
🌟🌟🌟
Riko dan Mala sudah sampai ditaman belakang, mereka duduk dikursi yang disedikan ditaman itu.
"Apa yang mau kamu bicarakan maksa banget harus kesini?" tanya Mala kesel.
"Kamu dengar tadikan papaku ngomong apa, kamu bantu aku ya" Riko memohon kepada Mala.
"Kamu sih.... udah dikenalkan keberbagai cewek tapi satu pun kamu nggak mau" jawab Mala.
"Tapi yang kamu kenalkan itu semua ada yang matre ada yang pemalas dan banyak yang lainnya, nanti nggak cocok sama Mama dan juga padaku" Riko mengambil alasan.
"Makanya jangan terlalu memilih kan jadi gini, aku juga yang repot. udah kamu terima aja tawaran Om Bram" Mala bergerutu sambil memberi solusi.
"Mending aku menikahi kamu dari pada anak temannya itu" Riko berkata jujur.
"Tapi aku nggak mau sama kamu gimana dong, tapi ngomong-ngomong kenapa nggak mau sama anaknya teman Om Bram?" Mala penasaran dengan ucapan Riko.
"Anaknya itu rakus aku nggak suka" Riko berkata jujur lagi.
"Sutt... nanti kualat baru tau rasa" ucap Mala.
"Jadi kamu mau nggak nikah sama aku, mau Ya Ya Ya" Riko memegang tangan Mala sambil mengedip-ngedipkan matanya.
"Ogah Gue" mala menarik tangannya.
"Dulu aja waktu kecil mengajak aku nikah, sekarang diajak pun nggak mau" Riko memonyongkan bibirnya.
"Itukan dulu karena aku nggak tau arti pernikahan, sekarang sudah beda" jawab Mala.
"Ayoklah Mala kasihani aku, aku janji akan memuruti semua keinginan kamu, lagian Om dan Tante juga pasti setuju kamu menikah dengan ku, nanti kamu disebut perawan tua lho" ucap Riko.
"Ihhh amit-amit jadi perawan tua" Mala mengidik ngeri.
"Eits.... tapi bukan berarti gue mau kasih perawan gue sama lho ya, jijik gue" ucap Mala lagi.
"Hahah sama gue juga nggak mau nyentuh lho" Riko ikut tertawa. setelah puas tertawa Riko kembali mengajak Mala berbicara serius.
"Jadi bagaimana Mala apa kamu sejutu dengan permintaanku?" tanya Riko lagi.
"Ok deh gue bantu lho, tapi gimana kalau suatu saat lho atau gue suka sama orang diluaran sana?" tanya Mala.
"Nanti kita pikirkan lagi masalah itu, intinya gue selamat dulu dari papaku" ucap Riko.
"Baiklah terserah padamu" ucap Mala pasrah.
"Terimakasih beby" Riko memengang tangan Mala lagi hendak mencium tangan itu tapi mata Mala langsung melotot.
"Jangan sampai bibir lho nyosor-nyosor ya, gue potong tuh bibir" ucap Mala. Riko hanya tertawa melihat kelakuan Mala itu, seperti preman pasar aja kalau sudah bersama Riko, tapi coba kalai didepan cowok lain kalemnya minta ampun, kayak wanita lemah lembut.
__ADS_1
"Besok saat Mama dan Papaku makan malam dirumah kamu aku mau bilang papa langsung melamar mu ya" ucap Riko lagi.
"Cepat amat bro kayak kebelet b*rak aja" ucap ma tanpa menyaring ucapannya.
"Lebih cepat lebih baik sayang" Riko kembali menggoda Mala.
"Jangan panggil sayanglah, jijik kali aku" ucap Mala dengan mata melotot kearah Riko yang tanpa bersalah itu.
"Pokoknya malam ini kamu ngomong sama tante dan om aku juga ngomong sama papa dan mama ku, titik nggak ada koma" ucap Riko berdiri.
"Lho mau kemana?" tanya Mala.
"Mau ngantar lho pulang kerumah papa lho, aku tidak kuat memperistikan kamu lagi" Riko berakting lagi.
"Pulangkan aku pada ibuku atau ayahku, dulu segemgam emas kau pinang aku..... " Mala menyambung Riko dengan nyanyian.
