika jam istirahat usai terdengar suara ketukan pintu.
Tok... Tok... Tok...
Nana sekretaris Stevan masuk membawa berkas, "Permisi pak Stevan ini ada berkas tolong diperiksa kembali, berkas ini sangat penting karena kita akan mempersentasikan berkas ini, supaya perusaan YZ mau menanam saham diperusaan ini, dan ini sangat dibutuhkan oleh XY group" nana menjelaskan tentang berkas itu didepan Stevan dan Mira.
"Apakah ada saingan kita untuk mendapatkan investor ini" ucap Stevan polos.
"Baiklah kamu boleh keluar saya akan mengecek kembali, saya yakin perusaan kita akan menang apalagi proyek kita ini sangat menguntungkan mereka".
Sayang kamu lanjut aja makannya ya, aku mau lanjut kerja biar kerjaan ini cepat kelar ucap Stevan berjalan kearah kursi kebesarannya.
Saat stevan fokus bekerja HPnya berbunyi ada panggilan masuk, segera digeser tombol hijau itu.
"Hallo"
"Hallo kakak ipar" Kinan yang menelfon dari seberang memakai tutur kata dengan sebutan kakak ipar karena memang Stevan sudah menjadi kakak iparnya.
"Ia kinan, ada apa ya?" jawab Stevan memanggil nama Kinan karena semenjak menikahi Mira Stevan tidak memanggil kakak lagi kepadanya malah menyebut nama.
"Kakak ipar, kakak ipar harus bisa memenangkan saingan kita kali ini ya, karena sangat mempengaruhi perusaan kita mendapatkan investasi dari mereka" ucap Kinan memberitahu stevan bahwa XY grup membutuhkan dana dari perusaan YZ.
"Baiklah aku akan mengusakannya semaksimal mungkin" ucap Stevan.
__ADS_1
Mira yang duduk dikursi memperhatikan Stevan berbicara lewat HPnya.
"Sayang Kinan ngomong apa?" Mira penasaran karena tidak mendengar suara Kinan.
"Dia cuman ingin kali ini kita harus menang dari saingan kita" ucap Stevan berjalan kearah Mira.
Stevan duduk disamping Mira dan membelai rambutnya, "Sayang siap makan kamu istirahat ya, biar nggak bosan nunggu sampai sore" ucap Stevan, Mira yang diperlakukan seperti ratu oleh Stevan jatuh cinta untuk kesekian kalinya kepada orang yang sama.
"Iya sayang, nanti kalau ngantuk aku akan tidur kok" ucap Mira lalu mencium bibir Stevan dengan pelan.
"Makasih sayang, ini penyemangat ku untuk kerja lagi" Stevan kembali kekursinya kali ini Stevan bekerja sangat fokus sampai jam 5 sore, Stevan tidak sadar saat Mira pergi keruang istirahat dan bagun kembali.
"Sayang kok fokus banget?" Mira menghampiri Stevan, Mira baru bangun ketika jam sudah menunjukkan pukul 5 sore.
"Sudah siap kok sayang, kita pulang sekarang yok" ajak Stevan.
Mereka sudah sampai didepan rumah, sebuah komplek yang terbilang komplek yang mewah, Stevan memboyong istrinya dan orang tuanya kerumah ini seminggu yang lalu.
Rumah ini berlantai dua, sangat luas Mira sangat menyukainya sudah lama dia mengidam-idamkan rumah sebesar ini.
Sebelum masuk kedalam rumah ada taman yang luas didepan, dibelakang rumah ada tempat beristirahat dan juga kolam berenang, Stevan juga memperkejakan 3 orang untuk membereskan rumah mereka.
Mira sangat menikmati hidupnya saat bersama Stevan banyak ketenangan yang ia lalui.
"Sayang kita kamu mandi duluan ya, biar aku siapin baju kamu dulu" ucap Mira menuju lemari pakaian mengambil baju santai untuk Stevan dan untuknya.
"Baiklah sayang aku mandi duluan ya, kayaknya badan ku ini masuk angin, aku merasa sedikit lemas dan agak mual" adu Stevan kepada Mira.
stelah Stevan masuk kekamar mandi Mira keluar menemui pelayan rumah.
"Bik ada nyimpan minyak urut nggak dirumah ini" tanya Mira.
"Ada Non, sebentar saya ambil dulu" ucap bibik itu berjalan kearah kamarnya.
...🌟🌟🌟...
__ADS_1
...Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Ya...