GADIS CUTE DAN MANDIRI

GADIS CUTE DAN MANDIRI
AND


__ADS_3

🌟🌟🌟


Mala melihat arah telunjuk Riko dan betul saja sikembar lagi digendong sama kakek dan neneknya.


"Anak kita kedua-duanya laki-laki tampan seperti aku" ucap Riko.


"Pasti mirip dengan ku" potong Mala.


"Sayang telfon mama dong biar mama datang" ucap Mala.


"Sudah ditelfon sama mama kok, besok mereka baru datang kamu istirahat lagi ya" ucap Riko sambil membelai rambut Mala.


Sedangkan dirumah sakit XX Jeni tidak dapat terselamatkan akibat benturan keras dikepalanya, beberapa menit yang lalu Jeni menghembuskan nafas trakhirnya diruangan ICU.


"dengan keluarga pasien?" ucap dokter yang baru keluar dari ruangan ICU.


"Iya saya temannya dok, bagaimana dengan keadaannya?" Tanya Nunik dengan panik takut jika Jeni sampai kenapa-napa.


"Pasien yang bernama Jeni tidak bisa kamu selamatkan akibat benturan keras bagian kepalanya" ucap dokter itu, Nunik langsung mendudukan badannya dikursi kakinya gementeran saat dokter mengatakan Jeni sudah meninggal dunia.


"Baik dok, segera urus jenajahnya" ucap Nunik dengan air mata yang berderai dipipinya.


"Kasian kamu Jen, sudah aku katakan padamu untuk berhenti bertindak, tapi kamu masih keras kepala begini kan jadinya" Batin Nunik.


Nunik segera merogoh ponselnya dari saku jaketnya untuk menghubungi Riko. tidak Lama panggilan itu diangkat oleh Riko.


"Hallo Riko bagaimana dengan Mala?".


"Dia baik-baik saja, dia juga sudah selesai dengan operasinya" jawab Riko dari seberang telfon.


"Aku mau mengabari mu, kalau Jeni sudah meninggal dunia, dia tidak tertolong" ucap Nunik dengan lirih.


"Nik kamu urus jenajah Jeni ya urusan pak Burhan biar kami nanti kekantor polisi supaya dikasih ijin untuk melihat Jeni untuk terkahir kalinya" ucap Riko ikut sedih mendengar Jeni meninggal dunia.


"Baiklah aku tutup telfonnya dulu salam buat Mala" ucap Nunik sebelum mematikan telfon.


*****


Bram dan Tiara syok mendengar ucapan Riko, mereka juga tidak menyangka kalu Jeni sampai seperti ini.


"Mah, Riko titip Mala sebentar ya Riko sama Papa mau kekantor polisi menjemput pak Burhan kasian dia" ucap Riko.


"Sayang aku pamit dulu ya kamu jaga anak kita" ucap Riko lalu mencium kening Mala.


"Hati-hati ya sayang" jawab Mala, saat mendengar jeni meninggal hati kecil Mala ikut sedih walau Jeni sering membuatnya kesusahan tapi dia tetap kasihan kepada Jeni.


Riko dan Bram segera berangkat kekantor polisi dimana Burhan ditahan, ketika mobil yang dikendarai oleh Riko sampai dikantor polisi, Riko segera masuk dan memberi tahu tujuan mereka datang.

__ADS_1


Pihak polisi sejutu dengan permintaan Riko, mereka memberi ijin kepada Burhan untuk melihat putrinya untuk terakhir kalinya tapi dalam pengawasan pihak kepolisian.


******


Jam 5 sore Jeni sudah selesai disemayamkan, orang-orang yang ikut kesana sudah berpulangan satu persatu kini tertinggal Bram, Riko, Nunik dan juga Burhan.


Air mata jatuh dengan sendirinya dimata burhan, putri yang ia sayangi telah pergi untuk selama-lamanya. tidak dipungkiri orang yang melihat Burhan ikut menangis.


"Maafkan Papa sayang Papa tidak bisa membuat mu bahagia, Papa juga tidak bisa menjaga mu dengan baik, sekali lagi maafkan Papa" Burhan menagis diatas pusara Jeni.


"Om, Jeni sudah tenang biarkan dia istirahat dengan tenang tidak ada gunanya kita menyesali semuanya" ucap Nunik disamping Burhan.


"Kamu tenanglah disana sayang, Papa akan sering menjengukmu kalau Papa sudah keluar dari tahanan" ucap Burhan lalu berdiri.


"Maafkan kesalahan anak saya ya pak telah mengganggu ketenangan keluarga bapak" ucap Burhan kepada Bram.


"Kami sudah memaafkannya, saya harap kita dapat berteman baik mulai hari ini" jawab Bram memeluk Burhan dengan cara laki-laki.


"Kalau begitu saya ijin pamit, terimakasih sudah membawa saya kesini, dan kamu Nik terimakasih sudah menemani anak saya selama ini dan juga kamu telah mengurus semuanya sampai dia bisa sampai ketempat peristiratan ini" ucap Burhan lalu memeluk Nunik.