"Udah achh, lebay lho mau pulang nggak? biar diantar" ucap Riko serius.
"Lama-lama aku iris tu bibir lho ngomong kasar banget" gerutu Mala tapi tetap mengikuti Riko dari belakang.
"Eits... riko kita nggak pamit sama om dan tante?".
"Ciee yang mau pamit sama mertuanya" Riko menggoda Mala.
"Nggak usah nanti juga bakal tau sendiri kalau nggak disini lagi" Riko menarik tangan Mala keluar menuju mobil yang terparkir didepan rumah.
"Riko kamu yang ngomong sama mamaku dan papaku ya, masalah tadi".
"Kok aku? kamu dong besok resminya baru aku" ucap Riko. Mala yang nggak tau tentang lamaran pasrah aja.
"Gitu ya Riko" ucapnya sambil menggaruk kepala yang nggak gatal itu.
"Kayaknya sih hahaha" Riko tertawa karena dia juga nggak tau masalah lamaran begini.
"Dasar laki-laki durhaka" umpat Mala.
"Tidak ada laki-laki durhaka yang ada istri durhaka, kayaknya kamu calon-calon istri durhaka nanti" ucap Riko tidak mau kalah.
"Terserah mu lah aku sudah mau sampe turunin didepan pagar aja, enek aku lihat muka mu itu" ucap Mala dan keluar dari mobil Riko begitu saja. mala begitu kesal melihat tingkah Riko ini.
🌟🌟🌟
Makan malam telah siap Reno, Kinan, Mala dan Sisil duduk santai diruang tamu.
"Mah, Pah, Mala mau bilang sesuatu" ucapnya gugup.
"Mau bilang apa sayang?" tanya Kinan antusias.
"Mama sama Papa setuju nggak kalau Mala menikah dengan Riko?" tanya mala pelan-pelan.
__ADS_1
"Setuju bangetlah" suara Sisil memecahkan keheningan itu.
Hahaha Reno dan Kinan tertawa bersama, Mala bingung melihat Mama dan Papanya tertawa lepas ketika dirinya berbicara serius.
"Kok kalian tertawa semuanya sih?" tanya Mala.
"Maaf sayang, Papa dan Mama hanya tertawa melihat muka kamu yang tegang itu" jawab Reno.
"Jadi bagaimana Papa dan Mama setuju nggak?" mala memastikan kembali.
Kali ini Reno berbicara serius.
"Papa dan Mama setuju kok, jadi kapan mereka akan melamar mu?" tanya Reno.
"Besok Pah" jawab Mala singkat.
"Kebelet ya kak, cepat amat acara lamarannya paling hari ini baru jadian" tebak Sisil.
"Sisil diam" Kinan angkat suara.
"Baiklah Papa akan menyambut kedatangan mereka, sekarang kamu pergi istirahat biar besok fress saat lamaran" ucap Reno lagi. tanpa permisi Mala langsung menuju kamarnya dan tidur.
Sedangkan dikediaman Riko, Riko juga meminta ijin kepada Tiara dan Bram untuk melamar Mala menjadi istrinya.
"Pah seperti yang papa minta aku akan menikah secepat" ucap Riko.
"Dengan Mala ya sayang?" tanya tiara.
"Iya mah".
"Jadi kapan kita melamarnya?" tanya Bram lagi.
"Besok Pah, Mah" jawab Riko lagi.
"Cepat amat belum dipersiapkan apa-apa lho buat lamaran" ucap Tiara.
"Jadi atau nggak....? kalau nggak biar aku telfon Mala nggak jadi" ucap Riko dibuat muka sok kesal.
"Siapa yang mau nikah, siapa yang marah-marah?" gerutu Tiara.
"Suka hatimu ajalah sayang, sana pergi istirahat biar mama siapkan besok lamarannya" ucap tiara mengusir Riko. saat Riko sudah pergi dari sana Tiara memandang suaminya lalu bertanya.
"Apa benar Papa mau menjodohkan anak kita dengan anak teman Papa itu?" tanya Tiara.
"Hahaha nggaklah mah, cuman menakut-nakuti anak itu sajanya Papa, karena malam itu Papa lihat dia tidak nyaman melihat gadis itu" ucap Bram.
...🌟🌟🌟...
...Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Iya...
__ADS_1