GADIS CUTE DAN MANDIRI

GADIS CUTE DAN MANDIRI
Episode 107 Gadis Cute Dan Mandiri Season 2


__ADS_3

🌟🌟🌟


Setelah mendapat telfon dari Riko, Nunik langsung bergegas pergi kelokasi kejadian tidak lupa juga nunik melaporkan hal ini kepolisi.


Nunik sudah sampai ditaman kota dan melihat masih banyak orang yang menceritakan kejadian tadi.


Nunik langsung berjalan kearah orang itu dan bertanya.


"Permisi mbak saya mau bertanya, apa mbak melihat kejadian tadi pagi, seorang perempuan yang didorong orang sehingga mengakibatkan kecelakaan?" Tanya nunik.


"Kami tidak melihat mbak, tapi kami hanya mendengar cerita Dari orang-orang" jawab salah satu dari mereka.


"Tapi pelakunya sudah dutemukan kok" jawab mereka lagi.


"Dimana sekarang pelakunya? siapa yang menangkap?" Tanya Nunik antusias.


"Yang menangkap orang yang ada ditaman ini beserta pihak keamanan taman ini, tapi saat ini pelakunya sudah dibawa kerumah sakit".


Nunik mengerutkan kening dia bingung bukannya dibawa keep kantor polisi malah dibawa kerumah sakit.


"Kenapa kerumah sakit mbak, bukankah seharusnya dibawa kekantor polisi?" Tanya Nunik penasaran.


"Seharusnya sih begitu tapi saat perempuan itu ingin kabur dan berlari kejalan raya ada mobil yang melintas dengan kecepatan tinggi hingga perempuan itu ditabrak oleh mobil".


"Dibawa kerumah sakit mana mbak?".


"Mbak kok jadi banyak nanya gitu sih kayak wartawan?" salah satu dari mereka risih dengan banyaknya pertanyaan Nunik.


"Saya bukan wartawan tapi saya keluarga dari korban" jawab Nunik dengan ekspresi yang tidak bisa dijelaskan.


"Ohh kirain wartawan. Dia di bawa kerumah sakit XX"


"Terimakasih infonya saya permisi dulu" nunik langsung melangkahkan kakinya menuju parkiran mobil dia sudah tidak sabar nyampe di rumah sakit XX.


Nunik langsung bertanya kepada pegawai rumah sakit tentang kecelakann dari taman kota, setelah mendapatkan identitasnya Nunik terkejut ternyata pelakunya adalah Jeni sahabat Nunik.


"Bukannya dia masih dipenjara kenapa bisa pagi ini ditaman kota?" sambil berjalan Nunik bertanya-tanya kepada dirinya sendiri hingga dia sudah sampai depan ruangan ICU.


"Malangnya nasib mu Jen" batin Nunik ikut sedih.


*****


Dret.... dret..... dret....


HP Riko bergetar ada panggilan masuk, Riko segera mengangkatnya.


"Hallo" jawab Riko dengan lesu.

__ADS_1


Riko mendengarkan ucapan polisi itu dengan diam, hanya mendengarkan informasi yang diberikan oleh polisi.


"Siapa yang menelfon nak?" Tanya Tiara.


"Pihak kepolisian mengatakan kalau tadi pagi jeni kabur dari sel tahanan" jawab Riko dengan lemas.


Ting....


Ada pesan yang masuk ke hp Riko dan segera dicek ternyata dari Nunik, Riko kembali mengerutkan keningnya, kepala tiba-tiba berdenyut.


"Ada apa lagi kok mama lihat kamu kayak banyak pikiran begitu?" Tanya Tiara saat melihat Riko memijit kepalanya.


"Ternyata Jeni yang mendorong Mala, dan sekarang Jeni juga sedang krisis dirumah sakit" jawab Riko.


"Astaga dia lagi dia lagi" guman Bram


"Ternyata Jeni berusaha kabur saat orang mengejarnya, dia berlari kearah jalan raya hingga tertabrak mobil yang melintas" Riko menjelaskan apa yang membuat Jeni masuk rumah sakit.


Riko kembali fokus pada hpnya kini jari-jarinya lagi menari-nari diatas layar hp.


"Nik kamu urus Jeni ya, aku juga sibuk mengurus Mala" Riko mengirim pesan kepada Nunik.


Detik detik berlalu hingga setangah Jam Riko masih setia menunggu Mala diruang tunggu, kini mata itu mulai terpejam dengan menyender dibadan kursi.


"Riko.... bangun nak kamu makan dulu ada kantin didekat rumah sakit ini" ucap Tiara mengingat Riko belum sarapan.