"Tidak usah berterima kasih Om, saya iklas membantu Jeni" jawab Nunik.


Burhan pergi kearah polisi untuk dibawa pulang ke tempat tahanan, Nunik, Riko dan Bram kembali kerumah sakit untuk melihat Mala.


******


Hari ini hari kedatangan Reno dan Kinan dari kota Jakarta, mereka sangat antusias untuk melihat cucu pertama mereka. Reno dan Kinan sudah sampai dirumah sakit dimana Mala dirawat.


"Aku juga merindukan mama" jawab Mala membalas pelukan mamanya.


"Cucu mama dimana sayang?" Tanya Kinan lagi.


"Mereka lagi tidur ma, didalam box" jawab Mala menunjukkan box tempat sikembar tidur.


Kinan langsung menghampiri kedua bayi imut itu.


"Sayang sini kamu gendong satu" panggil Kinan kepada Reno, Reno mendekat dan mengambil satu bayi laki-laki itu kepangkuannya.


"Wah ganteng-ganteng kali cucu Opa" ucap Reno lalu mencium pipi kembul bayi ditangannya.


Tidak kalah dengan Kinan dia juga mencium pipi bayi yang digendongannya.


"Sayang kayaknya mata dan hidung mereka kayak Mala ya" ucap Kinan.


"Iya sangat mirip tapi ganteng Kayak aku" potong Riko.


******

__ADS_1


Sudah seminggu Mala dirawat dirumah sakit Reno dan Kinan juga sudah kembali ke Jakarta, hari ini hari kepulangan Mala kembali kerumah.


Saat Mala hendak turun dari mobil Riko langsung melarangnya.


"Sayang jangan keluar dulu" ucap Riko lalu berlari keluar untuk menggedong Mala.


"Sayang aku bisa jalan sendiri kok" protes Mala saat badannya sudah melayang ke gendongan riko.


"Biar aku gendong saja sayang nggak usah protes" jawab Riko tetap berjalan kearah kamar mereka.


"Suami yang kuat itu ketika mampu membawa istrinya diatas tangga" Goda Tiara yang berada diruang tamu.


Riko dan Mala hanya terkekeh mendengar ucapan Tiara. sedangkan sikembar digendong oleh pengasuhnya.


Riko meletakkan Mala diatas kasur dengan berlahan, "Sayang kalau butuh sesuatu jangan sungkan untuk menyuruhku ya, dan satu lagi kalau siang-siang begini kamu harus banyak istirahat kalau malam sikembar bangun butuh ASI biar kamu nggak ngantuk saat bangun" ucap Riko.


"Iya sayang aku mengerti" jawab Mala dengan seyum yang merekah dibibirnya.


Ooe... Ooe.... sikembar menagis saat sedang haus.


"Yank bawa sini biar aku kasih ASI pasti dia sudah haus" ucap Mala.


Riko berjalan ke arah Box dan mengambil sikembar untuk disusui oleh Mala.


"Anak mama haus ya? sini nen*n dulu sama Mama" ucap Mala lalu meminta Anson dari tangan Riko dan segera memberi ASInya dan betul saja Anson langsung diam dan menghisap ASI Mala dengan lahap.


"Haus banget ya sayang, kok lahap banget?" Mala mengajak bebynya untuk bicara.


Setelah Anson siap minum ASI Mala memberinya kepada Riko, "Sayang kamu ambil Ansel ya pasti dia juga sudah haus" ucap Mala dan betul saja ternyata Ansel juga sama seperti Anson sangat lahap meminum ASI Mamanya.


******


7 tahun kemudian Anson dan Ansel sudah besar dan sudah sekolah dasar, siang ini meraka berempat bermain-main diruang tengah.


Kedua bocah itu saling kejar mengejar.


"Mah, Pah kejar kami kalau bisa" tantang Anson.


"Wahh sudah mulai menantang Papa ya?" ucap Riko lalu mengajak Mala untuk mengejar kedua bocah itu.


Setiap hari rumah itu dipenuhi dengan canda tawa mereka hingga rumah yang besar itu terasa rame, mala dan riko juga sangat menyayangi Anson dan Ansel dan mendidik mereka dengan cara yang tepat.


Perjalan hidup tidak selalu mulus ada juga krikil-krikil tajam yang kadang menghantam kehidupan dalam bekeluarga tapi kalau dijalani dengan iklas maka akan mendapat punjak yang bahagia, sama hal nya dengan Riko dan Mala yang awalnya hanya berteman baik tapi tidak ada yang menyangka mereka sekarang sudah menjadi keluarga yang bahagia dan memiliki buah hati yang sangat tampan-tampan


AND


Jangan lupa untuk mendukung novel ini ya, terimwakasih yang sudah mengikuti novel ini dari awal hingga novel ini selesai.

__ADS_1


Terimakasih banyak buat kalian semuanya Dan


Salam love buat kalian semuanya 😘😘😘😘😘


__ADS_2