"Makan dulu biar Mama sama Papa yang menunggu Mala".


Riko berjalan dengan lemas dikoridor rumah sakit, menuju kantin.


Riko memesan makanan dan minuman, melihat makanan dimeja sedikit pun Riko tidak selera untuk memakannya, tapi mengingat tadi pagi belum makan Riko memaksa menghabiskan makanan didepannya.


Riko buru-buru pergi membayar makanannya kekasir ketika mamanya menelfon mengatakan kalau Mala sudah siap operasi.


"Berapa mbak 1 nasi dan satu teh manis dingin?" tanya Riko kepada kasir.


"Rp20.000 aja pak" jawab kasir itu. Riko mengeluarkan uang lembaran berwarna merah lalu segera pergi.


Riko tidak menjawab ketika kasir itu meneriakinya untuk memberi kembalian uang yang diberikan Riko.


Riko berjalan kembali kearah ruangan Mala, dokter sedang menunggu Riko disana.


"Selamat anak anda lahir dengan selamat jenis kelaminnya laki-laki, dan istri anda juga baik-baik saja tapi masih menunggu pemulihan, kami akan segera memindahkan pasian dari ruang operasi" jawab dokter itu.


"Terimakasih dok terimakasih, apa saya sudah bisa menjenguk anak saya?" Tanya Riko.


"Silahkan dilihat, tanya saja kepada suster ya pak, saya permisi dulu" dokter yang masih berpakain operasi itu berjalan menjauh dari Riko.

__ADS_1


"Mari pak saya antar keruangan" suster itu berjalan diikuti oleh Riko keruangan dimana Mala akan dirawat sebuah ruangan VIV terlihat seperti layaknya kamar tidur.


"Silahkan masuk pak bayinya sudah kami masukkan ke box bayi itu, dan sebentar lagi ibu Mala juga akan kami pindahkan keruangan ini" ucap suster itu lalu pergi dari sana.


Riko berjalan kearah box dimana dua bayi yang baru lahir tertidur dengan nyeyak, Riko senang dan terharu melihat anaknya lahir dengan selamat.


"Kalian hebat sayang" puji Riko sambil satu tangannya membelai wajah baby itu bergantian.


"Terimakasih sayang kalian telah hadir untuk Mama dan Papa, Mama kalian pasti senang melihat kalian lahir dengan selamat.


Beberapa menit kemudian Mala datang dan masing bebaring diatas brankar yang didorong oleh suster. Riko segera berjalan kearah Mala, Riko dapat melihat wajah Mala masih terlihat pucat.


"Sus istri saya belum sadar ya?" Tanya Riko.


"Sebentar lagi pasian akan sadar paling Lama 15 menit pak" jawab suster itu dengan sopan sambil memposisikan brankar dengan tepat.


Dibalik pintu Tiara dan Bram datang dengan wajah yang sangat gembira.


"Dimana cucu cucu Mama?" Tanya Tiara.


"Itu mah didalam Box" Riko menunjukkan box yang berisi sikembar.


"Wahhh ganteng ya pah, cucu kita" ucap Tiara.


"Iya Mah, matanya mirip dengan Mala dan juga hidungnya" Bram memperhatikan cucunya dengan seksama.


Tiara mengangkat 1 baby diserahkan kepada Bram, dan satu lagi Tiara yang menggendong, mereka membawa sikembar lalu duduk disofa.


"Apa kalian sudah memberi nama untuk anak kalian?" Tanya Tiara.


"Sudah Mah yang pertama Ansel dan yang kedua Anson" jawab Riko menatap babynya tapi satu tangannya masih menggemgan tangan Mala.


Mala mulai mengerjapkan matanya dan melihat kesekeliling orang yang pertama iya lihat adalah Riko.


"Sayang aku haus" ucap Mala Riko langsung memberi air minum kepada Mala yang ada digelas tapi menggunakan sedotan mengingat Mala sedang berbaring.


"Sayang anak kita mana?" Tanya Mala karena tidak melihat kearah Tiara Dan Bram yang sedang menggedong Ansel dan Anson.


"Itu digendong Mama sama Papa" Riko menunjukkan arah dimana Bram dan Tiara.


...🌟🌟🌟...


...jangan lupa tinggalkan jejak iya...


Auhtor juga mau bilang kalau novel ini akan and satu episode lagi jadi tetap nantikan ya bagaimana kisah selanjutnya. kalian penasaran nggak nasibnya jeni bagimana?


Kalau penasaran jangan lupa komen ya

__ADS_1


__ADS_2